Ternate, Malutline. Kegiatan pembukaan tenis lapangan dalam rangka Farewell Kasdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., berlangsung di Lapangan Tenis PELTI Kota Ternate, Kelurahan Santiong, Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu 6/6/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., Gubernur Malut diwakili Sekda Prov.Malut, Drs. Samsuddin Abdul Kadir, M.Si, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Kapolda Malut diwakili PLT Karolog, Kombespol Edy Sugiharto.,SE,MH.MSi., Kasrem 152/Babullah Kolonel Arh Hendra Roza, S.I.P M.Han., Kajati Prov. Malut diwakili Wakajati Bapak Dr Zakaria Toufan S. H., M.A., Kabinda Prov.Malut diwakili Wakabinda Yudistira, Walikota Ternate, Dr.M.Tauhid Soleman.,M.Si, Ketua Pengadilan Agama Ternate Kelas IA, Amran Abbas, S.Ag., S.H., M.H, Para Kasi Korem 152/Baabullah,
Dandim 1501/Ternate, Kolonel INF Jani Setiadi, Para Dansat Kabalak Korem 152/Baabullah, serta sejumlah pejabat TNI, Polri dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Maluku Utara menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus selama bertugas di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Menurutnya, sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan telah memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.

“Keamanan dan ketertiban yang terjaga merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergitas yang telah terbangun harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah Daerah, aparat keamanan, dan masyarakat atas dukungan yang diberikan selama kurang lebih dua tahun pengabdiannya sebagai Kasdam XV/Pattimura.

Ia mengungkapkan bahwa selama bertugas dirinya telah mengunjungi hampir seluruh wilayah Maluku dan Maluku Utara, termasuk daerah-daerah terpencil yang memiliki tantangan keamanan dan geografis tersendiri. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kasdam juga menyampaikan harapannya agar Maluku Utara di masa mendatang dapat memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri. Menurutnya, berbagai upaya dan persiapan telah dilakukan untuk mendukung terwujudnya rencana tersebut.

“Kami berharap cita-cita pembentukan Kodam Maluku Utara dapat terwujud. Dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan guna meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial dan pertahanan wilayah,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kesehatan, dan produktivitas melalui kegiatan olahraga yang dapat mempererat hubungan antarinstansi maupun dengan masyarakat.
Kegiatan pembukaan tenis lapangan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat hubungan dan komunikasi antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta Forkopimda di Maluku Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kasdam XV/Pattimura. Menurutnya, kepemimpinan Mayjen TNI Nefra Firdaus telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan keteladanan beliau selama bertugas. Semoga di tempat penugasan yang baru senantiasa diberikan kesuksesan dan keberkahan. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan soliditas antarinstansi dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di Maluku Utara,” ujar Danrem.

Acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Salah satu perhatian peserta dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian harapan terkait pembentukan Kodam Maluku Utara yang dinilai dapat mendukung peningkatan efektivitas pembinaan teritorial dan sistem pertahanan di kawasan timur Indonesia.
( Penrem152 )

LABUHA, MALUTLINE – Suasana haru, bahagia, dan penuh kebanggaan menyelimuti acara Pelepasan dan Perpisahan Siswa Kelas IX MTs Negeri 1 Halmahera Selatan yang berlangsung meriah. Acara tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para siswa-siswi yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di bangku madrasah dan kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan balutan pakaian adat dan busana terbaik, para siswa tampil penuh percaya diri. Mereka menerima penghargaan dan kenang-kenangan sebagai simbol keberhasilan atas perjuangan yang telah ditempuh selama menuntut ilmu di MTs Negeri 1 Halmahera Selatan. Momen ini tidak hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi ajang untuk mengenang perjalanan panjang, suka dan duka, serta berbagai pengalaman berharga yang telah dilalui bersama para guru dan teman-teman.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, staf tata usaha, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan apresiasi atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama dengan baik.

Kepala MTs Negeri 1 Halmahera Yusup Majid, S. Pd. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa-siswi kelas IX yang telah berhasil menuntaskan pendidikan mereka.

