Tidore Kepulauan.MalutLine.Com

Pada Pembukaan Gurabati Open Turnamen (GOT) yang berlangsung di Kelurahan Gurabati, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dibuka langsung oleh Walikota Tikep Muhammad Sinen atau yang biasa di sapa Ayah Erick.

Dalam sambutannya Ayah Erick mengatakan turnamen ini sudah ada sejak Kota Tikep masih tergabung dalam Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan dirinya juga dulu ikut turnamen ini disini sebagai pemain Bola.

Lanjutnya, Stadion di Gurabati ini bisa sebagus ini semenjak di pimpin oleh Walikota “Sang Nahkoda” sebelumnya yakni Captain Ali Ibrahim, dan saat itu saya Wakil walikota nya,  Dan ketika saya Melanjutkan estafet Pemerintahan saat ini, maka saya pastikan bahwa GOT di tahun 2025 harus berjalan dengan Sukses.

“Maka Momentum ini mari masyarakat Kota Tidore Kepulauan bersama-sama bersatu kembali, jangan lagi ada sekat perbedaan ketika momentum plkada lalu, pilkada sudah selesai, mari kita bersama membangun Kota Tidore Kepulauan ke arah yang lebih baik Lagi,” serunya.

Pada Pembukaan Gurabati Open Turnamen kali ini di hadiri tamu khusus yaitu Sultan Tidore Husain Alting Syah, Walikota Ternate M. Tauhid Soleman, wakil walikota Ternate Nasri Abubakar, serta hadir pula dua Senator  Dapil Maluku Utara yakni anggota DPD RI ,Hasbi Yusuf dan juga anggota DPR RI,Al Qassam Kasuba.

Pada Awal Pembukaan GOT kali ini , pertandingan perdana mempertemukan Klub Sepakbola Boombastic FC ( Tanah Tinggi ,Ternate) vs PORAM (Mareku _ Tidore), Pertandingan berlangsung sangat sengit dan sportif, Kedua Tim menampilkan Kemampuan Terbaik mereka di sore ini , Sehingga Hasil pertandingan harus Puas  berbagi Angka sama 0-0.(Ikhsan)

Halsel, Malutline-Com – Sikap tak terpuji kembali di Tunjukan oleh kepala UPTD Puskesmas Bajo kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara (Malut)

Malkam Tendra, karena sebagai seorang Pemimpin pada UPTD Puskesmas Bajo harusnya mampu menjadi agen perubahan mampu berinteraksi memberikan pengaruh kepada bawahannya agar bawahannya,

bersemangat dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing bukan sebaliknya seorang pemimpin menunjukan sikap dengan cara membuliy salah seorang bawahannya dengan kata-kata sebutan stafnya kurus kerempeng di hadapan bawan yang lain sehingga kata-kata kepala Puskesmas tersebut di jadikan lelucon di puskesmas Bajo.

Persoalan ini berawal ketika Kepala Puskesmas (Kapus) Bajo kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan Malkam Tendra di Beritakan wartawan terkait dengan pengelolaan Dana Biayaya Operasional kesehatan (BOK),

puskesmas Bajo tidak sesuai petunjuk Teknis penggunaan Dana BOK Berdasarkan Peraturan menteri keuangan, (PMK) Peraturan Menteri kesehatan dan Peraturan Badan Pemeriksaan keuangan (BPK) sehingga salah seorang staf puskesmas menjadi sasaran kepala Puskesmas dengan kata-kata buly terhadap staf tersebut dengan sebutan Badan kurus kerempeng.

Selain diduga membuliy stafnya kepala Puskesmas juga menyampaikan kalau dirinya memiliki orang dalam lebih kuat di Pemda Halsel jadi jangan main-main jangan sampe staf yang bersangkutan saya berhentikan dari tenaga PTT di puskesmas Bajo, bahkan kapus Malkam tendra menyampaikan ke staf yang lain kalau staf yang di Buli berinsial A. T, akunya

Suaminya menghubungi pihak dinas kesehatan untuk memberikan staf berinsial A.T Mengelola Program di puskesmas Bajo padahal selama ini suaminya A.T hanya meminta ijin di puskesmas dan Dinas kesehatan saat dirinya sakit bukan meminta istrinya di berikan job pengelolaan program di puskesmas Bajo.

“Sementara itu suami dari staf puskesmas A.T berinsial A.A kepada Malutline Rabu (09/04/3024) mengecam sikap Kepala Puskesmas Bajo Malkam tendra yang sampaikan hal-hal yang

tidak pantas di sampaikan di Rapat internal puskesmas di hadapan seluruh staf puskesmas mengatakan kalau suami dari A.T selalu menghubungi pihak Dinkes agar istrinya di berikan job untuk mengelola Program pada puskesmas Bajo, itu tidak benar bahkan iya sesalkan sikap kapus yang menunjukan sikap bukan seorang pemimpin yang miliki management kepemimpinan yang baik karena membuli istrinya dengan kata-kata yang tidak pantas di sampaikan dengan kata-kata kurus kerempeng”.ucapnya

“Ia mengatakan kalau istrinya kurus bukan karena mau mengelola program di puskesmas lalu istrinya tidak di berikan job untuk mengelola program lalu kurus bukan tapi istrinya tersebut kurus karena fisik bawaannya memang kurus bukan karena mau pegang program puskesmas lalu tidak pegang program puskesmas lantas kurus seperti yang di sampaikan oleh kepala Puskesmas malkam tendra di saat rapat internal puskesmas Bajo” pungkasnya(red)

Halsel , Malutline-Com Merasa sangat dekat dengan orang penting termasuk dekat dengan Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, kepala UPTD Puskesmas Bajo kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan, Malkam Tendra, S.Km,

mengancam akan mengeluarkan salah seorang staf PTT pada puskesmas Bajo kecamatan Botang lomang kabupaten Halmahera Selatan provinsi Maluku Utara (Malut)

“Hal ini di sampaikan kepala Puskesmas Bajo malkam Tendra kepada sejumlah staf puskesmas Bajo Selasa (08/04/2024) Mengatakan kalau Selama ini terkait pemberitaan yang di muat di sejumlah media

online terkait dengan puskesmas Bajo itu bersumber dari istri oknom wartawan berinsial A.T yang bertugas di puskesmas Bajo, sehingga bersangkutan pernah saya laporkan ke dinas kesehatan karena tidak masuk kerja dengan alasan keluarganya sakit sehingga gajinya di tahan oleh dinas kesehatan”.ungkapnya

“Ia mengatakan jika yang bersangkutan belum kapok dan memberikan informasi kepada wartawan atas kinerja dan penggunaan, anggaran BOK di puskesmas Bajo maka yang bersangkutan akan saya rekomendasikan dan laporkan ke dinas kesehatan untuk di berhentikan dari pegawai tidak tetap (PTT)

pada UPTD Puskesmas Bajo, pihaknya juga bersedia di periksa oleh Badan Pemeriksaan keuangan (BPK) Republik Indonesian (RI) Perwakilan Maluku Utara atas penggunaan Anggaran Dana BOK selama dirinya menjabat sebagai kepala Puskesmas” Ujarnya

“karena Pemberitaan terkait dirinya menggunakan Anggara Dana Biayaya Operasional Kesehatan (Bok) itu tidak sesuai petunjuk teknis penggunaan Dana BOK itu tidak benar karena pemberian insentif para,

pengelola program dan pelaksana program pada puskesmas Bajo nanti besaran insentifnya di kroscek dengan puskesmas lain mungkin Bajo lebih besar di bandingkan dengan puskesmas lain baik insentif pengelola program maupun insentif pelaksana program pada puskesmas” Bajo.

“Perlu di ketahui Program di setiap puskesmas Meliputi Program Promosi Kesehatan (Promkes) Memberikan penyuluhan kesehatan masyarakat, Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Memberikan,

pelayanan kepada ibu hamil, calon pengantin, dan anak, Keluarga Berencana (KB) Memberikan pelayanan KB Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Melakukan imunisasi, penemuan penderita TBC, dan deteksi dini malaria Peningkatan Gizi Melakukan perbaikan gizi masyarakat, Kesehatan Lingkungan Melakukan pemberantasan penyakit dan pengelolaan lingkungan, Pengobatan Memberikan pengobatan umum dan tindakan medis Program PIS-PK, Pendekatan Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga

selain itu juga ada Program prioritas nasional, yakni Pencegahan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan pengendalian penyakit tidak menular, Selain itu, Puskesmas

juga memberikan pelayanan kesehatan tambahan, seperti,, Kesehatan mata, Kesehatan jiwa, Kesehatan lansia, Kesehatan reproduksi remaja, Kesehatan sekolah, Kesehatan olahraga, Puskesmas juga memberikan konsultasi, saran pengobatan, dan penanganan rawat jalan”tutupnya.(red)

Halsel, Malutline-Com – Warga Dua kecamatan yakni kecamatan Mandioli selatan dan mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan, kembali menagih janji politik Serly Sarbin Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara saat Kampanye Terbuka di Desa Jiko Ibu kota kecamatan Mandioli selatan saat kampanye dan tatap muka dengan masyarakat mandioli selatan sesuai janji politik saat itu di sampaikan mendiang Beny Laos yang berpasangan dengan sarbin sehe jika keduanya terpilih sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara maka jalan lingkar mandioli selatan dan mandioli Utara akan di tuntaskan.           

