Ternate, Malutline- Panitia Gebyar Ekonomi Nusantara Kreatif (GENK’25) sukses menggelar Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat regional yang berlangsung lancar dan profesional. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Khairun, Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si, serta turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Muhsin N Bailusy, S.E., M.Si, dan Wakil Dekan III, Ruslan A. Kamis, S.E., M.M. Kehadiran para pimpinan universitas dan fakultas tersebut sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis menekankan pentingnya kegiatan seperti GENK’25 sebagai sarana pengembangan kualitas mahasiswa.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan fakultas, sehingga mereka dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi kegiatan lainnya yang mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Lomba debat ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, retorika, penyusunan argumentasi logis, serta kemampuan berbicara di depan publik. Selain melatih kecakapan komunikasi, kegiatan ini juga mendorong peserta berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah dengan pendekatan analitis—keterampilan yang sangat dibutuhkan di era globalisasi.

Tidak hanya berfokus pada persaingan, kegiatan ini juga menekankan nilai kolaborasi, kepemimpinan, dan inovasi. GENK’25 menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif mahasiswa, ketika mendapat dukungan penuh dari institusi, dapat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan berkelanjutan.

Dengan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk terus memperkuat kompetensi mahasiswa, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Khairun untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan mengembangkan potensi diri. GENK’25 memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, memperkuat kemampuan berpikir kritis, dan membangun kepercayaan diri—modal penting untuk menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional.

Melalui kerja keras panitia dan dukungan fakultas, GENK’25 diharapkan menjadi ajang inspiratif yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan inovasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda Universitas Khairun, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, untuk mempersiapkan diri menjadi profesional yang percaya diri, kompeten, dan siap menghadapi masa depan (GENK25)

Ternate Malutline.com Kasus penganiayaan terhadap pasangan suami-istri (pasutri) terjadi di Kelurahan Tobololo, Kota Ternate, pada Selasa malam, 18 November 2025. Kejadian ini bermula ketika korban, yang tengah mengantar pesanan kue usai salat Magrib, tiba-tiba dihadang seorang pria dalam kondisi diduga mabuk hingga berujung pemukulan dan pengeroyokan.

Korban menceritakan, ia dan suaminya berangkat dari Kampung Makassar Timur menuju rumah orang tuanya di Sulamadaha. Sambil melintas, mereka sekalian mengantar pesanan kue kepada seorang warga Tobololo. Namun, saat berhenti untuk menyerahkan pesanan, seorang pria yang tampak sedang mabuk mulai memprotes lampu motor korban yang dianggap “mengenainya”, padahal ia duduk di pinggir jalan dalam kondisi tidak stabil.

Setelah pesanan diberikan dan pasangan tersebut melanjutkan perjalanan, tiba-tiba pelaku berteriak makian bernada kasar. Korban yang tidak terima kemudian membalas ucapannya, namun hal itu justru memicu pelaku mengejar dan menyambar motor pasangan tersebut. Pelaku kemudian mencengkeram kerah baju suami korban.

Situasi memanas ketika pelaku menampar sang istri. Melihat istrinya dipukul, suami korban berusaha membela, sehingga terjadi baku hantam antara keduanya.

Beberapa warga sekitar sempat melerai, namun pelaku yang belum puas diduga mengambil batu dan kembali mencoba menyerang. Korban dan suaminya berupaya lari mencari perlindungan, namun di tengah jalan mereka justru mendapat lemparan batu lain dari warga yang tidak dikenal. Korban menyebut tidak terdapat upaya perlindungan dari sebagian warga sekitar.

“Suami saya sudah terjatuh tengkurap, saya bantu tarik bangun. Baru setelah itu ada tiga laki-laki yang bantu amankan kami ke rumah Pak RT,” ungkap korban.

Namun peristiwa tidak berhenti di situ. Korban menuturkan bahwa Babinsa setempat terkesan menganggap remeh situasi dan tidak segera memanggil pelaku untuk penyelesaian. Bahkan saat mereka berlindung di dalam rumah, pelaku diduga sempat masuk ke kamar tempat mereka menenangkan diri.

Korban menilai tidak ada langkah tegas dari aparat kelurahan maupun petugas keamanan setempat untuk mengamankan pelaku dan menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Akibat kejadian ini, suami korban mengalami luka-luka serius dan kini terbaring di rumah sakit. Korban berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus penganiayaan tersebut.

Peristiwa ini pun ramai mendapat sorotan publik setelah korban melaporkan kejadian tersebut melalui media sosial dan menandai akun resmi @humas_polres_ternate serta @fajakeho_id.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan dan upaya penanganan pelaku. (Red)

LABUHA, Malutline – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Bacan pada Senin malam menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan mengenai kabel jaringan listrik utama di jalur Bacan menuju Desa Kaputusan, Kecamatan Bacan. Akibatnya, aliran listrik menuju desa tersebut terputus total.

Selain memutus jaringan listrik, pohon yang roboh juga menutup penuh badan jalan sehingga akses Labuha–Kaputusan lumpuh total. Pengendara motor maupun mobil terpaksa berhenti dan menunggu karena jalur tidak dapat dilalui.

Hingga Selasa pagi, warga mengaku belum melihat adanya penanganan dari Pemerintah Daerah Halmahera Selatan maupun pihak PLN Halsel. Kondisi ini membuat masyarakat semakin resah karena listrik belum menyala dan jalan masih tertutup material pohon tumbang.

