LABUHA, Malutline – Pemerintah kembali melakukan penyesuaian penting dalam administrasi kependudukan, Melalui Permendagri Nomor 6 Tahun 2026, yang merupakan perubahan atas Permendagri Nomor 109 Tahun 2019, kini penulisan status pekerjaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada dokumen kependudukan resmi diseragamkan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

Kebijakan ini membawa perubahan pada dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), khususnya pada kolom pekerjaan.
Dari PNS/PPPK Menjadi ASN
Sebelumnya, pada kolom pekerjaan di KTP dan KK tertulis secara spesifik:
PNS (Pegawai Negeri Sipil)
PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)

Namun dengan aturan terbaru, penulisan tersebut kini disederhanakan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) Jika diperlukan untuk kepentingan tertentu, dapat ditambahkan keterangan penjelas seperti ASN (PNS) ASN (PPPK) Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penyeragaman istilah sekaligus memperkuat identitas Aparatur Sipil Negara secara menyeluruh dalam sistem administrasi kependudukan.

Mendorong Konsistensi Data Nasional
Perubahan ini bukan sekadar penggantian istilah, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konsistensi dan integrasi data kependudukan secara nasional. Dengan satu istilah yang seragam, proses administrasi, verifikasi data, hingga pelayanan publik di berbagai instansi menjadi lebih sederhana dan efisien.

Penyeragaman ini juga sejalan dengan konsep besar manajemen ASN, di mana PNS dan PPPK sama-sama berada dalam satu payung hukum sebagai Aparatur Sipil Negara.

Dampak bagi ASN Bagi para PNS dan PPPK, perubahan ini tidak memengaruhi status kepegawaian, hak, maupun kewajiban. Yang berubah hanya redaksi pada dokumen kependudukan. Artinya, tidak ada proses pergantian status kerja, melainkan penyesuaian istilah administratif pada KTP dan KK.

Masyarakat yang berstatus PNS atau PPPK tidak perlu khawatir. Pembaruan ini akan mengikuti mekanisme pembaruan data kependudukan sesuai prosedur yang berlaku di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

Langkah Menuju Administrasi Modern
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam membangun sistem administrasi yang lebih modern, rapi, dan terintegrasi. Dengan istilah yang seragam, potensi kesalahan pencatatan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat basis data nasional.

Perubahan penulisan menjadi ASN di KTP dan KK juga mencerminkan semangat reformasi birokrasi yang menekankan kesetaraan dan profesionalisme seluruh aparatur negara.

Dengan terbitnya Permendagri Nomor 6 Tahun 2026 ini, pemerintah berharap tata kelola administrasi kependudukan semakin tertib, transparan, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan nasional.
Langkah kecil dalam penulisan, namun berdampak besar bagi keseragaman data dan pelayanan publik di Indonesia. (Red)

LABUHA, Malutline – Momen pernikahan adalah peristiwa sakral yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Setiap pasangan tentu menginginkan hari bahagia mereka berjalan sempurna, penuh kesan, dan dikenang sepanjang masa. Namun tak jarang, proses persiapan justru menjadi hal yang melelahkan karena harus mengurus banyak kebutuhan secara terpisah.

Kini, masyarakat Babang dan Halsel pada umumnya tak perlu lagi khawatir, Hadir “Chinta Wedding Gallery”, penyedia layanan pernikahan lengkap yang siap membantu mewujudkan pesta impian dengan konsep praktis, elegan, dan profesional. Mengusung slogan #nikahTanpaRibet, Chinta Wedding Gallery menawarkan kemudahan layanan terpadu dalam satu tempat.

Dekorasi Mewah, Estetik, dan Kekinian
Melalui layanan unggulan Chintadecoration, setiap detail dekorasi dirancang dengan penuh ketelitian dan sentuhan seni. Tim kreatif Chinta Wedding Gallery memahami bahwa setiap pasangan memiliki impian dan konsep berbeda. Karena itu, mereka menyediakan berbagai pilihan tema — mulai dari modern minimalis, klasik elegan, hingga sentuhan adat tradisional yang sarat makna.

