HALSEL, Malutline – Di tengah pesatnya perkembangan wilayah dan pertumbuhan industri di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, masyarakat Desa Soligi membuktikan bahwa kemajuan tidak harus menghapus jejak budaya. Sebaliknya, di tengah perubahan zaman, warga setempat terus menjaga dan merawat warisan leluhur yang menjadi identitas mereka, salah satunya melalui Pagelaran Kesenian Ngibi yang digelar pada Senin (9/6/2026).

Suasana malam di halaman Kantor Desa Soligi tampak berbeda dari biasanya. Tabuhan gendang yang berpadu dengan dentingan gong mengalun merdu, memecah keheningan pesisir Pulau Obi. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati arena pertunjukan untuk menyaksikan sebuah tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka.

Momen tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan. Di tengah perayaan daerah, masyarakat Soligi memilih merayakannya dengan cara yang sarat makna, yakni memperkuat identitas budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka selama bertahun-tahun.

Pagelaran Kesenian Ngibi merupakan tradisi yang berasal dari tanah Buton, Sulawesi Tenggara. Tradisi itu dibawa oleh para leluhur yang merantau dan menetap di wilayah Halmahera Selatan hingga akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Soligi.

Sebelum pertunjukan dimulai, suasana yang semula riuh mendadak hening. Imam desa memimpin doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual yang menyatu dalam tradisi tersebut. Prosesi itu menegaskan bahwa kesenian Ngibi bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian dari perjalanan budaya yang erat kaitannya dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat.

Setelah doa dipanjatkan, tokoh adat memasuki arena dengan memperagakan gerakan pencak silat yang penuh wibawa. Hentakan langkah dan gerakan yang tegas seolah membuka jalan bagi berlangsungnya rangkaian pertunjukan yang sarat makna filosofis.

Pertunjukan diawali dengan Tari Cungka yang dibawakan oleh para penari perempuan. Tarian tersebut menggambarkan awal kehidupan manusia sejak berada dalam kandungan. Dari sana, cerita kehidupan kemudian berlanjut melalui Tari Ngibi yang dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan.

Meski tampil berpasangan, terdapat aturan adat yang dijunjung tinggi dalam tarian tersebut. Penari laki-laki tidak diperkenankan menyentuh penari perempuan selama pertunjukan berlangsung. Nilai ini menjadi simbol penghormatan terhadap perempuan sebagai sosok yang melahirkan, merawat, dan menjaga keberlangsungan kehidupan.

Tokoh Adat Desa Soligi, Imam La Puasa, menjelaskan bahwa setiap gerakan dalam Tari Ngibi mengandung pesan moral yang mendalam. Menurutnya, kesenian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan budaya bagi generasi muda.

“Ngibi bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nasihat kehidupan, sejarah perjalanan leluhur, serta identitas yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, tradisi ini harus terus dijaga agar anak cucu kita tidak melupakan asal-usul dan jati dirinya,” ungkap Imam La Puasa.

Ia menambahkan, pada masa lalu Tari Ngibi sering dipentaskan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setelah musim panen. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut kini hadir dalam berbagai momentum penting, termasuk perayaan hari besar keagamaan seperti Iduladha.

Usai menyaksikan rangkaian tarian yang sarat filosofi, masyarakat kembali disuguhkan dengan pertunjukan pencak silat yang diperagakan oleh anak-anak hingga remaja tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sorak-sorai warga terdengar memenuhi arena ketika para peserta menunjukkan kemampuan dan ketangkasan mereka.

Meski berlangsung dalam bentuk adu keterampilan, pencak silat yang dipertontonkan bukanlah ajang untuk mencari kemenangan semata. Pertunjukan tersebut menjadi simbol sportivitas, keberanian, kedisiplinan, serta semangat ksatria yang ditanamkan kepada generasi muda Desa Soligi.

Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya dari ancaman terkikis oleh perkembangan zaman.

“Kegiatan yang didukung Harita Nickel ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat. Mari kita terus mengenali, mencintai, dan melestarikan identitas budaya kita agar generasi muda tetap memahami akar budayanya,” ujarnya.

Menurut Madaisi, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Sebab di tengah derasnya arus modernisasi, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengenal dan memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Pagelaran budaya tersebut juga mendapat dukungan dari Harita Nickel sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian kearifan lokal di wilayah operasionalnya.

Community Relations Supervisor Harita Nickel, Wigit Yan Sukmawan, menegaskan bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga bersama.

“Bagi kami, budaya lokal adalah bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga bersama. Tari Ngibi bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga warisan nilai, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Soligi. Karena itu, perusahaan ingin turut mendukung agar tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda,” kata Wigit.

Dukungan terhadap kegiatan budaya seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan. Kehadiran industri tidak harus menjadi ancaman bagi budaya lokal, melainkan dapat menjadi mitra dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur.

Di tengah laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang terus bergerak di Halmahera Selatan, masyarakat Desa Soligi memberikan contoh bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya yang menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.

