oleh

Diduga Modus Penipuan, Postingan Permintaan Dana Duka di Halsel Tuai Kecaman Warga

HALSEL, Malutline – Sebuah unggahan di media sosial yang mengatasnamakan permintaan bantuan untuk biaya pemakaman seorang warga di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, diduga kuat merupakan modus penipuan yang sengaja dimainkan untuk meraup keuntungan pribadi.

Postingan yang beredar luas tersebut memuat narasi menyentuh tentang seorang ibu bernama Sumianti dari keluarga kurang mampu, lengkap dengan alamat, nomor rekening, hingga kontak penanggung jawab. Namun fakta di lapangan berkata lain.

Sejumlah warga setempat secara tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Mereka menyebut tidak pernah ada kejadian sebagaimana yang diklaim dalam unggahan itu, bahkan nama dan kronologi yang dituliskan dinilai mencurigakan.

“Ini jelas permainan oknum tidak bertanggung jawab. Mereka sengaja menjual cerita duka untuk menguras simpati masyarakat,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Aksi semacam ini dinilai sangat tidak manusiawi karena memanfaatkan rasa empati publik, terlebih dengan membawa-bawa isu kematian demi kepentingan pribadi. Warga pun mengecam keras tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan menelusuri pelaku di balik penyebaran informasi palsu ini.

“Kalau benar ini penipuan, pelakunya harus diproses hukum. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban,” tegas warga lainnya.

Fenomena penyebaran hoaks berkedok bantuan sosial seperti ini bukan pertama kali terjadi. Modusnya kerap sama, yakni menggunakan narasi pilu disertai nomor rekening untuk memancing donasi dari masyarakat yang tidak sempat melakukan verifikasi.

Atas kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi di media sosial, apalagi yang menyangkut permintaan uang, Verifikasi langsung kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, atau pihak berwenang menjadi langkah penting sebelum memberikan bantuan.

Warga juga diminta untuk tidak ikut menyebarkan unggahan tersebut karena hanya akan memperluas dampak penipuan dan merugikan lebih banyak orang.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan digital semakin berani memanfaatkan sisi kemanusiaan, Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi benteng utama agar tidak terjebak dalam jebakan oknum tak bertanggung jawab. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed