LABUHA, Malutline— Isu dugaan keterlibatan tenaga kesehatan di Puskesmas Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, dalam aktivitas investasi digital bernama Snabbos menjadi perbincangan warga. Kepala Puskesmas (Kapus) Laluin, Ikra Mahmud, disebut-sebut ikut merekrut sejumlah tenaga kesehatan untuk bergabung dalam investasi tersebut.
Sejumlah sumber di masyarakat menduga, keterlibatan tersebut berdampak pada menurunnya fokus pelayanan di puskesmas, karena sebagian tenaga kesehatan lebih disibukkan dengan aktivitas terkait investasi tersebut dibanding tugas pokok pelayanan kesehatan.
“Beberapa petugas lebih banyak membahas investasi itu daripada urusan pelayanan, Ini yang membuat kami sebagai warga merasa pelayanan jadi kurang maksimal,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dugaan ini juga dikaitkan dengan keluhan sebelumnya terkait ketersediaan obat yang kerap disebut habis serta pasien yang disebut tidak tertangani secara optimal Warga menilai, jika benar tenaga kesehatan terlibat aktif dalam aktivitas di luar tugasnya, maka hal tersebut berpotensi mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Snabbos sendiri ramai diperbincangkan di berbagai daerah dan disebut-sebut sebagai platform investasi yang belum memiliki kejelasan legalitas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Laluin maupun Kapus Ikra Mahmud masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh klarifikasi terkait dugaan tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan juga diharapkan dapat menindaklanjuti informasi ini dengan melakukan penelusuran langsung di lapangan.
Masyarakat berharap agar pelayanan kesehatan di Puskesmas Laluin tetap menjadi prioritas utama, serta tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas sesuai tanggung jawab profesinya. (Red)











Komentar