Labuha, Malutline.com – Meski telah menerima dana desa bernilai miliaran rupiah dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Desa Kaputusan, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara masih jauh dari kata layak. Sejumlah warga menilai pembangunan di desa tersebut tidak sebanding dengan besar anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Dana Desa (DD).

Kondisi Desa Masih Memprihatinkan, Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah fasilitas dasar di Desa Kaputusan Kecamatan Bacan masih jauh dari harapan masyarakat, Jalan lingkungan belum tertata, drainase tak berfungsi, dan sejumlah rumah warga masih tampak tidak layak huni.

Warga mengaku heran karena setiap tahun dana desa terus dikucurkan dalam jumlah besar, namun perubahan nyata belum terlihat.

“Sampai sekarang desa ini tetap terlihat kumuh. Jalan belum semua diaspal, drainase banyak tersumbat, bahkan beberapa program bantuan tidak jelas keberadaannya,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya, Jumat (7/11/2025).

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sulit mengetahui penggunaan pasti dana desa, karena laporan pertanggungjawaban (LPJ) tidak pernah dipublikasikan secara terbuka di papan informasi desa seperti yang diamanatkan peraturan pemerintah.

Pertanyaan atas Transparansi dan Akuntabilitas, Sejumlah tokoh masyarakat menilai, pemerintah desa kurang transparan dalam mengelola dana desa yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kalau dilihat dari jumlah anggarannya, mestinya Desa Kaputusan sudah lebih maju. Tapi sampai hari ini masih banyak wilayah yang tampak terbengkalai. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Warga juga menyoroti minimnya kegiatan pemberdayaan ekonomi dan sosial, padahal setiap tahun anggaran dana desa mencakup pos kegiatan seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Desakan Audit dari Inspektorat dan APH, Melihat kondisi tersebut, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun langsung melakukan audit terhadap pengelolaan dana desa Keputusan dalam tiga tahun terakhir yang di kelola oleh kades Milka Dadana

Menurut mereka, pemeriksaan menyeluruh sangat penting agar publik mengetahui apakah anggaran yang dikucurkan selama ini benar-benar terserap sesuai ketentuan, atau justru terjadi penyimpangan.

“Kami hanya minta keadilan. Dana desa itu uang rakyat. Kalau digunakan dengan benar, desa ini pasti sudah berubah,” ujar salah seorang warga lainnya Pemkab Halsel Diminta Evaluasi Kepala Desa Kaputusan Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Milka Dadana

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Desa Keputusan Milka Dadana.

Beberapa kalangan menilai, lemahnya pengawasan dan pelaporan menjadi salah satu penyebab kondisi desa tidak berkembang meski anggaran besar terus digelontorkan.

Sumber di lingkup DPMD menyebut, dana desa Kaputusan selama tiga tahun terakhir telah menembus angka miliaran rupiah, namun indikator kemajuan desa — baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan — tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Warga berharap ke depan Pemkab Halsel dapat meningkatkan pengawasan dan transparansi penggunaan dana desa, agar setiap rupiah benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Yang kami butuhkan bukan laporan di atas kertas, tapi hasil nyata. Jalan yang baik, lingkungan bersih, dan fasilitas umum yang bisa dipakai semua warga,” tegas seorang warga perempuan setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Keputusan Milka Dadana belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut maupun rincian penggunaan dana desa selama tahun 2024–2025. (Red)

Labuha, Malutline.com – Program pelayanan administrasi kependudukan jemput bola yang digagas Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mendapat apresiasi tinggi dari warga Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan.

Warga menilai langkah tersebut sangat membantu, terutama bagi para lanjut usia (lansia) yang selama ini kesulitan datang ke tempat pelayanan karena kondisi fisik dan jarak tempuh yang jauh.

Pelayanan Datang ke Rumah Warga, Kepala Desa Orimakurunga, Rusdi Sidik, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dan Helmi Umar Muksin yang terus mendorong pelayanan publik berbasis kemudahan dan pemerataan.

“Program perekaman e-KTP yang dilakukan langsung di rumah warga sangat membantu, terutama bagi warga lanjut usia yang tidak bisa berjalan jauh. Kami sangat berterima kasih karena petugas Capil datang langsung ke rumah-rumah untuk melakukan perekaman dan pendataan,” ujar Rusdi Sidik.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi warga Orimakurunga, tetapi juga membuktikan bahwa pelayanan publik Pemkab Halsel di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam kasuba dan Helmi Umar Muksin kini semakin dekat dengan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan khusus kepada Kepala Dinas Dukcapil Halsel, Kader Noh, yang dinilai cepat tanggap terhadap keluhan masyarakat.
Sebagai putra daerah asal Kayoa Selatan, Kader Noh disebut memahami betul kondisi sosial warga di wilayah kepulauan yang aksesnya cukup terbatas.