Perpaduan warna yang harmonis, backdrop pelaminan yang anggun, rangkaian bunga yang tertata indah, serta pencahayaan yang dramatis akan menciptakan suasana romantis dan memukau. Setiap sudut ruangan ditata agar tak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman bagi tamu undangan.

Tenda Berkualitas dengan Penataan Rapi
Untuk acara luar ruangan, Tendachinta hadir dengan pilihan tenda kokoh, bersih, dan tertata rapi. Tak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan, desain tenda juga disesuaikan agar tetap terlihat elegan dan menyatu dengan konsep dekorasi utama. Kerapian dan kebersihan menjadi prioritas utama demi kenyamanan seluruh tamu.

Audio Profesional, Suara Jernih dan Berkelas Tak lengkap rasanya sebuah pesta tanpa sistem suara yang prima. Melalui AudioChinta, setiap prosesi mulai dari akad nikah hingga resepsi akan terdengar jelas dan khidmat. Peralatan audio berkualitas dan operator berpengalaman memastikan jalannya acara tetap tertib, meriah, dan penuh kesan.

Pelayanan Ramah dan Konsultasi Fleksibel Selain menyediakan perlengkapan lengkap, Chinta Wedding Gallery juga dikenal dengan pelayanan yang ramah dan responsif. Calon pengantin dapat berkonsultasi langsung mengenai konsep, anggaran, serta kebutuhan acara lainnya. Tim akan membantu menyesuaikan paket sesuai kebutuhan tanpa mengurangi kualitas layanan.

Berlokasi strategis di Babang, Jln Pelabuhan (Apotek Chintya Farma), Chinta Wedding Gallery mudah dijangkau dan siap melayani pemesanan untuk berbagai jenis acara, tidak hanya pernikahan, tetapi juga acara keluarga, syukuran, hingga event formal lainnya.

Dengan pengalaman dan komitmen menghadirkan pelayanan terbaik, Chinta Wedding Gallery terus menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan acara tertata rapi, elegan, dan berkelas tanpa harus repot mengurus semuanya sendiri.
Bagi Anda yang tengah merencanakan hari bahagia, kini saatnya mempercayakan momen spesial tersebut kepada ahlinya.

📞 Info Pemesanan: 0822-7465-6340
Karena setiap kisah cinta pantas dirayakan dengan indah bersama Chinta Wedding Gallery.
✨ #nikahTanpaRibet
✨ #Tendachinta
✨ #Chintadecoration
✨ #AudioChinta

TERNATE, Malutline– Wacana peningkatan kualitas pelayanan jamaah haji Maluku Utara kembali mengemuka. Tokoh masyarakat Maluku Utara, Alwan Arif, menyampaikan gagasan strategis yang dinilai dapat membawa perubahan signifikan dalam sistem pemberangkatan haji, mulai dari kerja sama maskapai hingga penguatan fasilitas kesehatan daerah.

Menurut Alwan, sudah saatnya pemerintah membuka peluang kerja sama dengan Garuda Indonesia untuk melayani penerbangan jamaah haji asal Maluku Utara. Ia menilai maskapai nasional tersebut memiliki standar pelayanan full service yang mampu memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi jamaah lanjut usia yang mendominasi kuota haji setiap tahun.

“Jamaah haji kita harus mendapatkan pelayanan terbaik. Garuda memiliki pengalaman panjang dalam penerbangan haji dan standar kenyamanan yang teruji. Ini soal kualitas pelayanan dan penghormatan kepada tamu Allah,” tegas Alwan.

Ternate Dinilai Siap Tangani Karantina Kesehatan Tak hanya soal maskapai, Alwan juga menyoroti tahapan pemeriksaan kesehatan terakhir atau karantina yang selama ini dilakukan di luar daerah. Ia mengusulkan agar proses tersebut dipusatkan di Ternate.

Menurutnya, fasilitas kesehatan di Maluku Utara kini jauh lebih siap, termasuk meningkatnya kapasitas Balai Karantina Kesehatan Ternate yang telah naik kelas.

“Kalau ada jamaah dengan kondisi kesehatan yang perlu penanganan, cukup distabilisasi di RS Ternate. Setelah dinyatakan layak terbang, bisa langsung diberangkatkan. Tidak perlu lagi menunggu lama di luar daerah,” ujarnya.
Usulan ini dinilai lebih efisien, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun beban psikologis jamaah yang harus meninggalkan keluarga lebih lama.

