TERNATE, Malutline– Kondisi pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Hiri di kawasan Sulamadaha kembali menuai sorotan dari masyarakat. Warga Pulau Hiri menilai pembangunan pelabuhan yang menelan anggaran sekitar Rp18 miliar tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, bahkan dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.
Sejumlah warga mengaku heran melihat kondisi pelabuhan yang menurut mereka tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah. Infrastruktur yang seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat Pulau Hiri untuk beraktivitas, berdagang, maupun bepergian ke Kota Ternate justru dianggap belum memadai.
“Kalau melihat nilai proyeknya mencapai Rp18 miliar, seharusnya fasilitas pelabuhan ini bisa lebih baik dan lebih layak. Namun kenyataannya masih banyak hal yang perlu dibenahi,” ungkap salah satu warga Pulau Hiri kepada media ini.

Pelabuhan tersebut sejatinya memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Pulau Hiri. Jalur laut dari Sulamadaha ke Pulau Hiri merupakan salah satu akses utama yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi hingga kebutuhan pendidikan dan kesehatan.
Namun, warga menilai pembangunan yang dilakukan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa bagian fasilitas pelabuhan disebut belum optimal, sementara aktivitas penyeberangan masih menghadapi berbagai kendala.
Kritik masyarakat ini juga diarahkan kepada pihak pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih serius melakukan evaluasi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran besar. Warga meminta adanya transparansi dan penjelasan terbuka terkait penggunaan anggaran pembangunan pelabuhan tersebut.
“Jangan sampai proyek besar dengan anggaran miliaran rupiah hanya terlihat megah di atas kertas, tetapi manfaatnya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar warga lainnya.
Sebagai wilayah kepulauan, masyarakat Pulau Hiri sangat bergantung pada akses transportasi laut. Karena itu, pelabuhan yang layak dan aman menjadi kebutuhan mendasar yang tidak bisa diabaikan.

Sejumlah tokoh masyarakat bahkan mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan pelabuhan tersebut, termasuk meninjau kembali kualitas pekerjaan, perencanaan, serta pengawasan proyek.
Mereka menilai proyek-proyek infrastruktur dengan nilai anggaran besar harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek fisik tanpa dampak signifikan.
“Pembangunan harus berpihak kepada masyarakat. Jika anggaran sudah besar, maka kualitas dan manfaatnya juga harus besar,” tegas salah satu tokoh masyarakat Hiri.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan resmi terkait kondisi pelabuhan tersebut serta langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.
Bagi warga Pulau Hiri, pelabuhan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat kepulauan yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, mereka berharap pembangunan yang dilakukan benar-benar memperhatikan kualitas, keselamatan, serta kebutuhan riil masyarakat. (Red)






Komentar