HALSEL, Malutline— Pemerintah Daerah Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi. Pada tahun 2026 mendatang, Pemda Halsel dijadwalkan membangun gedung baru Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPPD) Halsel.

Rencana pembangunan gedung tersebut disampaikan berdasarkan penjelasan Kepala BKPPD Halsel, Dr. Abdilah Kamrullah, yang menyebut bahwa gedung baru itu akan menjadi pusat pelayanan kepegawaian yang lebih modern, representatif, dan mampu menunjang pengembangan kompetensi ASN di daerah.

Menurut Abdilah, fasilitas baru ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan administrasi kepegawaian yang semakin kompleks, sekaligus menjadi simbol keseriusan Pemda Halsel dalam memperbaiki tata kelola birokrasi.

“Insyaa Allah tahun 2026 Pemda Halsel siap membangun gedung Kantor BKPPD yang baru. Ini komitmen Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin dalam memperkuat fondasi manajemen ASN di Halmahera Selatan,” ujarnya.

Pembangunan gedung tersebut juga dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih layak, teratur, dan profesional. Gedung baru BKPPD nantinya diharapkan menjadi pusat layanan kepegawaian terbaik di wilayah Maluku Utara.

Dengan adanya pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun infrastruktur pelayanan publik dan menciptakan kualitas aparatur yang unggul serta siap bersaing. (Red)

HALSEL, Malutline Insiden yang memprihatinkan terjadi di depan kantor pemadam Tomori ketika seekor anjing liar kembali berkeliaran tanpa pengawasan dan membuat warga menjadi korban. Kejadian ini menimpa seorang ayah dan anak, yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat kecelakaan yang dipicu oleh anjing tersebut.

Menurut keterangan keluarga, anjing liar itu secara tiba-tiba menabrak ban motor yang dikendarai korban, sehingga mengakibatkan mereka terjatuh dan mengalami luka serius. Situasi ini memicu kemarahan sekaligus kekecewaan warga sekitar yang merasa keselamatan mereka terabaikan.

“Kami hanya ingin tahu, siapa yang harus disalahkan dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini? Ini sudah menyangkut nyawa dan keselamatan keluarga saya,” tegas salah satu keluarga korban, yang menyebut kejadian tersebut sebagai kelalaian yang tidak bisa lagi dibiarkan.

Warga menyoroti lemahnya pengawasan hewan liar di sekitar area kantor pemadam Tomori. Mereka menilai instansi terkait, baik pemerintah setempat maupun pihak yang bertanggung jawab atas lingkungan tersebut, perlu memberikan penjelasan dan tindakan nyata untuk mencegah kejadian serupa.

Insiden ini juga memunculkan kembali keluhan lama masyarakat tentang keberadaan anjing liar yang bebas berkeliaran, terutama di kawasan fasilitas umum. Warga berharap pihak pemerintah daerah segera turun tangan, melakukan penertiban, dan memastikan area tersebut aman bagi pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Warga Tomori kini menunggu langkah cepat agar keselamatan masyarakat tidak lagi terancam. (Red)

Labuha, Malutline — Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Halmahera Selatan dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026, tensi politik di tingkat desa mulai terasa lebih awal. Sejumlah desa yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada 2026 kini mulai masuk dalam fase persiapan, sementara sejumlah bakal calon kepala desa sudah bergerak membangun konsolidasi dan dukungan akar rumput.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa desa di Halsel dipastikan masuk dalam gelombang Pilkades 2026. Meskipun jadwal resmi dari pemerintah daerah masih menunggu regulasi teknis, dinamika di lapangan menunjukkan geliat politik desa mulai menghangat. Para kandidat mulai memperkenalkan visi, mendekati tokoh masyarakat, hingga membentuk tim pemenangan di tingkat RT dan dusun.

Fenomena start lebih awal ini menjadi tanda bahwa Pilkades 2026 bakal berlangsung kompetitif. Di sejumlah desa, dukungan warga sudah terbelah kepada tokoh-tokoh yang digadang-gadang maju, terutama figur muda, mantan perangkat desa, hingga pelaku usaha lokal yang disebut-sebut siap bertarung.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sendiri mengingatkan bahwa seluruh proses pencalonan dan konsolidasi harus tetap mengedepankan ketertiban, tidak melanggar aturan, dan tidak menimbulkan gesekan sosial.

Meski 2026 masih cukup jauh, dinamika politik desa menunjukkan bahwa Pilkades mendatang diprediksi akan menjadi salah satu pemilihan paling ramai di tingkat lokal, sekaligus menjadi barometer perubahan kepemimpinan desa di Halmahera Selatan.

Pemerintah daerah dijadwalkan mengumumkan regulasi resmi dan tahapan Pilkades setelah evaluasi administrasi dan masa jabatan sejumlah kepala desa selesai dilakukan.

Dengan intensitas politik yang mulai bergerak, Pilkades Halsel 2026 kemungkinan menjadi salah satu pesta demokrasi lokal yang paling menarik perhatian publik di Maluku Utara. (Red)

LABUHA, Malutline— Penanganan dugaan kasus penipuan di Halmahera Selatan memasuki fase penting. Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Maluku Utara, Resort Halmahera Selatan, secara resmi memanggil Muhamad Nurdin, yang diketahui sebagai pemilik CV Mandiri Cemerlang, untuk memberikan klarifikasi atas laporan dugaan penipuan yang diajukan oleh Mohtar Malofo.

Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat bernomor B/213/XI/2025/SPKT, yang dikeluarkan oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Selatan. Dugaan tindak penipuan itu dilaporkan terjadi pada 28 November 2025, sekitar pukul 08.30 WIT di Desa Labuha, Kecamatan Bacan.

Polres Halmahera Selatan menegaskan bahwa kehadiran Muhamad Nurdin bersifat wajib mengingat pentingnya proses klarifikasi dalam menentukan arah penyelesaian perkara. Ia dijadwalkan hadir menemui Pama Pta III IPDA Iwan Idrus di ruang SPKT Polres Halsel pada Selasa, 2 Desember 2025.

Pihak kepolisian secara tegas menyampaikan bahwa ketidakhadiran pihak terlapor berpotensi menghambat proses hukum dan dapat membuka peluang penerapan langkah-langkah hukum lanjutan sesuai peraturan yang berlaku.

Dalam surat bernada tegas tersebut, Polres Halsel menekankan pentingnya proses klarifikasi untuk menentukan apakah perkara dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau harus berlanjut ke tahapan hukum pidana. Penandatanganan surat dilakukan atas nama Kapolres Halmahera Selatan melalui Kepala SPKT, IPDA Iwan Idrus, sebagai bukti komitmen Polres dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional.

Pemanggilan terhadap pemilik CV Mandiri Cemerlang tersebut menjadi sinyal bahwa Polres Halmahera Selatan bersikap serius dan tidak kompromi terhadap dugaan tindak pidana, terutama yang berpotensi merugikan masyarakat. (Sadi)

Labuha, Malutline — Festival Qasida Rebana Maluku Utara 2025 kembali membuktikan diri sebagai salah satu pagelaran seni dakwah paling bergengsi di kawasan Timur Indonesia. Selama tiga malam berturut-turut, 27–29 November, ribuan pasang mata memenuhi arena kegiatan untuk menyaksikan perpaduan indah antara seni, budaya, dan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan yang digelar oleh Muslimat NU Maluku Utara ini menuai apresiasi luas. Panitia dinilai berhasil menciptakan festival yang tertib, meriah, dan penuh nuansa religius. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dewan Juri Nasional yang memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan profesional dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Tidore Puncaki Qasidah Klasik, Morotai Bersinar di Bintang Vokalis
Ajang kompetisi kali ini diwarnai persaingan sengit dan penampilan memukau dari berbagai daerah. Pada kategori Qasidah Klasik, grup dari Tidore Kepulauan tampil gemilang dan keluar sebagai Juara 1, disusul Kota Ternate yang meraih Juara 2.
Sementara itu, kategori Bintang Vokalis kembali mencatatkan nama Morotai sebagai juara terbaik putra setelah penampilan kuat yang memikat para juri dan penonton.

UMKM Laris Manis, Dagangan Sold Out Setiap Malam
Tak hanya panggung kompetisi yang menyita perhatian. Di area UMKM, geliat ekonomi terlihat jelas. Beragam stand kuliner, kerajinan, dan produk lokal laris diserbu pengunjung hingga banyak yang sold out setiap malam. Fenomena ini menjadi bukti bahwa Festival Qasida Rebana tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi rakyat.

Peserta Tetap Jadi Nyawa Festival
Meski tak semua peserta membawa pulang piala, energi dan semangat mereka menjadi ruh utama kemeriahan festival tahun ini. Panitia memberikan apresiasi khusus atas dedikasi seluruh kontingen yang telah menghidupkan suasana kompetisi dengan persaudaraan dan sportivitas.

Siap Naik Kelas Tahun Depan
Usai menutup rangkaian acara, panitia menegaskan komitmen untuk menghadirkan Festival Qasida Rebana Malut yang lebih besar, lebih profesional, dan lebih berdampak di tahun mendatang. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pelestarian seni dakwah serta pendorong pemberdayaan masyarakat Maluku Utara. (Red)