HALTENG, Malutline— Polemik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku Utara Tahun 2026 kembali menuai sorotan tajam dari kalangan buruh. Kali ini kritik keras datang melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, oleh Rico Tude, buruh sekaligus pengurus Serikat PPB-KASBI PT IWIP.

Dalam surat terbukanya, Rico menilai kebijakan pengupahan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara justru berbanding terbalik dengan capaian ekonomi daerah yang dibanggakan pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 33,19 persen (YoY), tertinggi di Indonesia. Namun ironisnya, upah buruh justru ditetapkan jauh di bawah standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL),” tulis Rico dalam suratnya, Kamis (25/12/2025).
UMP 2026 Jauh di Bawah KHL
Rico memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Maluku Utara mencapai Rp4.431.339. Sementara itu, melalui SK Gubernur No

524/KPTS/MU/2025 yang diterbitkan pada 23 Desember 2025, UMP Maluku Utara 2026 hanya ditetapkan sebesar Rp3.510.240, naik sekitar 3 persen dari UMP 2025 yang sebesar Rp3.408.000.

Tak hanya UMP, upah sektoral juga dinilai minim, Sektor Pertambangan Nikel naik 2 persen menjadi Rp3.721.423, Sektor Industri Pengolahan Logam naik 2,7 persen menjadi Rp3.512.866 “Semua angka ini jelas masih jauh di bawah standar KHL,” tegas Rico, Dinilai Bertentangan dengan PP 49 Tahun 2025

Rico juga menyoroti bahwa penetapan upah tersebut dinilai tidak mengacu pada PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang pengupahan. Dalam regulasi tersebut, rumusan kenaikan upah didasarkan pada:
Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi × Nilai Alfa)

Dengan inflasi Maluku Utara tercatat -0,17 persen dan pertumbuhan ekonomi 33,19 persen, bahkan jika menggunakan nilai alfa terendah 0,5, seharusnya UMP 2026 berada di kisaran Rp3.967.934, masih jauh lebih tinggi dibandingkan UMP yang ditetapkan pemerintah.

Apalagi jika menggunakan nilai alfa 0,9, UMP seharusnya mendekati angka KHL, yakni sekitar Rp4,42 juta “Ini memperjelas bahwa rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi yang disahkan melalui SK Gubernur tidak memiliki dasar legal standing yang kuat,” tegasnya.

Buruh Dipaksa Lembur, Risiko Kecelakaan Mengintai, Lebih jauh, Rico menggambarkan dampak nyata dari rendahnya upah bagi buruh industri, khususnya di sektor pertambangan dan pengolahan logam, Menurutnya, UMP yang rendah memaksa buruh bekerja 14–15 jam per hari demi mencukupi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kelelahan dan kecelakaan kerja.

“Hampir setiap hari ada buruh yang kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Banyak di antaranya disebabkan faktor kelelahan. Ada keringat dan darah buruh di balik pertumbuhan ekonomi 33,19 persen itu,” tulis Rico dengan nada getir.
Dibandingkan Morowali, Maluku Utara Tertinggal

Rico juga meminta Gubernur Maluku Utara membandingkan kebijakan upah di Maluku Utara dengan daerah industri sejenis seperti Morowali, Sulawesi Tengah.
“Malu Bu, kalau UMP, UMSP, dan UMSK Maluku Utara masih kalah jauh dibandingkan daerah tetangga yang industrinya sama,” ujarnya.

Prestasi bagi Pejabat, Keprihatinan bagi Buruh, Surat terbuka itu ditutup dengan kalimat yang menyentil tajam kebijakan pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada pekerja.

“Pertumbuhan ekonomi 33,19 persen adalah prestasi bagi pejabat, tapi menjadi keprihatinan mendalam bagi kaum buruh,” pungkas Rico.

Surat terbuka tersebut menjadi penanda kuat bahwa di balik gemerlap angka pertumbuhan ekonomi, masih tersimpan persoalan mendasar soal keadilan upah dan kesejahteraan buruh di Maluku Utara. (Red)

LABUHA, Malutline— Perayaan Natal 25 Desember 2025 di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung dengan penuh khidmat dan rasa aman. Di Gereja El Roi, Desa Tomori, suasana ibadah berjalan tertib berkat pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan aparat kepolisian.

Melalui laporan langsung di lapangan, Aipda Rhandy Suryatama menyampaikan bahwa arus lalu lintas di sekitar gereja terpantau ramai namun tetap lancar. Sejak pagi hari, personel Sat Lantas Polres Halmahera Selatan telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengatur kendaraan jemaat yang datang dan pulang dari lokasi ibadah.

Selain mengatur arus lalu lintas, aparat kepolisian juga membantu penyeberangan jemaat serta menjaga area parkir agar tetap tertib. Kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman, sehingga jemaat dapat menjalankan ibadah Natal dengan tenang dan penuh sukacita.

“Situasi sampai saat ini aman dan terkendali. Tidak ada gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas,” ungkap Aipda Rhandy dalam live report-nya dari lokasi pengamanan.
Pengamanan Natal ini merupakan bagian dari komitmen Polres Halmahera Selatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.