Menurut Rusdi, Kader Noh tidak hanya menindaklanjuti permintaan pelayanan di Kayoa Selatan khususnya di Desa orimakurunga, tetapi juga memastikan program serupa berjalan di seluruh desa di Kabupaten Halmahera Selatan sesuai keterangan para kades-kades lain di Halmahera Selatan.

“Beliau tidak membeda-bedakan wilayah. Semua desa mendapat pelayanan jemput bola, terutama bagi warga lanjut usia, disabilitas, dan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan,” ujarnya.

Pelayanan Inklusif untuk Semua Warga Kader Noh saat dikonfirmasi Jumat (7/11/2025) menyampaikan bahwa kegiatan perekaman e-KTP dan pelayanan administrasi kependudukan di rumah-rumah warga merupakan bagian dari program nasional pelayanan inklusif.
Tujuannya agar setiap warga negara, tanpa terkecuali, bisa memiliki dokumen identitas resmi seperti e-KTP, Kartu Keluarga (KK), maupun akta kelahiran.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat dari hak administrasi kependudukan. Baik itu lansia, masyarakat di daerah terpencil, maupun warga dengan keterbatasan fisik, semuanya berhak mendapatkan pelayanan yang sama,” tegas Kader Noh.

Ia juga menambahkan bahwa program jemput bola ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bassam Kasuba untuk memperluas jangkauan pelayanan publik hingga ke pelosok desa.

Langkah nyata yang dilakukan Disdukcapil Halsel ini menjadi bukti komitmen Pemkab Halmahera Selatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis, cepat, dan merata, Selain di Kecamatan Kayoa Selatan, pelayanan jemput bola serupa juga telah berjalan di berbagai kecamatan lainnya seperti Gane Barat, Obi, Bacan Timur, dan Mandioli.

Bupati Bassam Kasuba melalui berbagai kesempatan sebelumnya menegaskan bahwa pelayanan administrasi kependudukan adalah hak dasar setiap warga negara, dan pemerintah daerah berkewajiban memastikan hak tersebut terpenuhi tanpa hambatan jarak atau usia.

Dengan adanya program ini, warga Orimakurunga dan sekitarnya kini tidak hanya memiliki identitas resmi, tetapi juga merasakan kehadiran pemerintah yang benar-benar hadir dan melayani hingga ke pintu rumah rakyat. (Red)

Labuha, Malutline.com – Di bawah kepemimpinan Ikbal Hi. Mustafa, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Halmahera Selatan terus menunjukkan gebrakan nyata dalam meningkatkan kualitas tata ruang dan permukiman masyarakat. Sejumlah inovasi dan capaian strategis berhasil diraih, menjadikan Disperkim salah satu organisasi perangkat daerah yang paling aktif mendukung visi pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan.

Inovasi Digital Melalui Aplikasi “SITANGKAS” Salah satu terobosan besar yang digagas oleh Ikbal adalah peluncuran aplikasi “SITANGKAS” (Sistem Informasi Tanggap, Kolaboratif, dan Responsif).
Aplikasi ini dirancang untuk mendukung program penataan perumahan dan kawasan permukiman yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Dengan SITANGKAS, proses pencatatan aset, perencanaan tahunan, hingga pemetaan kawasan kumuh dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan, Inovasi ini pertama kali dipresentasikan dalam forum PIM II (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) sebagai bagian dari reformasi birokrasi menuju pemerintahan digital dan efisien.

Tak hanya sebatas sistem, program SITANGKAS juga menjadi strategi kunci dalam menata 12 kawasan kumuh seluas 299,40 hektare yang tersebar di lima kecamatan dalam wilayah perkotaan Halmahera Selatan.

Amankan DAK Sanitasi Rp 3 Miliar, Prestasi lainnya, Disperkim Halsel berhasil mengamankan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 3 miliar dari pemerintah pusat untuk program sanitasi tahun 2026.
Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan 75 unit jamban di tiga desa kategori stunting, masing-masing desa mendapatkan 25 unit dengan nilai Rp 40 juta per unit.

Yang menarik, pelaksanaan program ini dilakukan tanpa melibatkan pihak ketiga, tetapi langsung melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Langkah ini dinilai efektif mendorong partisipasi warga dan transparansi anggaran, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

Penataan Permukiman Berbasis Kebutuhan Nyata, Ikbal Mustafa juga dikenal sebagai pejabat yang menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Melalui SITANGKAS, Disperkim tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyusunan SOP, master plan, dokumen DED kawasan prioritas, serta penyusunan regulasi pendukung seperti SK Bupati dan Peraturan Bupati.

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 13.234 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan backlog perumahan sekitar 1.542 unit di wilayah Halmahera Selatan — data ini menjadi dasar utama perencanaan pembangunan berikutnya.

