TIDOTE, Malutline – Front Anti Korupsi Indonesia atau FAKI Maluku Utara menegaskan akan membawa dugaan kasus korupsi proyek

Irigasi dan Bendungan Maidi–Hager di Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan ke tingkat nasional dengan melaporkannya langsung ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Langkah tersebut diambil karena FAKI menilai penanganan kasus dugaan korupsi proyek senilai kurang lebih Rp19 miliar yang bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023–2024 itu terkesan mandek di tingkat daerah.

Ketua FAKI Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, menilai Kejaksaan Tinggi Maluku Utara diduga tidak serius menindaklanjuti laporan masyarakat terkait proyek yang melekat pada Dinas PUPR Kota Tidore Kepulauan tersebut.

FAKI bahkan menduga ada upaya perlindungan terhadap kontraktor pelaksana proyek, Taib Dano, yang hingga kini belum tersentuh proses hukum meski proyek tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hanya sekitar satu tahun setelah selesai dikerjakan.

“Kasus ini akan kami laporkan langsung ke Kejaksaan Agung RI dan KPK RI karena kami menduga Kajati Maluku Utara masuk angin dalam penanganan perkara ini,” tegas Dani Haris Purnawan.

FAKI juga mengaku memperoleh informasi adanya dugaan kedekatan antara oknum petinggi di Kejaksaan dengan pihak kontraktor bermasalah. Bahkan disebutkan ada oknum petinggi dari Kejaksaan Agung yang diduga kerap bertamu ke kediaman kontraktor pelaksana proyek.

Menurut FAKI, kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya intervensi dan upaya melindungi pihak-pihak tertentu agar terhindar dari proses hukum.

“Bagaimana mungkin proyek miliaran rupiah yang rusak dalam waktu singkat belum juga diproses secara serius. Kami menduga ada pihak-pihak yang mencoba melindungi kontraktor pelaksana,” ujarnya.

FAKI menegaskan proyek bendungan dan jaringan irigasi tersebut seharusnya menjadi penunjang kebutuhan petani di wilayah Trans Maidi. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan proyek tidak berfungsi maksimal dan mengalami kerusakan berat.

Karena itu, FAKI meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera mengambil alih penanganan kasus tersebut demi menjamin independensi dan transparansi penegakan hukum.

Selain itu, FAKI mendesak agar seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor pelaksana, pejabat teknis hingga pihak lain yang diduga ikut bermain dalam proyek tersebut segera diperiksa dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Red)

HALTIM, Malutline— Proyek pembangunan jalan lingkungan permukiman di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, kembali menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp2,58 miliar itu dikeluhkan warga karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan asal jadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga bernama Viko asal Kota Ternate melalui CV. Alkila Abadi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, menegaskan pihaknya bakal membawa persoalan tersebut ke aparat penegak hukum.

Menurut Dani, proyek yang menggunakan anggaran negara miliaran rupiah wajib diawasi secara ketat agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi dan tidak merugikan masyarakat.

“Kami menerima banyak laporan dan keluhan masyarakat terkait kualitas pekerjaan proyek jalan tersebut. Karena itu FAKI Maluku Utara akan melaporkan persoalan ini ke aparat penegak hukum agar dilakukan penyelidikan,” tegas Dani Haris Purnawan, Senin (25/5/2026).

FAKI menyoroti metode pekerjaan lapen yang dinilai tidak sesuai teknis, mulai dari cairan aspal yang dibiarkan berhari-hari tanpa penaburan pasir hingga penggunaan material pasir kasar atau pasir geros yang diduga tidak sesuai standar pekerjaan jalan.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan pengawasan dari dinas terkait maupun konsultan pengawas proyek terhadap mutu pekerjaan yang menggunakan anggaran Rp2,58 miliar tersebut.

“Kalau benar pekerjaan tidak sesuai spesifikasi maka harus ada pemeriksaan menyeluruh. Jangan sampai proyek untuk masyarakat justru cepat rusak karena dikerjakan asal-asalan,” lanjut Dani.