Janji kedua calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara Serly jhoanda dan Sarbin sehe terkait Pembangunan jalan Lingkar mandioli selatan dan mandioli Utara tersebut di tagih oleh warga dua kecamatan saat pelaksanaan open house yang di

laksanakan oleh wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin sehe di kampung halamannya di Desa jiko kecamatan mandioli selatan, warga menagih janji pembangunan jalan lingkar mandioli kepada Sarbin sehe Sesuai dengan janji kampanye saat itu karena merasa mandioli memiliki wakil Gubernur maka penuntasan pembangunan jalan lingkar mandioli sangat mudah untuk di bangun jika Serly-Sarbin terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara.

namun menurut Muhamad salah satu warga mandioli kepada Malutline 9/4/2025 belum lama ini menyebut terkait dengan Pembangunan jalan Lingkar mandioli Untuk di tuntaskan hanya sebatas janji politik Sherly -Sarbin karena pada sambutan open house wakil gubernur Sarbin sehe dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyampaikan status jalan tersebut adalah kewenangan Pemda Kabupaten Halsel, sehingga dirinya akan melakukan kordinasi dengan pemda setempat untuk progres ke depan.

“Karena kita hanya menangani status jalan provinsi, kita juga akan melakukan kordinasi dengan bupati, apalagi infrastruktur jalan itu sangat penting untuk masyarakat”. Ucap Wagub Sarbin sehe. (Red)

HALSEL.MALUTLINE.COM

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengungkapkan dugaan praktik perselingkuhan yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel. Dugaan ini mencuat setelah munculnya informasi terkait hubungan gelap antara oknum-oknum pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel, baik di tingkat atasan maupun bawahan.

Dalam pernyataan resminya, Ketua DPC GPM Halsel, Harmain Rusli, mengungkapkan beberapa contoh konkret mengenai dugaan perselingkuhan yang terjadi di Dinas Kesehatan Kabupaten Halsel. Di antaranya adalah hubungan gelap antara Kepala Puskesmas (Kapus) dan atasan, serta hubungan serupa antara sesama Kepala Bidang (Kabid) di instansi tersebut. Tak hanya itu, hubungan perselingkuhan juga diduga melibatkan Kepala Puskesmas dengan staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Puskesmas Palamea, Kecamatan Kasiruta Barat. Dugaan ini semakin memperburuk citra birokrasi Pemda Halsel. Harmain menilai, terjadinya praktik perselingkuhan ini menunjukkan kurangnya sikap tegas dari Bupati Halsel, Bassam Kasuba. Menurutnya, kelalaian dan ketidakpedulian pimpinan daerah terhadap perilaku amoral ini membuka celah bagi berkembangnya tindakan yang merusak moralitas di kalangan pegawai pemerintahan.

“Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Dinas Kesehatan, telah menjadi sarang perselingkuhan di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin. Kami sangat menyesalkan sikap Bupati yang tidak memberikan tindakan tegas dalam menghadapi persoalan ini,” ungkap Harmain dengan nada kesal.

Harmain juga menambahkan bahwa praktik perselingkuhan ini tidak hanya merusak etika kerja pegawai, tetapi juga mengancam kredibilitas pemerintahan Bassam-Humanis yang mengusung nilai-nilai humanis dalam setiap kebijakan.

Sebagai Kepala Pemerintahan dan Pembina Aparatur Sipil Negara di Pemda Halsel, Bassam Kasuba dinilai seharusnya lebih respek terhadap maraknya perbuatan amoral tersebut, bukan malah terkesan cuek dan seakan melegalkan praktik perselingkuhan yang terjadi di internal pemerintah daerah.

“Untuk itu, DPC GPM meminta agar Bupati Bassam Kasuba segera melakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam praktik perselingkuhan ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan moralitas aparatur sipil negara dan menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan,” tegasnya.(Red)