“Selamat dan sukses kepada seluruh siswa-siswi kelas IX atas keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan di MTs Negeri 1 Halmahera Selatan. Hari ini adalah hari yang penuh makna, hari di mana kalian resmi menyelesaikan satu babak perjalanan belajar dan bersiap melangkah ke babak baru yang lebih tinggi. Semoga kesuksesan selalu menyertai langkah kalian di masa depan,” ujar Yusuf.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga semangat belajar, disiplin, serta nilai-nilai akhlak yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan madrasah.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar tentang memperoleh nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kepribadian yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.

“Jangan pernah berhenti belajar dan bermimpi. Jadilah generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Ke mana pun kalian melangkah nanti, jagalah nama baik almamater MTs Negeri 1 Halmahera Selatan,” tambahnya.

Suasana haru semakin terasa ketika sejumlah siswa menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di madrasah tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, mereka mengungkapkan rasa terima kasih kepada para guru yang telah dengan sabar membimbing, mendidik, dan memberikan ilmu serta motivasi selama tiga tahun terakhir.

Para orang tua yang hadir pun tampak bangga menyaksikan putra-putri mereka berdiri sebagai lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak di antara mereka mengabadikan momen berharga tersebut melalui foto bersama sebagai kenangan yang akan selalu dikenang.

Pelepasan siswa kelas IX tahun ini menjadi simbol berakhirnya satu perjalanan sekaligus awal dari perjalanan baru yang penuh harapan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai keislaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di MTs Negeri 1 Halmahera Selatan, para lulusan diharapkan mampu meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi serta berakhlak mulia.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan orang tua yang berlangsung penuh keakraban. Senyum kebahagiaan dan rasa bangga terpancar dari wajah seluruh peserta yang hadir, menandai berakhirnya masa pendidikan di MTs Negeri 1 Halmahera Selatan sekaligus membuka lembaran baru menuju masa depan yang lebih cerah.

“Selamat menempuh perjalanan baru, para lulusan MTs Negeri 1 Halmahera Selatan. Teruslah melangkah, berkarya, dan menggapai cita-cita setinggi langit.” (Darti/red)

HALSEL, Malutline – Sebuah persoalan terkait proses pengajuan kredit dan penarikan sepeda motor kembali mencuat di Kabupaten Halmahera Selatan. Keluarga seorang warga mengaku merasa dirugikan setelah sepeda motor yang baru beberapa hari dikeluarkan dari dealer ditarik kembali oleh pihak perusahaan pembiayaan, sementara uang muka yang telah disetorkan disebut tidak dapat dikembalikan.

Menurut keterangan keluarga, unit sepeda motor tersebut diajukan atas nama Milkam Surda, warga Kampung Baru, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan. Dalam proses survei yang dilakukan sebelum persetujuan kredit, rumah milik kerabatnya disebut digunakan sebagai alamat tempat tinggal pemohon.

Pihak keluarga menjelaskan bahwa saat survei berlangsung, mereka tidak mengetahui secara rinci konsekuensi hukum maupun administratif yang dapat timbul dari penggunaan alamat tersebut dalam proses pengajuan kredit kendaraan.

“Karena yang bersangkutan masih memiliki hubungan keluarga dengan kami, maka saat survei dilakukan, rumah kami digunakan sebagai lokasi yang ditunjukkan kepada petugas. Namun belakangan muncul persoalan hingga kendaraan tersebut ditarik kembali,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sepeda motor tersebut dikeluarkan pada 20 Mei 2026 dan kemudian ditarik kembali pada 2 Juni 2026. Keluarga mengaku heran karena kendaraan tersebut disebut belum digunakan secara aktif dan hanya sesekali dipanaskan.

Mereka juga mempertanyakan kebijakan terkait uang muka yang telah dibayarkan. Menurut keluarga, saat meminta penjelasan kepada pihak dealer, mereka mendapatkan informasi bahwa persoalan alamat dan hasil survei menjadi salah satu alasan yang berujung pada penarikan kendaraan serta hangusnya uang muka yang telah disetorkan.

“Kami merasa dirugikan karena uang muka sudah dibayarkan. Di sisi lain, motor juga ditarik kembali. Kami berharap ada penjelasan yang transparan terkait dasar kebijakan tersebut,” ujar pihak keluarga.

Selain itu, keluarga mengaku mendapat penjelasan dari pihak dealer bahwa tanggung jawab atas persoalan tersebut tidak sepenuhnya berada pada perusahaan. Pernyataan itu dinilai menimbulkan pertanyaan baru mengenai pihak mana yang sebenarnya bertanggung jawab atas proses verifikasi data calon konsumen sebelum kendaraan diserahkan.