LSM FAKI Maluku Utara berencana melaporkan persoalan tersebut ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kejaksaan Agung Republik Indonesia hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) agar dilakukan audit dan pemeriksaan terhadap pekerjaan proyek dimaksud.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun melakukan pengecekan lapangan sehingga kualitas pekerjaan dapat dipastikan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV. Alkila Abadi maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Halmahera Timur belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat dan rencana pelaporan tersebut. (Bur)

HALSEL, Malutline – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, masyarakat Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan menerima bantuan hewan kurban berupa belasan ekor sapi dari para dermawan dan sahibul kurban yang berada di Kota Ternate maupun Halmahera Selatan.

Bantuan hewan kurban tersebut disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat desa karena akan dibagikan kepada ratusan warga yang membutuhkan pada momentum Idul Adha tahun ini.

Merujuk laporan Panitia Kurban Desa Orimakurunga yang diketuai Imam Desa Orimakurunga, Saleh Hi Ali, para dermawan dan sahibul kurban menyumbangkan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama umat muslim.

“Para dermawan dan sahibul kurban menyumbangkan hewan kurban berupa belasan ekor sapi ke Desa Orimakurunga sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT,” tutur Saleh Hi Ali.

Ia menjelaskan, selain memiliki nilai spiritual dan ibadah, pelaksanaan kurban juga mengandung dimensi sosial yang sangat kuat, terutama dalam mempererat tali persaudaraan dan berbagi rezeki dengan masyarakat yang membutuhkan.

“Selain aspek spiritual tersebut, ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang kuat untuk berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan sesama umat muslim,” lanjutnya.

Menurut Saleh, semangat kebersamaan yang ditunjukkan para perantau asal Orimakurunga bersama ibu-ibu arisan Kota Ternate menjadi contoh nyata bahwa hubungan kekeluargaan dan kepedulian terhadap kampung halaman masih sangat terjaga.

Belasan ekor sapi kurban tersebut nantinya akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya dibagikan kepada lebih dari 200 kepala keluarga di Desa Orimakurunga.

Warga pun menyambut penuh antusias kedatangan hewan-hewan kurban tersebut. Sejak proses penurunan sapi hingga persiapan penyembelihan, masyarakat terlihat bergotong royong membantu panitia demi menyukseskan pelaksanaan kurban tahun ini.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa di tengah masyarakat. Banyak warga mengaku terharu atas perhatian para dermawan yang masih mengingat kampung halaman meskipun berada jauh di perantauan.

Salah satu tokoh masyarakat setempat menilai bantuan hewan kurban tersebut bukan sekadar pemberian daging, tetapi juga simbol kuatnya solidaritas sosial dan persaudaraan antar sesama umat muslim.

“Ibadah kurban ini mengajarkan keikhlasan, kepedulian dan kebersamaan. Semoga semangat seperti ini terus terjaga setiap tahun,” ujarnya.

Momentum Idul Adha di Desa Orimakurunga tahun ini pun diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai-nilai persaudaraan, gotong royong serta meningkatkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Red)

TIDOTE, Malutline – Front Anti Korupsi Indonesia atau FAKI Maluku Utara menegaskan akan membawa dugaan kasus korupsi proyek

Irigasi dan Bendungan Maidi–Hager di Kecamatan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan ke tingkat nasional dengan melaporkannya langsung ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Langkah tersebut diambil karena FAKI menilai penanganan kasus dugaan korupsi proyek senilai kurang lebih Rp19 miliar yang bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023–2024 itu terkesan mandek di tingkat daerah.

Ketua FAKI Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, menilai Kejaksaan Tinggi Maluku Utara diduga tidak serius menindaklanjuti laporan masyarakat terkait proyek yang melekat pada Dinas PUPR Kota Tidore Kepulauan tersebut.

FAKI bahkan menduga ada upaya perlindungan terhadap kontraktor pelaksana proyek, Taib Dano, yang hingga kini belum tersentuh proses hukum meski proyek tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hanya sekitar satu tahun setelah selesai dikerjakan.