Asrama Haji Ternate Diusulkan Jadi Embarkasi Transit Gagasan yang tak kalah penting adalah mendorong Asrama Haji Ternate agar ditetapkan sebagai embarkasi transit. Dengan skema ini, jamaah haji Maluku Utara tidak perlu lagi menginap lama di Asrama Haji Makassar.

Dalam konsep tersebut, jamaah akan menyelesaikan seluruh proses administrasi dan pemeriksaan akhir di Ternate, kemudian terbang menuju Makassar dan hanya transit beberapa jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah.

Model ini diyakini akan Mengurangi kelelahan jamaah, terutama lansia, Mempercepat proses keberangkatan. Meningkatkan efisiensi anggaran, Meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat masa tunggu panjang Momentum Perbaikan Sistem Haji Malut

Alwan menegaskan, usulan tersebut bukan sekadar wacana, tetapi bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan keselamatan jamaah haji Maluku Utara. Ia berharap pemerintah daerah bersama Kementerian Agama dapat mengkaji secara serius kesiapan Ternate menjadi embarkasi transit.

“Kalau fasilitas sudah siap, SDM ada, dan regulasi memungkinkan, kenapa tidak kita perjuangkan? Sudah waktunya Maluku Utara naik kelas dalam pelayanan haji,” pungkasnya.

Gagasan ini pun mendapat perhatian berbagai kalangan, mengingat setiap tahun ratusan jamaah haji asal Maluku Utara harus menjalani perjalanan panjang sebelum tiba di Tanah Suci. Dengan sistem yang lebih efisien dan terintegrasi di daerah sendiri, pelayanan haji Maluku Utara diharapkan semakin bermartabat, nyaman, dan berkualitas. (Red)

LABUHA, Malutline – Data ditarik per 22 Februari 2026 Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara dalam menyukseskan Pelayanan KB Serentak Awal Tahun (PANTAUKB) 2026 membuahkan hasil membanggakan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Halmahera Selatan berhasil masuk dalam 15 besar terbaik capaian PBMKJP (Peserta Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) tingkat Provinsi Maluku Utara.

Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa pelayanan keluarga berencana di wilayah Halmahera Selatan terus menunjukkan peningkatan, baik dari sisi akses, partisipasi masyarakat, maupun kualitas pelayanan kesehatan.

Kerja Kolektif hingga Pelosok Desa
Keberhasilan tersebut bukanlah hasil kerja satu pihak semata. Sinergi antara OPD KB, puskesmas, rumah sakit, tempat praktik bidan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta penyuluh KB menjadi faktor utama pendorong capaian tersebut.

Mereka bergerak aktif menjangkau pasangan usia subur, memberikan edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga, serta memastikan pelayanan kontrasepsi jangka panjang tersedia dan mudah diakses.

Di berbagai kecamatan, pelayanan dilakukan secara serentak dengan pendekatan jemput bola. Penyuluhan digencarkan tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan masyarakat, posyandu, hingga kunjungan rumah. Upaya ini berdampak signifikan terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang lebih efektif dan berjangka panjang.

Strategis untuk Masa Depan Daerah
PBMKJP menjadi salah satu indikator penting dalam program Bangga Kencana karena berkontribusi langsung terhadap pengendalian pertumbuhan penduduk serta peningkatan kualitas keluarga. Metode kontrasepsi jangka panjang dinilai lebih efektif dalam menjaga jarak kelahiran dan mengurangi risiko kesehatan ibu serta anak.

Masuknya Halmahera Selatan dalam 15 besar terbaik menunjukkan bahwa arah kebijakan dan strategi pelayanan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat. Ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan capaian di periode berikutnya, dengan target menembus posisi 10 besar bahkan 5 besar tingkat provinsi.

Apresiasi untuk Seluruh Pejuang KB
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan, bidan, TPK, penyuluh KB, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan PANTAUKB 2026. Tanpa dedikasi dan kerja keras mereka di lapangan, capaian ini tidak akan terwujud.

