LABUHA, Malutline — Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menegaskan komitmennya sebagai daerah yang serius membangun tata kelola pemerintahan bersih dan transparan. Tahun 2025 ini, Halsel berhasil mempertahankan posisi sebagai daerah Zona Hijau dalam penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) atau Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Tak hanya masuk Zona Hijau, Halsel juga mengamankan posisi peringkat ketiga di antara seluruh daerah di Provinsi Maluku Utara dengan nilai 80 persen—prestasi yang mencerminkan keberhasilan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.
Peringkat ini hanya terpaut dari Kota Ternate yang berada di posisi kedua, sementara daerah lain masih berjuang keluar dari zona penilaian yang lebih rendah.
Delapan Area Intervensi KPK yang Berhasil Dipenuhi, Plt Kepala BPBPKAD Halsel, Farid Husen, menjelaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja instan, melainkan akumulasi dari pembenahan sistem dan peningkatan kinerja di seluruh tingkat birokrasi pemerintah daerah.
KPK menilai delapan aspek penting, 1. Perencanaan Pembangunan Daerah
2. Penganggaran yang Transparan
3. Pengadaan Barang dan Jasa
4. Pengawasan APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah)
5. Pelayanan Publik
6. Manajemen ASN
7. Pengelolaan Barang Milik Daerah
8. Optimalisasi Pajak Daerah
“Dari total delapan area intervensi KPK, Halmahera Selatan masuk urutan ketiga dengan skor 80 persen. Artinya Halsel masih berada di Zona Hijau dalam penilaian KPK tahun ini,” jelas Farid.
Bassam Apresiasi Kekompakan OPD ‘Ini Prestasi Kolektif’ Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menurutnya telah menunjukkan kekompakan dalam memenuhi data, melakukan perbaikan sistem, dan memperkuat integritas pelayanan publik.
“Ini bukan hanya capaian pemerintah daerah, tapi kerja keras semua OPD yang kompak memberikan yang terbaik. Tahun ini kita berada di posisi tiga besar, dan itu menunjukkan kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Bupati Bassam.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan akhir dari perjuangan. Pemerintahnya akan terus menata sistem agar perbaikan dilakukan secara berkelanjutan.
“Capaian ini baik, tapi harus terus ditingkatkan. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Target kami, penilaian 2026 bisa lebih tinggi lagi,” tegasnya.
Halsel Jadi Contoh Reformasi Birokrasi di Maluku Utara, Dengan konsisten berada di peringkat tiga besar, Halsel kini menjadi salah satu daerah rujukan di Maluku Utara dalam hal pencegahan korupsi dan pembenahan tata kelola. Banyak daerah lain mulai meniru langkah-langkah digitalisasi, keterbukaan informasi, serta pola pengawasan yang diterapkan pemerintah Halsel selama dua tahun terakhir.
Masyarakat pun mulai merasakan dampak positif dari reformasi ini—mulai dari pelayanan publik yang lebih cepat dan terukur, sistem administrasi yang transparan, hingga pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel.
Komitmen Pemerintahan Bassam–Helmi: Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat, Prestasi Zona Hijau KPK 2025 ini semakin memperkuat citra pemerintahan Bassam–Helmi sebagai pasangan kepala daerah yang fokus pada integritas dan tata kelola yang baik. Bagi masyarakat Halmahera Selatan, capaian ini bukan hanya angka, tetapi bukti nyata bahwa pemerintahan terus berbenah dan bergerak ke arah yang lebih baik.
Dengan prestasi ini, Halsel kembali menegaskan diri sebagai daerah yang siap melaju lebih jauh dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada rakyat. (Red)





