oleh

Jejak Kepemimpinan Bahrain Kasuba: Dari Taman Budaya hingga Kepulauan Widi, Warisan yang Masih Dikenang Masyarakat Halsel

LABUHA, Malutline – Nama Bahrain Kasuba atau yang akrab disapa Ko Ayn masih menjadi salah satu figur yang banyak dikenang masyarakat Halmahera Selatan. Bupati Halmahera Selatan periode 2016–2021 itu dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta dikenal mampu merangkul berbagai kelompok dan suku yang hidup berdampingan di Negeri Saruma.

Bagi sebagian masyarakat, Bahrain Kasuba bukan hanya seorang kepala daerah, tetapi juga sosok pemimpin yang mengedepankan nilai asah, asih, dan asuh dalam menjalankan roda pemerintahan. Karakter kepemimpinan yang sederhana dan komunikatif membuat dirinya diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat di desa-desa terpencil.

Mantan birokrat Halmahera Selatan, Suadri Inratubun, dalam komentarnya mengenang bahwa perjalanan politik Bahrain Kasuba menuju kursi Bupati Halmahera Selatan bukanlah perjalanan yang mudah. Menurutnya, perjuangan politik yang dilalui saat itu berlangsung dinamis dan penuh tantangan.

“Beliau memiliki kemampuan membangun komunikasi politik yang baik dan mampu menyatukan berbagai kekuatan masyarakat. Kemampuan merangkul keberagaman suku dan kelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama beliau saat memimpin Halmahera Selatan,” ujar Suadri.

Membangun Identitas Daerah Melalui Budaya

Salah satu program yang hingga kini masih sering diperbincangkan adalah pembangunan Taman Budaya Saruma. Kawasan ini dibangun sebagai simbol persatuan masyarakat Halmahera Selatan yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.

Di lokasi tersebut dibangun puluhan rumah adat yang merepresentasikan keberagaman budaya masyarakat Halsel. Keberadaan taman budaya ini sempat menjadi salah satu ikon wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian masyarakat menilai kawasan tersebut tidak lagi mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai sehingga banyak fasilitas yang mengalami kerusakan.

Mengangkat Potensi Wisata Daerah

Pada masa kepemimpinannya, Bahrain Kasuba juga dikenal aktif mendorong pengembangan sektor pariwisata.

Beberapa destinasi yang mulai dikenal luas pada masa itu antara lain:

Wisata Omamoy.

Wisata Bahari Pogo-Pogo.

Promosi Kepulauan Widi ke tingkat nasional dan internasional.

Khusus Kepulauan Widi, Bahrain Kasuba dinilai menjadi salah satu tokoh yang memperkenalkan potensi kawasan tersebut kepada investor dan wisatawan dunia melalui berbagai kegiatan promosi, termasuk event olahraga dan wisata memancing berskala internasional.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk menjadikan Halmahera Selatan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur.

Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Selain sektor budaya dan pariwisata, sejumlah proyek infrastruktur yang lahir pada masa kepemimpinannya juga masih menjadi pembahasan masyarakat hingga saat ini.

Beberapa di antaranya adalah:

Pembangunan Pasar Tuakona.

Pembangunan fasilitas pelayanan publik di kawasan pasar.

Pengembangan kawasan olahraga terpadu.

Miniatur Monumen Nasional (Monas).

Taman Sakura.

Miniatur Istana Negara.

Yang paling dikenal adalah pembangunan Gelanggang Olahraga Bahrain Kasuba (GBK) yang hingga kini masih digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan pertandingan sepak bola.

Bagi sebagian masyarakat, kawasan GBK menjadi salah satu ikon pembangunan yang menunjukkan semangat pemerintah daerah saat itu dalam membangun fasilitas olahraga yang representatif.

Pemimpin yang Menghargai Perjuangan

Menurut Suadri Inratubun, salah satu hal yang membuat Bahrain Kasuba masih dikenang oleh banyak pendukungnya adalah kemampuannya menjaga hubungan dengan para pejuang politik yang bersama-sama membangun kekuatan saat proses pemilihan kepala daerah.

Ia menilai Bahrain Kasuba berupaya menjaga kebersamaan dengan berbagai elemen yang telah berkontribusi dalam perjalanan politiknya.

“Beliau dikenal sebagai pemimpin yang berusaha merangkul semua pihak dan tidak melupakan orang-orang yang telah berjuang bersamanya,” katanya.

Akhir Perjalanan Politik sebagai Bupati

Meski memiliki berbagai program dan gagasan pembangunan yang mendapat perhatian masyarakat, perjalanan politik Bahrain Kasuba pada periode berikutnya menghadapi tantangan tersendiri.

Dinamika politik dan konfigurasi dukungan partai pada saat itu membuat dirinya tidak kembali maju dalam kontestasi pemilihan Bupati Halmahera Selatan periode selanjutnya.

Namun demikian, berbagai program dan warisan pembangunan yang pernah digagas masih menjadi bagian dari diskusi publik hingga saat ini. Sebagian masyarakat menilai sejumlah fasilitas yang dibangun pada masa kepemimpinannya perlu kembali diperhatikan dan dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Terlepas dari berbagai pandangan yang ada, nama Bahrain Kasuba tetap tercatat sebagai salah satu tokoh yang pernah mewarnai perjalanan pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan dengan berbagai ide, gagasan, serta program yang bertujuan memperkenalkan Negeri Saruma ke tingkat nasional maupun internasional. (Darti)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed