LABUHA, Malutline— Dunia fashion pria di Halmahera Selatan kini semakin ramai dengan hadirnya Hidayat Distro, toko pakaian khusus pria yang menawarkan produk berkualitas dengan harga grosir dan eceran yang terjangkau.

Berlokasi strategis di depan Toko Firman, Labuha, tepat di jalur utama dekat SPBU, Hidayat Distro menjadi salah satu pilihan belanja baru bagi masyarakat yang ingin tampil keren tanpa harus menguras dompet.

Pemilik toko, Hidayat, mengatakan bahwa distro miliknya menyediakan berbagai jenis pakaian pria, mulai dari kaos, celana panjang, celana pendek, hingga jaket parasut dengan beragam model dan kualitas.

“Kami jual baju kaos, jaket dan celana pendek maupun panjang khusus laki-laki baik grosir maupun eceran. Untuk pembelian tiga potong baju hanya seratus ribu rupiah, celana panjang mulai dari seratus lima puluh ribu hingga Rp.200.000, sementara jaket dan kaos harganya tergantung kualitas barang,” ujar Hidayat saat ditemui di tokonya, Senin (3/11/20025).

Kaos di Hidayat Distro dibanderol mulai dari celana panjang 1 buah Rp100.000 dan hingga celana pendek 3 buah 100.000 tergantung bahan dan desain, Semua produk ditata rapi di dalam toko, membuat pengunjung mudah memilih sesuai selera dan ukuran.

“Kami ingin semua kalangan pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum bisa mendapatkan pakaian berkualitas tanpa mahal. Yang penting pelanggan puas dan mau datang kembali,” tambahnya.

Sejak dibuka, Hidayat Distro mulai dikenal luas di kawasan Labuha karena kualitas barang yang baik dan harga bersaing. Banyak pelanggan yang datang kembali karena merasa cocok dengan model dan bahan pakaian yang ditawarkan.

Dengan semangat usaha dan pelayanan ramah, Hidayat berharap distro miliknya terus berkembang dan menjadi pusat fashion pria yang dikenal luas di Halmahera Selatan.

“Yang utama kami jaga kualitas dan kepercayaan pelanggan. Karena bagi saya, pembeli bukan sekadar pelanggan — tapi bagian dari keluarga Hidayat Distro,” tutupnya. (Red)

LABUHA, Malutline – Warga di Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap malam tanpa kejelasan dari pihak PLN setempat.

Pemadaman rutin tersebut umumnya terjadi sekitar pukul 22.00 WIT dan berlangsung selama 4 hingga 5 jam, membuat aktivitas warga terganggu dan sejumlah peralatan elektronik rusak.

Beberapa warga menilai pemadaman listrik ini tidak masuk akal, terutama karena kondisi cuaca di wilayah Botang Lomang selama beberapa pekan terakhir terbilang sangat baik tanpa hujan ataupun gangguan alam lainnya.

“Pemadaman hampir tiap malam, padahal cuaca bagus. Ini sudah tidak wajar lagi. Kami curiga ada permainan di dalam PLN,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (3/11/2025)

Sejumlah warga juga mulai menduga adanya praktik tidak bertanggung jawab di internal PLN Botang Lomang, termasuk dugaan adanya “mafia minyak solar” yang memanfaatkan bahan bakar untuk kepentingan pribadi.

“Kalau mati karena cuaca atau gangguan mesin, kami bisa maklum. Tapi kalau setiap malam, dengan pola yang sama, kami curiga ini sudah ada permainan,” kata warga lainnya.

Pemadaman listrik yang tidak menentu ini telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil yang mengandalkan listrik di malam hari serta keluarga yang peralatan elektroniknya rusak akibat arus tidak stabil.

Masyarakat Botang Lomang mendesak PLN Halmahera Selatan segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap petugas dan pengelola PLN Botang Lomang.

Warga berharap manajemen PLN wilayah Halsel meninjau langsung kondisi di lapangan dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

“Kami minta pihak PLN Kabupaten turun langsung. Kalau memang ada oknum nakal, tolong segera dievaluasi. Jangan masyarakat terus yang jadi korban,” tegas salah satu tokoh masyarakat Botang Lomang.

Warga berharap PLN dapat memberikan pelayanan listrik yang stabil dan transparan, agar masyarakat kembali percaya terhadap pelayanan BUMN tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah daerah ikut mengawasi agar dugaan penyalahgunaan BBM solar di lingkungan PLN tidak terjadi lagi. (Red)

Labuha, Malutline- Setelah sempat redup selama bertahun-tahun, media legendaris Cermin Reformasi kini kembali hadir dengan wajah baru dalam bentuk media online berbasis digital melalui portal www.cerminreformasi.com.

Kebangkitan ini menjadi babak baru perjalanan panjang Cermin Reformasi, media yang pernah menjadi ikon pers lokal di Maluku Utara sejak awal era reformasi. Dikenal sebagai media yang kritis, berimbang, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik, Cermin Reformasi kini siap beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk terus menjadi corong informasi publik yang independen.

Warisan dari Sosok Pejuang Kebenaran, Cermin Reformasi pertama kali diterbitkan oleh almarhum Tarawe Jamaludin, SH, seorang pengacara kondang dan aktivis hukum yang dikenal berani memperjuangkan keadilan serta kebebasan pers.

Bagi almarhum Taraweh jamaluddin, media bukan sekadar alat penyampai berita, melainkan wadah perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat.

Pada masa kejayaannya di pertengahan 2000-an hingga awal 2010-an, Cermin Reformasi dikenal luas di Maluku Utara karena keberaniannya mengungkap kasus-kasus besar — mulai dari isu korupsi, pelanggaran pelayanan publik, hingga ketimpangan sosial.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan pergeseran konsumsi informasi ke media digital, edisi cetaknya perlahan mengalami masa surut.

Bangkit Kembali di Era Digital Kini, semangat itu dihidupkan kembali oleh Asbur Abu, jurnalis muda yang mengambil peran sebagai Pimpinan Redaksi sekaligus penerus cita-cita besar pendirinya Almarhum Taraweh Djamaludin
Asbur mengatakan, kebangkitan Cermin Reformasi bukan sekadar nostalgia terhadap media lama, tetapi merupakan komitmen untuk melanjutkan perjuangan jurnalistik yang berintegritas dan modern.

“Kami tidak sedang menulis sejarah baru, kami hanya melanjutkan cerita yang belum selesai — cerita tentang keberanian, integritas, dan cinta pada kebenaran,” ujarnya.

Dengan tagline “Kritis, Berimbang, dan Membangun,” Cermin Reformasi kini hadir melalui berbagai kanal digital, di antaranya, Cermin Hukum & Kriminal, Cermin Politik & Pemerintahan, Cermin Rakyat, Cermin Inspirasi, yang menghadirkan kisah tokoh-tokoh lokal berpengaruh dan inspiratif.

Menjadi Cermin bagi Rakyat, Reformasi bagi Kebenaran, Melalui platform digital, Cermin Reformasi bertekad untuk kembali menjadi cermin bagi rakyat dan reformasi bagi kebenaran,

Media ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang valid, berimbang, serta menjadi pengingat bagi kekuasaan agar tetap berpihak kepada kepentingan publik.

Kebangkitan Cermin Reformasi juga menjadi simbol bahwa idealisme pers tidak akan pernah padam, sekalipun bentuk medianya berubah mengikuti zaman. (Red)

Ternate, Malutline — Dukungan moral terhadap Nazlatan Ukhra Kasuba, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Partai Gerindra, terus mengalir setelah dirinya menjadi sasaran serangan dan bully di media sosial.

Tokoh muda Halmahera Selatan, Sefnat Tagaku, angkat bicara dan menyampaikan pembelaan terbuka terhadap Nazlatan, yang dinilainya sedang menjadi korban serangan karena keberaniannya bersuara atas nama kepentingan rakyat.

Dalam pernyataannya yang diunggah di media sosial, Sefnat menegaskan bahwa Nazlatan hanya menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Maluku Utara, termasuk kondisi pemerintahan daerah yang dinilainya masih banyak masalah mendasar.

“Kak Nazlatan hebat! Di tengah menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat, dia dibully dengan narasi yang memojokkan tanpa melihat fakta, tanpa melihat realitas pemerintahan ini yang carut-marut, yang membuatnya bersuara atas nama kepentingan rakyat,” ujar Sefnat dalam keterangannya, Sabtu (2/11/2025).

Menurut Sefnat, sebagian pihak yang menyerang Nazlatan justru memilih jalan tidak terhormat — dengan menyerang ranah pribadi dan keluarga almarhum AGK (Ahmad Hidaya Kasuba), yang dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang berjasa besar bagi Maluku Utara.

“Dia dilemahkan dengan narasi yang menyerang privasinya secara terang-terangan, seolah almarhum ayahnya tak berjasa atas negeri ini. Padahal, ada banyak hal positif yang lahir dari tangan dingin sosok AGK,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sefnat menilai bahwa kelompok yang menyerang Nazlatan hanyalah mereka yang tidak mampu berdiri tegak dalam kebenaran, serta lebih sibuk mencari keuntungan pribadi dari kekuasaan.

“Para pembully yang berkotek melalui media sosial sedang menghina diri mereka sendiri, karena tak punya kemampuan seperti yang dimiliki Kak Nazla. Di antara mereka hanya ada yang mengemis jabatan atau mencari sisa-sisa remah kekuasaan,” tambahnya.

Sefnat pun menyemangati Nazlatan agar tetap kuat, sabar, dan konsisten memperjuangkan suara rakyat Maluku Utara.

“Tetap semangat Kakakku, tetap berani bersuara lantang, hingga mereka sadar bahwa negeri kita sedang tidak baik-baik saja,” tutupnya. (Red)

Jakarta, Malutline— Koordinator Pusat Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JAS-MERAH) yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara Jabodetabek (PB-FORMMALUT), M. Reza A. Syadik, menantang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara yang baru, Sufari, untuk menjadikan tiga kasus besar di Kota Ternate sebagai prioritas penanganan hukum.

Ketiga kasus tersebut yakni skandal Haornas 2018, dugaan korupsi penyertaan modal investasi pada BUMD PT BPRS Bahari Berkesan yang diduga menyeret nama Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, serta pembelian eks rumah dinas Gubernur Maluku Utara oleh Pemkot Ternate pada 2018 yang disebut-sebut melibatkan Rizal Marsaoly.

Menurut Reza, transaksi pembelian rumah dinas senilai Rp2,8 miliar yang menggunakan kas daerah dipersoalkan karena dilakukan kepada pihak yang bukan pemilik sah. Ia menilai selama ini Kejati Maluku Utara cenderung pasif dan lamban dalam menuntaskan berbagai kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat publik.

“Kini saatnya Kepala Kejati menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum yang bersih. Kasus-kasus yang mengendap tanpa kejelasan harus dibuka kembali, termasuk perkara yang pernah di-SP3 seperti kasus Halsel Ekspres di Halmahera Selatan,” ujar Reza dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/11/2025).

Reza menjelaskan, dugaan penyalahgunaan dana penyertaan modal Pemkot Ternate ke PT BPRS Bahari Berkesan mencapai Rp22,85 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp7 miliar. Ia menegaskan, mahasiswa Maluku Utara di Jabodetabek tidak akan diam melihat lambannya penegakan hukum di daerah.

“Kami tidak mau hanya bicara. Di Jakarta, kami sedang melakukan konsolidasi nasional untuk menggelar aksi besar pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, dengan target menduduki KPK dan Kejagung RI. Tujuannya bukan untuk menekan, tapi memberi dukungan moral agar kedua lembaga ini turut mengawal penegakan hukum di Maluku Utara,” tegas Reza.

Ia menambahkan, JAS-MERAH dan PB-FORMMALUT mendukung penuh Kepala Kejati Maluku Utara yang baru agar bekerja tanpa pandang bulu dalam mengusut kasus korupsi, baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

“Menolak lupa! Kami ingin Kejati yang baru bersih dan berani. Jangan hanya menyentuh kasus kecil. Kami menantang: bersihkan semua kasus korupsi di sepuluh kabupaten/kota di Maluku Utara. Kami di Jakarta siap mengawal,” tandas Reza.

Reza juga mengingatkan bahwa publik Maluku Utara tengah menaruh harapan besar kepada Kejati baru untuk mengembalikan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

“Momentum ini harus dimanfaatkan. Rakyat ingin melihat hukum tidak lagi tajam ke bawah, tumpul ke atas,” pungkasnya. (Red)