“Kasus ini akan kami laporkan langsung ke Kejaksaan Agung RI dan KPK RI karena kami menduga Kajati Maluku Utara masuk angin dalam penanganan perkara ini,” tegas Dani Haris Purnawan.

FAKI juga mengaku memperoleh informasi adanya dugaan kedekatan antara oknum petinggi di Kejaksaan dengan pihak kontraktor bermasalah. Bahkan disebutkan ada oknum petinggi dari Kejaksaan Agung yang diduga kerap bertamu ke kediaman kontraktor pelaksana proyek.

Menurut FAKI, kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya intervensi dan upaya melindungi pihak-pihak tertentu agar terhindar dari proses hukum.

“Bagaimana mungkin proyek miliaran rupiah yang rusak dalam waktu singkat belum juga diproses secara serius. Kami menduga ada pihak-pihak yang mencoba melindungi kontraktor pelaksana,” ujarnya.

FAKI menegaskan proyek bendungan dan jaringan irigasi tersebut seharusnya menjadi penunjang kebutuhan petani di wilayah Trans Maidi. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan proyek tidak berfungsi maksimal dan mengalami kerusakan berat.

Karena itu, FAKI meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia segera mengambil alih penanganan kasus tersebut demi menjamin independensi dan transparansi penegakan hukum.

Selain itu, FAKI mendesak agar seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor pelaksana, pejabat teknis hingga pihak lain yang diduga ikut bermain dalam proyek tersebut segera diperiksa dan diproses sesuai hukum yang berlaku. (Red)

HALSEL, Malutline – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana di Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan mulai dipenuhi semangat kebersamaan dan persiapan ibadah kurban. Sejumlah sapi kurban baru didatangkan ke desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan kurban tahun ini.

Kedatangan hewan kurban itu disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat terlihat berkumpul menyaksikan proses penurunan sapi yang dibawa menggunakan kendaraan dan transportasi laut menuju desa.

Hewan-hewan kurban tersebut berasal dari bantuan ibu-ibu arisan Kota Ternate serta sejumlah warga asal Desa Orimakurunga yang saat ini menetap di Kota Ternate maupun wilayah Halmahera Selatan.

Total sebanyak 11 ekor sapi kurban berhasil didatangkan untuk masyarakat Desa Orimakurunga. Hewan-hewan tersebut nantinya akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan dagingnya dibagikan kepada lebih dari 200 kepala keluarga di desa tersebut.

Imam Masjid Nurul Takwa Desa Orimakurunga, Saleh Hi Ali, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi membantu masyarakat melalui bantuan hewan kurban.

“Kami sangat bersyukur karena tahun ini masyarakat kembali mendapat bantuan sapi kurban. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari warga Orimakurunga di perantauan dan ibu-ibu arisan di Kota Ternate,” ujarnya.

Menurut Saleh Hi Ali, momentum Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa saling peduli antar sesama.

Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban yang baru didatangkan tersebut dalam kondisi sehat dan telah dipersiapkan untuk pelaksanaan penyembelihan sesuai syariat Islam.

Warga pun terlihat bergotong royong membantu proses penempatan sapi serta mempersiapkan lokasi penyembelihan. Suasana kebersamaan begitu terasa, terutama karena masyarakat merasa terbantu dengan adanya bantuan hewan kurban di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup sulit.

Salah satu warga mengaku bersyukur karena hampir setiap tahun masyarakat Orimakurunga selalu mendapat perhatian dari para perantau asal desa tersebut.

“Kami bangga karena meskipun berada jauh di luar desa, mereka masih ingat kampung halaman dan terus membantu masyarakat,” ujar seorang warga.

Kegiatan kurban di Desa Orimakurunga sendiri telah menjadi tradisi tahunan yang selalu melibatkan partisipasi masyarakat dan para perantau. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya solidaritas sosial masyarakat Kayoa Selatan.

Dengan kedatangan sapi-sapi kurban tersebut, masyarakat kini mulai mempersiapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita dan harapan agar momentum keagamaan tahun ini membawa berkah bagi seluruh warga desa. (Red)