HALSEL, MALUTLINE – Aktivitas antrean kendaraan yang diduga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) secara berulang di SPBU Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di sekitar lokasi. Pasalnya, antrean tersebut disebut kerap menghalangi akses masuk menuju kios dan tempat usaha warga.
Berdasarkan keluhan yang disampaikan pedagang, kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan. Antrean kendaraan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari dinilai mengganggu aktivitas perdagangan karena menyulitkan masyarakat yang hendak berbelanja.
Salah seorang pedagang berharap para pengendara yang mengantre BBM dapat lebih memperhatikan akses keluar masuk kios agar aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar SPBU tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan untuk mencari nafkah demi anak, istri, dan keluarga. Namun, kami juga menyewa tempat usaha untuk mencari penghasilan. Karena itu, kami berharap akses menuju kios tidak terhalang oleh kendaraan yang mengantre BBM,” ungkapnya.
Menurut pedagang tersebut, upaya untuk menyampaikan teguran secara langsung pernah dilakukan. Namun, teguran itu disebut justru menimbulkan perselisihan dengan sejumlah pengendara yang sedang mengantre.
“Kami hanya meminta agar kendaraan tidak menutup jalan masuk kios sehingga masyarakat tetap bisa berbelanja. Kami tidak bermaksud menghalangi siapa pun mencari rezeki. Kami hanya berharap ada sikap saling menghargai dan pengertian,” ujarnya.
Para pedagang berharap pengendara yang mengantre BBM dapat memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat yang hendak memasuki kios maupun tempat usaha lainnya.
Selain itu, pengelola SPBU Labuha diharapkan turut memperhatikan pengaturan antrean kendaraan agar tidak mengganggu aktivitas perdagangan dan akses masyarakat di sekitar lokasi.
“Kita semua sama-sama mencari nafkah untuk keluarga. Mari saling menghargai dan menjaga ketertiban agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki,” harapnya.
Hingga berita ini disusun, keluhan tersebut merupakan keterangan dari pihak pedagang. Tanggapan pengelola SPBU Labuha maupun pengendara yang disebut dalam keluhan tersebut belum diperoleh. (Red)











Komentar