HALSEL, Malutline.com Para siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Halmahera Selatan mengeluhkan aktivitas bengkel yang beroperasi di area lingkungan sekolah mereka. Keberadaan bengkel tersebut disebut sangat mengganggu proses belajar mengajar dan mengurangi kenyamanan para siswa yang seharusnya mendapat suasana tenang dan kondusif untuk belajar.

informasi yang dihimpun media ini lahan tempat berdirinya bengkel itu merupakan bagian dari aset sekolah yang diduga dikontrakkan oleh pihak sekolah kepada pemilik bengkel. Akibatnya, aktivitas perbaikan kendaraan bermotor berlangsung setiap hari di dalam lingkungan sekolah, menimbulkan kebisingan dan polusi udara dari suara mesin serta bau oli dan bahan bakar.

“Setiap kali jam pelajaran berlangsung, suara mesin dan palu dari bengkel sangat keras. Anak-anak jadi sulit fokus belajar, bahkan ada yang tampak terganggu dan menutup telinga,” ungkap salah satu guru pendamping yang enggan disebut namanya.

Selain mengganggu proses belajar, para orang tua siswa juga menyatakan keprihatinan mereka. Menurut mereka, lingkungan sekolah seharusnya steril dari aktivitas ekonomi yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan anak-anak, terlebih siswa SLB yang membutuhkan perhatian dan ketenangan lebih dalam proses belajar.

“Kami minta pihak pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, agar menindaklanjuti persoalan ini. Kalau bisa, Gubernur Sherly jhoanda Laos langsung memberi teguran kepada kepala sekolah supaya bengkel itu tidak lagi beroperasi di dalam area sekolah,” ujar salah satu orang tua murid.

Para orang tua berharap, sekolah bisa kembali difungsikan sebagaimana mestinya — sebagai tempat belajar, bermain, dan pengembangan diri siswa tanpa gangguan dari kegiatan lain yang tidak relevan dengan dunia pendidikan.

Masyarakat juga meminta agar pengawasan terhadap pengelolaan aset sekolah diperketat, sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan lingkungan pendidikan untuk kepentingan pribadi atau komersial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan terkait izin dan dasar kontrak penggunaan lahan sekolah untuk aktivitas bengkel tersebut. (Jul/red)

LABUHA, Malutline — Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, meresmikan Madrasah Diniyyah (Madin) Alkhairaat Labuha, Kecamatan Bacan, Kamis (06/11/2025).

Peresmian sekolah yang mengusung tema “Alkhairaat Maju, Madin Tumbuh, Halmahera Selatan Senyum dan Berkah” itu dihadiri oleh Kabag Kesra Yudhi Eka Prasetia, pengurus Yayasan Alkhairaat, Komda Alkhairaat, Kepala Sekolah, dewan guru, serta orang tua murid.

Dalam sambutannya, Bupati Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua dan seluruh pengurus Yayasan Alkhairaat Labuha atas dedikasi serta komitmen mereka dalam memajukan dunia pendidikan di Negeri Saruma.

“Perkembangan zaman berjalan sangat cepat dan tantangan hari ini jauh berbeda dengan masa lalu. Karena itu, anak-anak kita harus diberikan fondasi dan bekal agama yang kuat,” tutur Bupati Bassam di hadapan hadirin.

Ia menekankan pentingnya pendidikan moral dan agama di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, Madrasah Diniyyah merupakan investasi jangka panjang bagi orang tua dan masyarakat.

“Ilmu yang diajarkan di Madin ini menjadi ladang pahala yang tidak akan pernah habis. Saya yakin, kehadiran Madrasah Diniyyah Alkhairaat akan mencetak generasi Qur’ani — beriman, berilmu, dan berkarakter di Halmahera Selatan,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Ketua Komda Alkhairaat Halmahera Selatan, Drs. H. Jusmin Dahlan, M.Si, menyebut kehadiran Madin Labuha menjadi langkah awal dalam memperluas pendidikan agama di seluruh kecamatan.

“Ini menjadi pilot project kami. Sebagai langkah awal, dimulai di Kecamatan Bacan, dan akan kami kembangkan ke seluruh kecamatan di Halmahera Selatan,” jelas Jusmin.

