TERNATE, Malutline – Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Khatam Qur’an dan Wisuda Santri TPQ Al-Badru Angkatan XVII Kota Ternate serta TPQ Nurul Hijrah Angkatan Pertama Tahun 2026, yang digelar di Aula Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BLVP), Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Minggu (11/1/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an di Tengah Krisis Moral dan Akhlak Generasi Muda”, sebagai refleksi pentingnya nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter generasi penerus di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para santri yang telah berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya capaian akademik keagamaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab bagi generasi muda.
“Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan moral saat ini, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup. Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah harapan masa depan Kota Ternate, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Wali Kota.
Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada para ustaz dan ustazah, pengelola TPQ, serta orang tua santri yang telah berperan besar dalam membina dan mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dalam mendukung visi Ternate sebagai Kota Bahagia yang berlandaskan nilai religius dan budaya.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para santri, prosesi khatam, serta penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi. Kehadiran keluarga santri dan tokoh masyarakat semakin menambah semarak suasana.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ternate berharap lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan menjadi benteng moral bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas Ternate sebagai Kota Rempah yang religius, berbudaya, dan berdaya saing. (Haji/red)



Para nelayan Desa Posi-Posi menyambut panen perdana ini dengan penuh rasa syukur, Mereka menilai program Agromaritim bukan sekadar bantuan, tetapi jalan menuju kemandirian ekonomi desa, sekaligus memotivasi generasi muda untuk kembali melirik sektor kelautan sebagai peluang masa depan.