Di tingkat provinsi, beberapa kabupaten/kota mencatat capaian tertinggi, di antaranya Kabupaten Kepulauan Sula sebagai Terbaik 1 PBMKJP, serta Kabupaten Pulau Taliabu yang juga menunjukkan performa signifikan, Namun bagi Halmahera Selatan, pencapaian masuk 15 besar merupakan fondasi kuat untuk peningkatan berkelanjutan.

Optimisme 2026 Dengan tren positif ini, Halmahera Selatan optimis pelayanan KB sepanjang tahun 2026 akan semakin meningkat. Kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat, termasuk peningkatan kapasitas tenaga lapangan dan perluasan akses pelayanan hingga wilayah kepulauan dan terpencil.

PANTAUKB 2026 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Bumi Saruma. (Red)

LABUHA, Malutline– Di saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa dan kebutuhan air bersih meningkat tajam, warga Desa Jiko Tamu Timur dan Kampung Buton, Kecamatan Obi, justru dihadapkan pada persoalan serius: melemahnya suplai air bersih akibat menurunnya kapasitas sumber air baku Tanah Merah.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Aliran air yang biasanya mengalir normal mulai mengecil, bahkan di sejumlah titik sempat tidak mengalir pada waktu-waktu tertentu. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan berat, terutama di bulan Ramadan ketika air menjadi kebutuhan utama untuk sahur, berbuka, hingga keperluan ibadah.

Menanggapi kondisi tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum Halmahera Selatan (PDAM Halsel) bergerak cepat. Tanpa menunda waktu, manajemen langsung menginstruksikan penanganan darurat dengan menurunkan personel teknis ke lokasi sumber air Tanah Merah, Desa Buton, Kecamatan Obi.

Tak hanya itu, satu unit pompa pendorong tekanan (booster) berkapasitas 18 liter per detik turut diberangkatkan untuk memperkuat tekanan dalam jaringan distribusi air.

Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, dalam keterangannya kepada wartawan melalui sambungan telepon pada Sabtu (21/02/2026), menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini kami menuju ke Obi untuk melakukan penanganan segera. Kami turunkan personel teknis serta satu unit pompa booster kapasitas 18 liter per detik agar tekanan air meningkat dan distribusi kembali normal. Doakan kami semoga semua berjalan sesuai rencana. Amin,” ujar Soleman.

Tekanan Air Melemah, Distribusi Terganggu Menurunnya debit sumber air baku Tanah Merah menjadi penyebab utama terganggunya distribusi, Ketika kapasitas air baku berkurang, tekanan dalam pipa otomatis melemah. Wilayah dengan jarak distribusi lebih jauh atau berada di dataran lebih tinggi menjadi yang paling terdampak.

Beberapa warga mengaku harus menampung air di malam hari ketika tekanan sedikit membaik Ada pula yang terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Solusi Teknis dan Evaluasi Menyeluruh
Pompa booster berkapasitas 18 liter per detik diharapkan mampu mendorong air dengan tekanan lebih kuat sehingga suplai dapat menjangkau seluruh pelanggan secara merata. Selain pemasangan pompa, tim teknis juga dijadwalkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa, sambungan distribusi, serta potensi kebocoran yang bisa memperparah kondisi.

Langkah ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi sistem distribusi air di wilayah Obi agar ke depan lebih tangguh menghadapi fluktuasi debit sumber air.

Komitmen Pelayanan di Momentum Ramadan menjadi pengingat bahwa pelayanan dasar seperti air bersih harus menjadi prioritas. PDAM Halsel menyadari betul bahwa ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi menyangkut kenyamanan, kesehatan, dan kelancaran ibadah masyarakat.

Kini, harapan warga tertuju pada kerja tim teknis di lapangan. Mereka berharap dalam waktu dekat aliran air kembali normal dan krisis ini segera teratasi.

Di tengah tantangan geografis dan kondisi sumber air yang menurun, langkah cepat PDAM Halsel menjadi angin segar bagi masyarakat Obi. Semoga upaya ini membuahkan hasil maksimal, sehingga Ramadan tetap dapat dijalani dengan tenang dan penuh kekhusyukan. (Red)