LABUHA, Malutline.com Kecewa dan sedih menyelimuti ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Dari total 180 jamaah yang telah memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan, pemerintah pusat justru hanya menetapkan 7 orang untuk berangkat haji pada tahun 2026.
Lebih mengejutkan lagi, dari 7 kuota tersebut, 6 jamaah berhalangan berangkat sehingga pada akhirnya hanya 1 orang yang dipastikan akan menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026 mendatang.
Keputusan ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari keluarga jamaah, termasuk Sarafu Sangaji, kerabat salah satu CJH yang tertunda keberangkatannya. Ia menilai pemerintah kurang memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah kepulauan seperti Halsel.
“Kami semua sudah siap, sudah manasik dan pemeriksaan kesehatan. Tapi kuota tiba-tiba sangat kecil, hanya satu yang berangkat. Ini benar-benar mengecewakan. Kami minta pemerintah pusat melihat kondisi kami di daerah,” tegas Sarafu Sangaji kepada media, jumat (21/11/2025).
Sarafu menilai Pemkab Halsel dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara harus lebih aktif memperjuangkan penambahan kuota haji agar antrean tidak semakin panjang.
“Banyak dari mereka sudah lansia. Mereka takut tidak kebagian umur kalau terus menunggu, Tolong perjuangkan hak masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima,” tambahnya.
Ketidakpastian kuota haji ini menjadi ironi di tengah meningkatnya jumlah warga yang siap berangkat setiap tahunnya. Masyarakat berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi kebijakan agar ke depan lebih banyak jamaah Halsel yang dapat diberangkatkan sesuai kesiapan mereka. (Red)





