Halsel, Malutline- Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid An-Nur, Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa, pada Kamis (3/9/2026) malam. Pemerintah Kecamatan Kayoa bersama Kantor Urusan Agama (KUA), Polsek, Danramil Kecamatan Kayoa, Penyuluh Agama Islam, Badan Syara, masyarakat, anak-anak binaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Serta didukung oleh Majelis Ta’lim Nurul Hidayah, Sollamul Ma’rifat, Majelis Ta’ lim Aljihad, Majelis Ta’lim Ar’rayan yang wilayah Kecamatan Kayoa menggelar Gema Sholawat Kebangsaan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta memupuk semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kayoa, Taha Muhammad Kepala KUA Kecamatan Kayoa Ihwan R. Maswara, S.HI., M.H, Polsek, Danramil para Penyuluh Agama Islam KUA Kayoa, Badan Syara Masjid An-Nur, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ASN, masyarakat Desa Guruapin dan sekitarnya, serta anak-anak binaan TPQ.

Kegiatan berlangsung khidmat. Lantunan sholawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di dalam Masjid An-Nur dan diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh jamaah yang hadir.
*Kepala KUA Kayoa: Sholawat Menyatukan Hati dan Memperkuat Persaudaraan*
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Kayoa Ihwan R. Maswara, S.HI., M.H, menyampaikan bahwa Gema Sholawat Kebangsaan bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan sholawat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk melantunkan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dan menyatukan hati kita sebagai satu keluarga besar masyarakat Kecamatan Kayoa,” ujar Kepala KUA dalam sambutannya.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata, seperti menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, saling membantu, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita bagaimana membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, saling menghormati dan hidup dalam persaudaraan. Karena itu, mari kita jadikan momentum sholawat ini sebagai pengingat agar kehidupan kita semakin dekat dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW,” lanjutnya.
Kepala KUA Kayoa juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda dan anak-anak TPQ yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keberadaan anak-anak dalam kegiatan keagamaan merupakan investasi penting bagi masa depan kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kecamatan Kayoa.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mereka bukan hanya harus pintar membaca Al-Qur’an, tetapi juga harus tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, mencintai agama, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki kecintaan kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para orang tua, guru TPQ, Badan Syara, Penyuluh Agama, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pendidikan agama anak-anak.
*Sholawat dan Semangat Kebangsaan*
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kayoa menegaskan bahwa nilai keagamaan dan nilai kebangsaan tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
“Menjadi pribadi yang religius sekaligus mencintai bangsa dan negara adalah bagian dari tanggung jawab kita. Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan, kedamaian dan kemaslahatan. Karena itu, mari kita rawat Kecamatan Kayoa ini dengan kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong,” katanya.
Ia berharap kegiatan Gema Sholawat Kebangsaan dapat menjadi kegiatan yang terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti pada malam ini saja. Mari kita jadikan sholawat sebagai tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat, dari masjid ke masjid, dari desa ke desa, sehingga Kayoa menjadi wilayah yang religius, rukun, damai dan penuh keberkahan,” harapnya.
*Camat Kayoa Apresiasi Kebersamaan Masyarakat*
Sementara itu, Camat Kayoa Taha Muhammad memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gema Sholawat Kebangsaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, KUA, Penyuluh Agama, ASN, Badan Syara, tokoh masyarakat hingga anak-anak TPQ menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di Kecamatan Kayoa.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kerukunan di wilayah Kecamatan Kayoa.
Menanamkan Nilai Agama Sejak Dini
Keikutsertaan anak-anak binaan TPQ dalam Gema Sholawat Kebangsaan menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Mereka mengikuti lantunan sholawat bersama jamaah dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak usia dini sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, santun dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dengan semangat sholawat, silaturahmi dan kebersamaan, Gema Sholawat Kebangsaan di Masjid An-Nur Desa Guruapin diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya bersama membangun kehidupan masyarakat Kecamatan Kayoa yang religius, harmonis dan menjunjung tinggi persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Red)












Komentar