Kinerja yang Diakui dan Tantangan ke Depan dengan Berbagai terobosan yang digagas Ikbal menunjukkan komitmen kuat untuk membawa Disperkim Halsel menjadi instansi yang inovatif, responsif, dan transparan, Bahkan, di tengah pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD), ia tetap mampu menjaga kepercayaan pemerintah pusat melalui program-program yang tepat sasaran.

Namun, keberlanjutan program seperti SITANGKAS tetap membutuhkan koordinasi lintas sektor dan pengawasan yang ketat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

Dengan prestasi dan inovasi yang telah dilakukan, Ikbal Hi. Mustafa dinilai berhasil membawa wajah baru dalam tata kelola perumahan dan permukiman di Kabupaten Halmahera Selatan — sebuah langkah nyata menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)

LABUHA, Malutline.com – Gelaran Pekan Olahraga Bola Basket Antar Pelajar Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis malam (6/11/2025). Penutupan berlangsung meriah di Lapangan Basket Samargalila, Labuha, dengan semangat para atlet dan sorak penonton yang memenuhi arena pertandingan.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Selatan, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Saiful Turui. Hadir pula sejumlah pejabat dan tamu undangan penting, di antaranya perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Labuha, perwakilan Kapolres Halsel, perwakilan Dandim 1509/Labuha, Ketua KONI Halsel, Ketua KNPI Halsel, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, jajaran Dispora Halsel, para pelatih, serta panitia pelaksana.

Acara penutupan juga dirangkaikan dengan penyerahan medali, uang pembinaan, dan trofi kepada para pemenang dari kategori pelajar putra dan putri tingkat SMA dan SMP se-Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam sambutannya, Saiful Turui menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, panitia, dan pihak-pihak yang telah berperan menyukseskan turnamen ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting dalam mencari dan membina bibit unggul di bidang olahraga bola basket.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya turnamen Pekan Bola Basket Pelajar 2025 ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi ajang lahirnya atlet muda potensial dari Halsel,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan olahraga pelajar seperti ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan, karena selain mempererat kebersamaan antar pelajar, juga menumbuhkan semangat sportivitas dan jiwa kompetitif yang sehat.

“Kami berharap panitia dan pengurus cabang olahraga bola basket terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dispora untuk mengembangkan pembinaan olahraga di daerah ini,” tambah Saiful.

Di akhir sambutannya, Saiful menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga di “Bumi Saruma”.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Teruslah melakukan yang terbaik untuk kemajuan olahraga di Halmahera Selatan,” tutupnya.

Penutupan berlangsung penuh semangat dan kebanggaan, menandai berakhirnya kompetisi yang telah menghadirkan permainan terbaik dari para pelajar dan menjadi bukti bahwa generasi muda Halsel memiliki potensi besar untuk berprestasi di bidang olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional. (Red)

LABUHA, Malutline.com – Istri Bupati Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah, kembali menyampaikan pesan inspiratif penuh makna di momen Jumat Mubarak, 6 November 2025. Melalui unggahan yang menyejukkan hati, istri dari Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba ini mengajak masyarakat untuk selalu tersenyum tulus dan menjaga semangat dalam berbuat kebaikan.

Dalam unggahannya, Ny. Rifa’at menulis sepenggal bait indah yang sarat makna motivasi:

“Senyum terus senyum tulus,
bahagia menjadi rumus,
berdaya dan berusaha harus terus menerus,
karena melangkah untuk mencari berkah itu harus….”

Ungkapan yang disertai tagar #sebaitkatarifa, #jumatberkah, dan #masyaallahtabarakallah itu langsung mendapat banyak respons positif dari masyarakat Halmahera Selatan. Warganet menilai pesan sederhana tersebut mencerminkan pribadi yang lembut, berjiwa sosial tinggi, serta penuh semangat dalam menginspirasi kaum perempuan untuk tetap berdaya dan berusaha.

Pesan yang disampaikan Ny. Rifa’at Al Sa’adah juga menjadi ajakan moral agar masyarakat terus menebar senyum, bersyukur, dan berikhtiar dalam setiap langkah kehidupan, terutama di hari Jumat yang penuh berkah.

“Setiap senyum tulus adalah doa, dan setiap usaha yang disertai niat baik pasti akan membawa berkah,” tulisnya menutup pesan tersebut.

Selain dikenal aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah juga sering membagikan pesan spiritual dan motivasi di media sosialnya. Gaya komunikasinya yang santun dan penuh makna menjadikannya sosok inspiratif di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan perempuan dan generasi muda Halmahera Selatan.

Melalui pesan Jumat berkah itu, ia berharap seluruh masyarakat Halsel dapat memulai hari dengan hati gembira, pikiran positif, dan semangat menebar kebaikan di manapun berada. (Red)