Malam semakin larut, namun semangat warga tidak surut. Tabuhan gong masih terdengar mengiringi langkah para penari dan pesilat muda yang bergantian tampil di hadapan masyarakat. Di bawah cahaya lampu sederhana, mereka tidak sekadar mempertunjukkan seni, tetapi sedang merawat sejarah, menjaga identitas, dan memastikan bahwa warisan budaya Ngibi akan terus hidup dari generasi ke generasi.

Di tangan generasi muda Soligi, tradisi itu tetap berdenyut, menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, akar budaya adalah kekuatan yang menjaga jati diri masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

HALSEL, Malutline.com – Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 pada 9 Juni 2026 menjadi ajang refleksi sekaligus harapan bagi seluruh masyarakat Saruma untuk terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. Berbagai ucapan selamat dan dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda Halmahera Selatan, Rusdi Yusuf, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPP KNPI.

Melalui ucapan resmi yang disampaikan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan, Rusdi Yusuf mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat kebersamaan, serta mendukung program pembangunan daerah demi terwujudnya Halmahera Selatan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dalam pesannya, Rusdi Yusuf menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Halmahera Selatan sejak dimekarkan pada 9 Juni 2003 hingga kini memasuki usia ke-23 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat.

“Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ia menilai bahwa selama dua dekade lebih, Halmahera Selatan telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat di berbagai sektor. Pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi bukti nyata dari kemajuan daerah yang terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Sebagai salah satu tokoh pemuda daerah, Rusdi Yusuf menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Halmahera Selatan di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat inovasi, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Halmahera Selatan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global. Pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus tampil sebagai pelaku utama perubahan.

“Pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan. Dengan kreativitas, semangat, dan inovasi yang dimiliki, generasi muda dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Halmahera Selatan,” katanya.

Selain itu, Rusdi Yusuf juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Halmahera Selatan. Menurutnya, stabilitas sosial dan semangat gotong royong merupakan modal utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa potensi besar yang dimiliki Kabupaten Halmahera Selatan, mulai dari sektor perikanan, pertanian, pariwisata, hingga sumber daya alam lainnya, harus dikelola secara bijaksana dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam peringatan Hari Jadi ke-23 tahun ini, Kabupaten Halmahera Selatan mengusung semangat “Halmahera Selatan Maju, Masyarakat Sejahtera, Generasi Berdaya Saing.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun generasi muda.

Rusdi Yusuf berharap momentum Hari Jadi ke-23 ini dapat menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah serta menjaga persatuan demi terwujudnya Halmahera Selatan yang semakin maju dan diperhitungkan di tingkat regional maupun nasional.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar KNPI, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan ke-23. Semoga daerah yang kita cintai ini terus berkembang, masyarakatnya semakin sejahtera, dan generasi mudanya mampu menjadi kekuatan utama dalam membawa Halmahera Selatan menuju masa depan yang lebih gemilang,” tutupnya.

Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja sama, persatuan, dan komitmen bersama. Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat Saruma diharapkan terus melangkah maju untuk mewujudkan cita-cita pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh rakyat Halmahera Selatan.

Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23. Maju Daerahnya, Sejahtera Masyarakatnya, dan Berdaya Saing Generasi Mudanya. (Red)

HALSEL, Malutline.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang jatuh pada 9 Juni 2026, Camat Makian Barat, Ersan Ahmad, SE, bersama seluruh staf Kecamatan Makian Barat menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjalanan panjang pembangunan daerah yang kini memasuki usia ke-23 tahun.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Kecamatan Makian Barat terhadap upaya pembangunan yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Saruma.

Dengan mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, peringatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan menjadi momentum penting untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Camat Makian Barat, Ersan Ahmad, SE, mengatakan bahwa usia ke-23 merupakan fase kematangan bagi Kabupaten Halmahera Selatan dalam menata pembangunan di berbagai sektor. Menurutnya, kemajuan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pemerintah bersama masyarakat.

“Kami keluarga besar Kecamatan Makian Barat mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23. Semoga Halmahera Selatan semakin maju, sejahtera, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat,” ujar Ersan Ahmad.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, semangat sinergi yang menjadi tema HUT tahun ini harus terus dijaga sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Selain pembangunan fisik, pelestarian budaya lokal juga perlu menjadi perhatian bersama agar nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Selama 23 tahun berdiri, Kabupaten Halmahera Selatan telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan di berbagai bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kecamatan Makian Barat berharap momentum HUT ke-23 ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Atas nama seluruh staf dan jajaran Kecamatan Makian Barat, Ersan Ahmad juga menyampaikan doa dan harapan agar Kabupaten Halmahera Selatan senantiasa diberikan kemajuan, keberkahan, serta mampu menjadi daerah yang semakin berkembang dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

“Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23. Mari terus bersinergi membangun negeri, melestarikan budaya, dan meningkatkan pelayanan demi terwujudnya Halmahera Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (Red)

TERNATE, Malutline – Kabar pelantikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Ir. H. Said Iqbal, M.E., sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pekerja, Buruh, dan Ketenagakerjaan disambut positif oleh kalangan pekerja dan serikat buruh di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Maluku Utara.

Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Maluku Utara, Yusri Muksin, S.E., M.Si. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Said Iqbal merupakan bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan panjang kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.

Yusri Muksin menilai bahwa sosok Said Iqbal selama ini dikenal luas sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kepentingan pekerja, mulai dari isu kesejahteraan buruh, perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor ketenagakerjaan.

“Pelantikan Bapak Ir. H. Said Iqbal, M.E. sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pekerja, Buruh, dan Ketenagakerjaan merupakan momentum penting bagi dunia ketenagakerjaan nasional. Ini menjadi harapan baru bagi jutaan pekerja Indonesia agar suara buruh dapat semakin didengar dan diperjuangkan di tingkat pengambilan kebijakan,” ujar Yusri Muksin.

Menurutnya, keberadaan perwakilan dari kalangan buruh di lingkaran strategis pemerintahan akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan pekerja. Dengan demikian, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi buruh dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi yang tepat demi terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

Yusri menjelaskan bahwa pekerja merupakan salah satu pilar utama pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kebijakan yang berpihak kepada peningkatan kesejahteraan pekerja akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Ia berharap, melalui peran barunya sebagai Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal dapat terus mendorong lahirnya kebijakan yang berorientasi pada perlindungan hak-hak pekerja, peningkatan kesempatan kerja, penguatan kompetensi tenaga kerja, serta menciptakan iklim investasi yang tetap memperhatikan kepentingan buruh.

“Kaum pekerja membutuhkan kepastian hukum, perlindungan yang adil, serta ruang yang lebih besar untuk berkembang. Kami percaya pengalaman panjang dan dedikasi yang dimiliki Bapak Said Iqbal akan menjadi modal penting dalam memberikan masukan kepada Presiden terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan di Indonesia,” tambahnya.

Di tingkat daerah, FSPMI Maluku Utara juga berharap agar berbagai aspirasi pekerja di wilayah timur Indonesia dapat memperoleh perhatian yang lebih besar. Pasalnya, tantangan ketenagakerjaan di daerah kepulauan seperti Maluku Utara memiliki karakteristik tersendiri yang membutuhkan pendekatan kebijakan yang tepat dan berkeadilan.

Selain itu, Yusri Muksin menegaskan bahwa FSPMI Maluku Utara akan terus mendukung berbagai langkah konstruktif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja serta memperkuat hubungan industrial yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden dinilai menjadi simbol bahwa aspirasi kaum pekerja memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional. Kehadiran tokoh buruh di lingkaran pemerintahan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara negara dan pekerja dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Di akhir pernyataannya, Yusri Muksin menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar Said Iqbal dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

“Selamat dan sukses kepada Bapak Ir. H. Said Iqbal, M.E. atas pelantikan sebagai Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pekerja, Buruh, dan Ketenagakerjaan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan dunia ketenagakerjaan Indonesia dan kesejahteraan seluruh pekerja di tanah air,” tutup Yusri.

Pelantikan tersebut menjadi harapan baru bagi jutaan pekerja Indonesia, sekaligus menandai babak baru dalam upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan buruh sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. (Red)

HALSEL, Malutline – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang jatuh pada 9 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam momentum bersejarah tersebut, Ketua Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Selatan, Hud H. Ibrahim, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Halmahera Selatan yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menurut Hud Ibrahim, usia ke-23 tahun merupakan fase yang semakin mematangkan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di Provinsi Maluku Utara. Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi untuk kemajuan daerah.

“Atas nama pribadi, keluarga besar Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Selatan, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan. Semoga daerah yang kita cintai ini semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Hud Ibrahim.

Dalam ucapan yang disampaikannya, Hud Ibrahim mengangkat tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan” sebagai semangat yang harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat Halmahera Selatan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga harus diiringi dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Halmahera Selatan. Keberagaman budaya yang dimiliki daerah ini merupakan kekayaan yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Di usia yang ke-23 tahun ini, mari kita terus bersinergi membangun negeri, menjaga warisan budaya, serta meningkatkan kualitas pelayanan demi terwujudnya Halmahera Selatan yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkeadilan untuk semua,” tambahnya.

Hud Ibrahim juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT Kabupaten Halmahera Selatan sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan. Perbedaan pandangan maupun latar belakang tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun daerah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama.

Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan potensi kelautan, pariwisata, pertanian, serta perikanan, Halmahera Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu daerah unggulan di Maluku Utara. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan komitmen semua pihak agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Di akhir pesannya, Hud Ibrahim berharap peringatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tekad dalam membangun daerah yang lebih baik di masa depan.

“Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23. Mari terus bersatu, berkarya, dan berprestasi demi masa depan Halmahera Selatan yang lebih maju dan bermartabat. Dengan semangat kebersamaan, kita yakin daerah ini akan terus tumbuh menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara dan Indonesia,” tutupnya.

Dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan ke-23 Tahun. Bersama Kita Bangun, Bersatu, Berkarya, dan Berprestasi. (Red)