Persoalan ini kemudian memicu desakan agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap seluruh proses administrasi dan pembiayaan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Keluarga meminta agar pihak berwenang dapat memastikan apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta aparat yang berwenang untuk menelusuri persoalan ini secara objektif. Jika memang ada kesalahan dari pihak konsumen, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Namun jika terdapat kelalaian dalam proses verifikasi maupun administrasi, maka hal tersebut juga perlu dievaluasi,” kata keluarga.

Mereka juga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait dapat melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam dunia pembiayaan kendaraan bermotor, proses survei lapangan merupakan tahapan penting yang bertujuan memastikan kebenaran data calon konsumen, termasuk identitas, alamat, pekerjaan, dan kemampuan pembayaran. Karena itu, setiap pihak yang terlibat dalam proses tersebut diharapkan menjalankan tugas dan kewajibannya secara profesional serta sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, pihak dealer yang disebut dalam pengaduan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun dasar kebijakan yang menjadi alasan penarikan kendaraan dan status uang muka yang dipersoalkan oleh keluarga konsumen.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara transparan dan berkeadilan, sehingga hak serta kewajiban masing-masing pihak dapat dipastikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparat penegak hukum juga diharapkan dapat memberikan kepastian hukum apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran prosedur maupun tindakan yang berpotensi merugikan salah satu pihak. (Jais/red)

HALSEL, Malutline – Pemerintah Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area depan Rama Karaoke yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Tomori, Usman Hamzah, S.Sos, menyusul masih ditemukannya tumpukan sampah di lokasi yang sebelumnya telah dibersihkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat, khususnya di depan Rama Karaoke. Kemarin lokasi tersebut sudah kami bersihkan, namun saat ini kembali dipenuhi sampah. Ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Usman Hamzah.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat, dan indah bagi seluruh warga.

Ia menjelaskan bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pencemaran lingkungan, penyumbatan saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir, hingga menjadi sumber berkembangnya berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi lainnya.

“Kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Jika sampah terus dibuang sembarangan, maka dampaknya akan dirasakan oleh kita semua. Karena itu diperlukan kesadaran dan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan desa,” tambahnya.

Usman juga mengajak seluruh warga untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta menerapkan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.

Selain itu, pemerintah desa berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar. Edukasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif sehingga budaya membuang sampah sembarangan dapat dihilangkan secara bertahap.

“Kami berharap masyarakat dapat menjadi pelopor kebersihan di lingkungan masing-masing. Jangan menunggu orang lain bergerak terlebih dahulu. Mari bersama-sama menjaga Desa Tomori agar tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” tegasnya.

Pemerintah Desa Tomori juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial setiap warga. Lingkungan yang bersih tidak hanya mencerminkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian terhadap generasi mendatang.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan seluruh masyarakat Desa Tomori dapat lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga dan tidak lagi membuang sampah di lokasi-lokasi yang bukan diperuntukkan sebagai tempat pembuangan. Kebersihan desa merupakan aset bersama yang harus dijaga demi terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Darti/Red)

Labuha, Malutline. Humas Polres Halsel – Dalam rangka meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan ketaatan personel terhadap aturan yang berlaku, Polres Halmahera Selatan melaksanakan kegiatan Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh anggota, Kamis (04/06/2026).

Kegiatan Gaktibplin yang dipimpin oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Halmahera Selatan tersebut meliputi pemeriksaan sikap tampang personel, kelengkapan identitas diri seperti KTP, KTA, SIM. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan serta pengecekan terhadap potensi pelanggaran disiplin lainnya.

Kasi Propam Polres Halsel Ipda Ikmal Hi M Abdjan, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan setiap personel Polri tetap mematuhi aturan dan menjaga citra institusi di tengah masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Halmahera Selatan .

“Gaktibplin dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan internal guna meningkatkan kedisiplinan anggota serta mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri. Setiap personel wajib menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, sebagian besar personel telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Terhadap personel yang ditemukan memiliki kekurangan administrasi maupun pelanggaran ringan diberikan teguran serta diarahkan untuk segera melengkapinya.

Melalui kegiatan Gaktibplin ini, Polres Halmahera Selatan menegaskan komitmennya dalam mewujudkan personel Polri yang disiplin, profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.(red)