oleh

Pernyataan Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate Dinilai Hanya Alibi, Sorotan Transparansi Nilai Seleksi Kian Menguat

TERNATE, Malutline – Pernyataan Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate terkait polemik seleksi penerimaan mahasiswa baru kembali menuai kritik dari sejumlah peserta dan orang tua calon mahasiswa.

Sebelumnya, Direktur kampus menyampaikan bahwa pihak kampus siap memperlihatkan hasil nilai peserta apabila ada orang tua yang keberatan dan ingin mengetahui nilai anaknya. Bahkan dalam pernyataannya disebutkan, “Silahkan kalau ada yang keberatan dan mau lihat nilai anaknya akan kami perlihatkan, tapi nanti orang tua yang malu sendiri.”

Namun pernyataan tersebut justru dinilai sejumlah pihak hanya sebagai bentuk pembelaan atau alibi semata dan tidak menjawab substansi persoalan utama yang dipersoalkan para peserta.

Menurut peserta dan sejumlah orang tua, yang dipersoalkan sejak awal bukan sekadar meminta melihat nilai anak masing-masing secara tertutup, melainkan tuntutan agar panitia seleksi membuka secara transparan seluruh hasil nilai akademik semua peserta dalam pengumuman resmi, bukan hanya mengumumkan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus.

“Ini bukan soal satu atau dua orang tua datang melihat nilai anaknya di kampus. Yang kami minta adalah keterbukaan penuh kepada publik. Semua peserta berhak mengetahui hasil nilai akademik seluruh peserta agar proses seleksi benar-benar transparan,” ujar salah satu sumber kepada media ini.

 

Pernyataan Direktur yang menyebut orang tua akan malu sendiri jika melihat nilai anaknya dinilai justru mengalihkan pokok persoalan dan tidak menjawab tuntutan utama mengenai keterbukaan sistem seleksi.

Menurut sumber, apabila proses seleksi benar-benar dilakukan berdasarkan kemampuan akademik secara objektif, maka pihak kampus seharusnya tidak keberatan mencantumkan hasil nilai atau presentasi nilai seluruh peserta secara terbuka dalam pengumuman resmi.

“Kenapa harus tunggu orang tua datang meminta lihat nilai. Kalau memang transparan, umumkan saja seluruh nilai peserta bersamaan dengan pengumuman kelulusan. Jangan hanya nama peserta lulus yang diumumkan,” tegas sumber tersebut.

Sorotan terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru di Poltekkes Kemenkes Ternate kini semakin menguat. Sejumlah pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar proses seleksi pendidikan tidak menimbulkan kecurigaan publik dan tetap menjunjung prinsip keadilan.

Bagi peserta, transparansi nilai adalah bentuk akuntabilitas, bukan sekadar memperlihatkan hasil secara tertutup kepada pihak tertentu setelah muncul protes.

“Publik tidak butuh alibi, publik butuh keterbukaan.” (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed