
Hal ini di sampaikan salah seorang pasien yang enggan di publish namanya kepada media ini melalui saluran teleponnya, Senin (19/05/2025) “mengaku kecewa dengan tidak adanya pelayanan yang di lakukan oleh sejumlah dokter spesialis pada RSUD Labuha dengan cara mereka mogok kerja dengan alasan Pemda Halsel belum membayar gaji dokter selama 3 bulan sehingga para dokter spesialis pada RSUD Labuha mogok kerja,”
“Padahal para pasien terlihat sudah antri sejak pukul 7.30 WIT namun sudah berjam-jam para pasien tersebut tidak mendapatkan pelayanan hingga pada pukul 10-15 wit karena semua pintu ruangan dokter spesialis terlihat masih di tutup rapat sehingga membuat para pasien yang suda antri berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan tersebut merasa marah dan mengamuk sehingga ada pihak rumah sakit menjelaskan untuk pelayanan dokter spesialis RSUD Labuha belum ada pelayanan karena gaji mereka selama 3 bulan belum di bayarkan oleh Pemda Halmahera Selatan,” Ujarnya.
Sementara itu direktur RSUD Labuha dr.titin hingga berita ini di publish masih dalam upaya konfirmasih. (Red)


Halsel Malutline com-Malutline – Perjuangan Forum Koordinasi Daerah Otonomi Baru (Forkoda-DOB) Makian-Kayoa (Makayoa) Kepulauan terus bergema dan kian kencang. Sabtu (18/5/2025), Forkoda-DOB Makayoa mendapat dukungan kuat dari Sesepuh Makayoa hingga Mantan Gubernur Maluku Utara 2 Periode, Drs. Thaib Armayn.
Halsel Malutline com-Aktifitas Perusahan Tambang Nikel Terbesar di Maluku Utara yakni PT. Harita Group yang beroperasi di Desa kawasi kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan, selalu di keluhkan warga setempat mulai dari persoalan Lahan warga yang di kuasai oleh pihak perusahan Tampa penyelesaian, pencemaran Lingkungan beracun hingga meluapnya bendungan yang di buat oleh perusahan yang mengakibatkan rusaknya tanaman kelapa Milik warga Desa kawasi.
Jakarta Malutline com-Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) Mengumumkan akan menggelar Aksi Jilid II di depan Kantor Pusat PT Harita Group dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) di Jakarta, yang di jadwalkan pada Selasa, 20 Mei 2025. Rencana aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan moral dan advokasi lingkungan yang menyoroti krisis pencemaran berat oleh kegiatan pertambangan PT Harita Group di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.