Mantan Kadis Sosial Halmahera Selatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bassam Kasuba yang telah menugaskan dua orang guru untuk membantu proses belajar mengajar di Madrasah Diniyyah tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bupati Bassam atas dukungannya. Ini bentuk perhatian nyata terhadap pendidikan agama di daerah kita,” ucap Jusmin penuh hormat.

Peresmian Madrasah Diniyyah Alkhairaat ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat karakter generasi muda Halmahera Selatan yang religius dan berakhlak mulia.(Red)

HALSEL, Malutline.com Kepala Desa Gaimu, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jemi Masambe, diduga kuat melakukan penyalahgunaan anggaran desa dengan menahan dan tidak membayarkan gaji perangkat desa selama hampir dua tahun anggaran.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa sejak tahun 2024 hingga 2025, para perangkat desa belum menerima gaji mereka secara penuh.

“Tahun 2024 saja masih ada enam bulan gaji yang belum dibayar. Sedangkan untuk tahun 2025, dari Januari sampai November baru satu bulan gaji yang dibayarkan,” ungkap sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Kondisi ini membuat sejumlah perangkat desa merasa kecewa dan resah. Mereka menilai kebijakan Kepala Desa Gaimu tidak transparan dan berpotensi merugikan hak-hak aparat desa yang telah bekerja menjalankan roda pemerintahan di tingkat kampung.

Menurut sumber lain, anggaran untuk pembayaran gaji perangkat desa seharusnya sudah dicairkan melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditransfer secara berkala dari pemerintah kabupaten ke rekening desa. Namun, hingga kini, para perangkat belum mengetahui secara pasti ke mana dana tersebut dialirkan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang dananya sudah cair, kenapa gaji kami tidak dibayar penuh? Ini sudah terlalu lama,” kata salah satu perangkat desa Gaimu dengan nada kesal.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Gane Timur Selatan mendesak agar Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera turun tangan melakukan audit keuangan di Desa Gaimu.

“Jangan sampai hak-hak perangkat desa terus dirampas. Kalau terbukti ada penyelewengan, aparat penegak hukum harus memproses sesuai ketentuan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kasus dugaan penyalahgunaan gaji perangkat desa ini menjadi sorotan publik karena menambah daftar panjang persoalan transparansi keuangan desa di wilayah Halmahera Selatan.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak menimbulkan gejolak sosial di tingkat desa

Sementara itu kapala desa Gaimu di komfirmasi media ini,ia menjelaskan baha di tahun 2024-2025 suda di audit oleh inspektorat Halsel singkatnya.(Jul)

LABUHA, Malutline — Di balik geliat kemajuan Halmahera Selatan, terselip kisah seorang pemimpin yang tak sekadar menjabat, tetapi menanamkan nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakannya. Dialah Dr. Muhammad Kasuba, bupati dua periode yang dikenal sebagai arsitek perubahan sosial di wilayah kepulauan ini.

Sejak awal kepemimpinannya, Dr. Kasuba menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan. Ia memulai langkah besar dengan dua kebijakan monumental: pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis. Dua program ini menjadi ikon kemajuan Halmahera Selatan dan menjadikan nama daerah itu harum hingga ke tingkat nasional.

“Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang keberpihakan kepada manusia,” begitu prinsip yang selalu ia pegang.

Bayangkan, tanpa program pendidikan gratis, ribuan anak di desa pesisir mungkin kehilangan masa depan. Tanpa layanan kesehatan gratis, banyak keluarga kecil harus menanggung derita karena tak mampu berobat. Namun, sejak tahun 2007, Dr. Kasuba mengubah kenyataan itu — memberi ruang bagi setiap warga untuk bermimpi dan hidup lebih layak.

Data menunjukkan bukti nyata. Angka partisipasi sekolah meningkat dari 72% menjadi 92%, sementara angka putus sekolah turun di bawah 5%. Lebih dari 600 mahasiswa Halsel berhasil menempuh kuliah di berbagai universitas ternama di Indonesia.

