oleh

Keluarga Besar PDAM Halsel Berduka, Sosok Fajar Haryowimbuko Buko Dikenang sebagai Penasehat dan Sahabat di Masa Sulit

LABUHA, Malutline — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik, bijaksana, dan penuh dedikasi, Bapak Fajar HaryowimBuko, SH., MH, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah merasakan perhatian, bimbingan, serta arahan beliau, termasuk keluarga besar PDAM Halsel.

Pimpinan dan seluruh jajaran PDAM Halsel menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam atas wafatnya almarhum. Bagi mereka, Fajar Haryanto Buko bukan sekadar seorang pendamping atau penasehat, tetapi juga sosok yang selalu hadir memberikan semangat, motivasi, dan jalan keluar di saat PDAM menghadapi masa-masa sulit.

Dalam kenangan para pegawai dan pimpinan PDAM, almarhum pernah mendampingi lembaga tersebut ketika berada dalam kondisi yang sangat kritis. Saat itu, berbagai persoalan dan tantangan menghampiri, membuat perjalanan PDAM terasa berat. Namun, dengan ketenangan, kebijaksanaan, serta pengalaman yang dimiliki, almarhum hadir memberikan arahan yang membangun.

“Almarhum adalah orang baik. Beliau pernah mendampingi kami ketika kondisi PDAM dalam keadaan sangat sulit. Arahan dan nasihat beliau sangat berarti bagi kami. Berkat bimbingannya, kami perlahan bisa berbenah dan tetap melangkah hingga sejauh ini,” ungkap salah satu perwakilan PDAM Halsel dengan penuh haru.

Banyak pihak masih mengingat dengan jelas pesan-pesan yang sering disampaikan almarhum. Salah satunya adalah tentang pentingnya menjaga integritas dalam kepemimpinan serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurut direktur PDAM Halsel soleman Bobote, almarhum Aspidsus kajati Maluku Utara yang juga mantan kaharu Halsel itu selalu memberi pesan-pesab semasa hidupnya PDAM bukan sekadar lembaga atau perusahaan daerah, tetapi merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran.

“Beliau selalu mengatakan bahwa PDAM harus terus maju, karena PDAM adalah pelayanan dasar masyarakat. Seorang pemimpin harus memiliki integritas di atas segalanya. Jika ada kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh, maka PDAM pasti bisa berkembang dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” kenang mereka.

Nasihat tersebut hingga kini masih menjadi pegangan dan pengingat bagi jajaran PDAM Halsel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka kepada masyarakat.

Kepergian almarhum meninggalkan jejak yang begitu dalam. Sosoknya dikenang sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan. Bagi banyak orang, beliau bukan hanya seorang profesional di bidangnya, tetapi juga sahabat, guru, dan teladan dalam kehidupan.

Kini, sosok yang pernah memberikan banyak inspirasi itu telah berpulang. Namun, nilai-nilai, pesan, serta semangat yang beliau tinggalkan akan terus hidup dalam hati orang-orang yang pernah mengenalnya.

Atas nama pimpinan, seluruh jajaran, serta pribadi keluarga besar PDAM Halsel, disampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

“Selamat jalan Bapak Fajar HariwiBuko. Terima kasih atas segala jasa, bimbingan, dan ketulusan yang telah diberikan kepada kami. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.”

Duka mendalam masih terasa, namun keluarga besar PDAM Halsel percaya bahwa setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. Mereka hanya bisa mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terindah di sisi Allah SWT.

Innalillahi wainnailaihi raji’un.
Semoga almarhum husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik di Jannah-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin tutup direktur PDAM Halsel soleman Bobote (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed