HALSEL, Malutline — Kondisi bangunan UPTD Puskesmas Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, memicu kekhawatiran masyarakat. Meski dari luar tampak masih berdiri kokoh, kerusakan serius justru terlihat pada bagian dalam gedung pelayanan kesehatan tersebut.
Sejumlah dinding bangunan dilaporkan mengalami retak-retak parah akibat dampak gempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo yang mengguncang Halmahera Selatan pada tahun 2019 silam. Ironisnya, hingga tahun 2026, bangunan tersebut belum juga mendapatkan renovasi maupun perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait.
Kondisi itu membuat warga merasa takut saat datang berobat ke puskesmas. Mereka khawatir bangunan sewaktu-waktu roboh dan membahayakan keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
Tak hanya dinding yang rusak, bagian atap dan seng bangunan juga mengalami kebocoran. Saat hujan turun, air masuk ke dalam ruangan hingga menyebabkan genangan di sejumlah titik, bahkan sampai ke area depan ruang perawatan pasien.
Salah satu warga Desa Gane Luar, Husaen, mengaku kecewa dengan kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan. Ia mengatakan istrinya saat ini sedang menjalani perawatan di puskesmas tersebut dan harus menghadapi kondisi ruangan yang tergenang air saat hujan turun.

“Kami sangat khawatir dan tidak nyaman. Kalau hujan turun, air masuk dan tergenang di depan ruangan pasien. Ini sangat mengganggu pelayanan dan kenyamanan pasien,” ungkap Husaen kepada awak media, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Gane Luar, Salbia Hi. Ahmad, membenarkan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah sejak gempa beberapa tahun lalu. Ia mengaku pihaknya telah berulang kali mengusulkan renovasi kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Pengajuan renovasi sudah lama kami sampaikan kepada dinas terkait, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya.
Salbia berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas kesehatan tersebut agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan aman dan maksimal.
Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Pasalnya, hingga kini pasien dan tenaga medis masih dipaksa bertahan di tengah ancaman bangunan rusak dan kebocoran yang dapat membahayakan keselamatan sewaktu-waktu. (Red)












Komentar