Di bidang kesehatan, hasilnya tak kalah mengesankan. Angka kematian ibu dan bayi menurun hingga 27%, dan akses layanan kesehatan menjangkau lebih dari 42 desa terpencil. Program pelayanan gratis itu benar-benar mengubah wajah pelayanan publik di Halmahera Selatan.

Sebagai bupati dua periode (2005–2015), Dr. Muhammad Kasuba menjalankan kebijakan berdasarkan visi nasional pembangunan manusia, namun dengan sentuhan lokal kepulauan. Ia menambah 150 tenaga medis, membangun 19 puskesmas baru, dan meluncurkan program beasiswa daerah yang membuka peluang pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga sederhana.

Dr. Kasuba dikenal sebagai pemimpin yang berwawasan kebangsaan, religius, dan berpihak pada kesejahteraan sosial. Ia percaya bahwa pembangunan sejati tidak diukur dari banyaknya bangunan, tetapi dari senyum anak-anak yang bisa sekolah tanpa cemas dan ibu-ibu yang bisa berobat tanpa takut biaya.

Kini, warisan kebijakan itu menjadi standar moral pemerintahan di Halmahera Selatan. Setiap pemimpin baru menjadikan pendidikan dan kesehatan gratis sebagai kompas kebijakan publik.

Masyarakat, tokoh pendidikan, hingga pejabat daerah bersama-sama menjaga keberlanjutan program tersebut — karena mereka tahu, itulah napas kesejahteraan rakyat.

Warisan kepemimpinan Dr. Muhammad Kasuba bukan hanya tentang program, melainkan tentang nilai kemanusiaan: bahwa kesejahteraan sejati dimulai dari manusia yang sehat dan berpendidikan.

Ia telah menunjukkan bahwa pemimpin sejati tidak hanya dikenang, tapi menginspirasi — menjadi teladan bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan membangun Halsel dengan hati dan cinta kepada rakyatnya. sumber data Dinas kesehatan dan pendidikan Halmahera Selatan.(Red)

LABUHA, Malutline- Suasana hangat dan penuh keakraban tampak mewarnai Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Rabu malam (5/11/2025). Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar acara ramah tamah dalam rangka menyambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Selatan yang baru, Tommy Busnarma, S.S., S.H., M.H.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIT tersebut diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan diakhiri dengan santap malam bersama seluruh tamu undangan. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antarunsur pemerintahan dan penegak hukum di “Bumi Saruma”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, Sekretaris Daerah Safiun Radjulan, Wakil Ketua DPRD, Kapolres Halmahera Selatan, Dandim 1509/Labuha, para pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda lainnya. Turut hadir pula perwakilan dari PT. GMM dan sejumlah tamu kehormatan.

Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kajari yang baru beserta istri, Ny. Jill Andriza Tommy, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Cabang Halmahera Selatan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Tommy Busnarma beserta ibu. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik di negeri yang kita cintai ini, Negeri Saruma,” ujar Bupati Bassam disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bassam juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan penegak hukum untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kerukunan di Halmahera Selatan.

“Dengan niat yang tulus, mari kita jaga kedamaian dan persaudaraan di Halmahera Selatan. Sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga stabilitas daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bassam berharap Kajari yang baru dapat melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin baik antara Kejaksaan Negeri dan Pemerintah Daerah, terutama dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan penegakan hukum yang humanis.

“Kami sangat berharap dapat berkolaborasi dengan semua pihak, demi kemajuan bersama untuk Halmahera Selatan yang kita banggakan,” tutupnya.

Sementara itu, dalam perkenalannya, Kajari Halmahera Selatan Tommy Busnarma menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Semoga kehadiran kami di Halmahera Selatan dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan mendukung terciptanya penegakan hukum yang adil dan berintegritas,” ungkap Tommy.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum di wilayah Halmahera Selatan.

Kegiatan ramah tamah ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diiringi dengan dialog ringan antara pimpinan daerah dan unsur Forkopimda. Momen tersebut menjadi simbol soliditas dan sinergi antarlembaga dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Dengan kehadiran Kajari baru, masyarakat Halmahera Selatan berharap akan lahir semangat baru dalam upaya penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. (red)