Dengan pendekatan humanis dan pengaturan yang tertib, kepolisian berupaya menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah perayaan Natal.
Hingga ibadah selesai, kondisi di sekitar Gereja El Roi Desa Tomori tetap kondusif. Jemaat pun mengapresiasi kehadiran aparat kepolisian yang dinilai sigap dan responsif dalam menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas.

Perayaan Natal di Halmahera Selatan pun berlangsung dalam suasana aman, damai, dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat. (Red)

LABUHA, Malutline — Upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat kembali menuai apresiasi. Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Laluin yang berada di Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, kini telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, memastikan bahwa seluruh pekerjaan peningkatan SPAM Laluin telah selesai sesuai perencanaan.
“Alhamdulillah, peningkatan SPAM Laluin telah selesai, Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan pelayanan air bersih yang lebih optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Soleman.

Rampungnya proyek tersebut disambut antusias oleh masyarakat Laluin dan sekitarnya. Warga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, yang dinilai konsisten memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih.

Menurut warga, sebelum dilakukan peningkatan SPAM, pasokan air bersih kerap mengalami gangguan. Kini, setelah pekerjaan selesai, distribusi air mulai terasa lebih lancar dan stabil, sehingga sangat membantu kebutuhan rumah tangga, terutama bagi masyarakat pesisir Kayoa Selatan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote, yang dinilai bekerja maksimal dalam mendorong peningkatan pelayanan air bersih. Selain sebagai pimpinan PDAM, Soleman Bobote dikenal sebagai putra terbaik Kayoa Selatan (Makayoa) yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halaman dan kebutuhan masyarakatnya.

“Beliau bukan hanya menjalankan tugas sebagai direktur, tetapi juga menunjukkan kepedulian sebagai anak daerah yang ingin melihat masyarakat Kayoa Selatan mendapatkan pelayanan air bersih yang layak,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Laluin.

Pemerintah Daerah berharap dengan selesainya peningkatan SPAM Laluin ini, kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, serta menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pembangunan infrastruktur dasar yang merata hingga ke wilayah kepulauan.

Pemkab Halsel bersama PDAM juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memelihara fasilitas SPAM yang telah dibangun, agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi ke depan. (Bur)

LABUHA, Malutline — Kehadiran personel Satuan Lalu Lintas (Polantas) bersama unsur pengamanan Polres Halmahera Selatan dalam mengamankan jalannya ibadah mendapat pujian dan apresiasi dari para jemaat gereja di wilayah Bacan, Bacan Selatan, dan Bacan Timur.

Para jemaat menilai pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan aparat kepolisian sangat membantu menciptakan suasana ibadah yang aman, tertib, dan penuh kenyamanan. Arus lalu lintas di sekitar gereja terpantau lancar, sementara jemaat merasa tenang saat datang maupun pulang dari tempat ibadah.

“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran polisi. Pengaturan lalu lintas rapi dan kami bisa beribadah dengan tenang,” ujar salah satu jemaat usai mengikuti ibadah.

Personel Polantas tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga membantu penyeberangan jemaat, menjaga area parkir, serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama kegiatan ibadah berlangsung.

Apresiasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam momen keagamaan, sangat dirasakan manfaatnya. Para jemaat berharap pelayanan dan pengamanan yang humanis seperti ini terus dipertahankan demi menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Halmahera Selatan. (Red)

HALSEL,Malutline- Halmahera Selatan — Suasana duka dan cemas menyelimuti sebuah keluarga nelayan di Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, setelah salah satu anggota keluarga mereka dilaporkan hilang saat melaut di perairan sekitar Pulau Bacan.

Nelayan tersebut diketahui bernama Hamsa La Iya, warga Gandasuli. Ia dilaporkan berangkat melaut pada Rabu, 24 Desember 2025, sekitar pukul 04.00 WIT dini hari. Namun hingga kini, Hamsa belum kembali ke rumah.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah beredar kabar bahwa jonson (perahu kecil) yang digunakan korban ditemukan dalam kondisi hanyut, sementara mesin gandeng dua yang dibawanya raib.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah mesin tersebut hilang akibat kecelakaan di laut, kerusakan, atau kemungkinan lain, termasuk dugaan perampokan. Yang paling mengkhawatirkan, keberadaan Hamsa La Iya juga belum diketahui.

Pihak keluarga menyampaikan harapan besar kepada seluruh masyarakat, khususnya basodara di wilayah timur Pulau Bacan dan sekitarnya, maupun siapa saja yang berada di pesisir pantai atau perairan Maluku Utara, agar segera memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami sangat berharap siapa pun yang melihat atau menemukan beliau dalam kondisi terdampar atau membutuhkan pertolongan, mohon segera menghubungi pihak keluarga,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada penuh harap.

Saat ini, keluarga bersama warga setempat bersiap untuk menyusuri sepanjang pesisir pantai, sembari berdoa agar Hamsa La Iya ditemukan dalam keadaan selamat. Doa dan dukungan terus dipanjatkan agar nelayan tersebut bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi para nelayan saat mencari nafkah di laut, serta pentingnya solidaritas dan kepedulian bersama dalam situasi darurat seperti ini.
Keluarga berharap perhatian dan bantuan dari semua pihak, sembari terus memanjatkan doa agar Hamsa La Iya diberikan keselamatan dan perlindungan. (Red)