HALSEL, Malutline.com Komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar air bersih bagi masyarakat Halmahera Selatan kembali dibuktikan. Dari empat usulan besar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang diajukan Pemkab Halsel ke pemerintah pusat, SPAM Makian–Kayoa menjadi satu-satunya yang berhasil terakomodir dalam APBN Tahun 2026.
Empat usulan prioritas yang diajukan meliputi, 1. Peningkatan SPAM Makian–Kayoa, 2. SPAM Labuha dan Bacan Timur, 3. SPAM Pulau Obi, 4. SPAM Gane Barat dan Gane Timur
Dari keempatnya, SPAM Makian–Kayoa dinilai paling siap secara dokumen dan teknis sehingga diterima terlebih dahulu oleh Kementerian PUPR, Readiness Criteria Lengkap, Pemda Tunjukkan Komitmen
Direktur PDAM Halsel, Soleman Hi Bobote, menegaskan bahwa seluruh readiness criteria (RC) sudah rampung dipersiapkan oleh PDAM dan Dinas Perkim Halsel.
“Alhamdulillah, semua dokumen telah lengkap, termasuk dukungan DDUB. Ini bentuk komitmen nyata Pemda Halsel di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba,” ujar Soleman.
Pemkab Halsel juga memasukkan dukungan pendanaan pendamping ke dalam RKA Tahun 2026, sebagai syarat mutlak agar proyek SPAM dapat dibiayai oleh APBN, Total Anggaran Rp 50 Miliar untuk Atasi Krisis Air
SPAM Makian–Kayoa akan digelontorkan anggaran sebesar Rp 50 miliar, terdiri dari, Rp 45 miliar dana APBN
Rp 5 miliar dana pendamping dari APBD Halsel, Program ini menyasar penanggulangan krisis air yang selama ini terjadi di beberapa titik, khususnya Zona 2 Makian kayoa.
Pekerjaan Difokuskan pada Wilayah-Wilayah Prioritas, Pembangunan SPAM mencakup peningkatan kapasitas jaringan, penambahan pipa distribusi, hingga perluasan cakupan layanan di sejumlah desa, Sagawele, Posi-Posi (Kayoa Induk) Guruapin dan Bajo Karamat Gayab (Kayoa Utara)
Ngokomalako, Larombati–Modayama
Akan Dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lengkap, Selain memperluas cakupan layanan, proyek SPAM Makian–Kayoa juga akan meningkatkan kualitas air minum. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan treatment plant atau instalasi pengolahan air (IPA) yang lengkap, mulai dari filtrasi, sedimentasi, desinfeksi, hingga sistem kontrol kualitas.
“Cakupan layanan akan bertambah, tapi yang lebih penting kualitas airnya harus layak konsumsi, Karena itu, SPAM ini akan dibangun dengan fasilitas pengolahan yang lengkap,” jelas Soleman.
Pembangunan IPA ini diharapkan mampu menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kesehatan dan dapat didistribusikan secara berkelanjutan ke seluruh desa sasaran.
Tiga usulan lainnya—Labuha–Bacan Timur, Obi, serta Gane Barat–Gane Timur—tetap menjadi prioritas Pemkab Halsel dan akan diperjuangkan melalui mekanisme APBD di tahun anggaran 2026.
Dan di lakukan Tender Dini Dimulai Desember 2025, PDAM Halsel bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara) menargetkan pelelangan dini pada Desember 2025, sehingga pekerjaan fisik dapat berjalan efektif mulai 2026.
“Insya Allah tender dini di akhir 2025, dan 2026 sudah mulai pekerjaan fisiknya,” kata Soleman, Pelayanan Dasar Air Bersih Jadi Fokus Utama
Kerja sama pemerintah pusat dan Pemkab Halsel menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas akses air bersih sebagai pelayanan dasar masyarakat. Pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Hasan Ali Bassam kasuba menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan masuknya SPAM Makian–Kayoa dalam APBN 2026, masyarakat Halmahera Selatan semakin dekat dengan layanan air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan. (Red)