“Dari tadi malam sampai sekarang belum ada satupun petugas yang datang. Jalan masih tertutup dan listrik juga mati total,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Warga berharap Pemda Halsel, BPBD, dan PLN segera turun tangan untuk membersihkan pohon, memperbaiki jaringan listrik, dan membuka kembali akses jalan yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lapangan masih belum berubah. Pengendara balik di kedua sisi jalan, sementara warga yang tinggal di Desa Kaputusan dan sekitarnya masih mengalami pemadaman listrik tanpa kejelasan waktu perbaikan. (Sadi)

HALSEL, Malutline.com Polres Halsel Melalui Surat Telegram resmi Kapolda Malut dengan Nomor : ST/382 /XI/KEP./2025, Sejumlah Perwira di Jajaran Polda Maluku Utara dan Polres Jajaran terkena Mutasi Jabatan, termasuk Polres Halmahera Selatan.

Untuk Polres Halmahera Selatan terdapat 5 Perwira yang kini jabatannya resmi berganti dan 1 Perwira yang dilantik untuk mengisi jabatan kosong dalam kursi pejabat utama Polres Halsel.

Menigisi Jabatan Kabag Log Polres Halsel yang dalam beberapa bulan terakhir tidak diisi oleh Pejabat yang berstatus Perwira, AKP Sudarlin Lanone yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Log Polres Ternate resmi dilantik dalam Jabatan baru sebagai Kabag Log Polres Halmahera Selatan.

IPDA Fhileps Bitalessy yang sebelumnya menjabat sebagai Kaurbinopsnal Satresnarkoba Polres Halsel kini dilantik dalam Jabatan baru sebagai Kasikum (Kepala Seksi Hukum) Polres Halsel.

Kapolsek Gane Timur yang sebelumnya dijabat oleh IPDA Hamdan Taher, S.H., kini mendapat jabatan baru sebagai Pamin 4 Subagrenmin Dit Resnarkoba Polda Maluku Utara dan digantikan oleh IPDA Wery Joy Djela, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Propam Polres Halsel. Sedangkan Kasi Propam Polres Halsel kini diisi oleh IPDA Ikmal Hi. M. Abdjan, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kaurbinopsnal Sat Intelkam Polres Halsel.
Kemudian ada Kasat Binmas Polres yang sebelumnya dijabat oleh IPTU Heryadi kini mendapat jabatan baru sebagai Paur Subaganev Bagbinopsnal Dit Binmas Polda Maluku Utara, dan digantikan oleh AKP Abdul Haris Alwan yang sebelumnya menjabat sebagai Paur Salatpuan Subdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas Polda Maluku Utara.

Terakhir ada Kasat Lantas Polres Halsel, AKP Adil, S.Sos., S.Ap., M.Si yang digantikan oleh IPTU Irfan Muzaffar Sondani, S.Tr.K yang sebelumnya menjabat sebagai Panit 3 Sat PJR Dit Lantas Polda Maluku Utara. AKP Adil, S.Sos., S.Ap., M.Si mendapatkan jabatan baru sebagai Kasubagrenmin Ro SDM Polda Maluku Utara.

Selain memberikan selamat kepada para pejabat yang baru, Kapolres Halsel melalui amanatnya berharap kepada setiap pejabat baru agar dapat segera menyesuaikan diri dengan situasi Wilayah Hukum Polres Halmahera Selatan, Kapolres Halsel juga memberikan apresiasi kepada para pejabat yang lama atas dedikasi dalam setiap pelaksanaan tugas di Polres Halsel.

“Selamat bergabung untuk para pejabat baru di keluarga besar Polres Halmahera Selatan, tolong agar segera menyesuiakan diri dengan situasi di Wilayah Hukum Polres Halsel dan mohon kerja samanya dalam setiap pelaksanaan tugas. Untuk Pejabat yang lama saya ucapkan Terima Kasih yang setinggi-tingginya karena telah mengemban amanat Jabatan dengan baik selama bertugas di Polres Halmahera Selatan, saya sebagai Pimpinan sekali lagi sangat berterimakasih.” Ucap Kapolres Halsel.(Red)

Labuha, Malutline– Sejumlah warga Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan usai pelaksanaan kegiatan UMKM yang digelar di desa tersebut. Warga menilai panitia maupun peserta kegiatan kurang memperhatikan kebersihan dengan membiarkan berbagai barang dan sampah berserakan di lokasi.

Menurut warga, seusai kegiatan berakhir, masih tampak banyak barang yang tertinggal serta tumpukan sampah di sekitar area UMKM. Kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kotor, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan jatuhnya tanggung jawab pada para ibu-ibu penyapu jalan maupun petugas dari dinas kebersihan.

“Jangan kase tinggal barang-barang dan sampah di UMKM begitu. Torang lia sudah mulai ambur, tambah kotor, nanti yang susah itu ibu-ibu penyapu jalan dan dinas kebersihan,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Warga berharap panitia kegiatan maupun pelaku UMKM lebih bertanggung jawab dengan memastikan lokasi kegiatan tetap bersih setelah dipakai. Mereka juga meminta agar pemerintah desa memberikan imbauan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kegiatan bagus, tapi kebersihan juga penting. Jangan nanti yang bukan ikut kegiatan yang harus kerja ekstra bersihkan,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan Desa Tembal. (Red)