oleh

Banjir Ganggu Produksi Air Bersih, Sejumlah Wilayah di Halmahera Selatan Alami Pemadaman Distribusi PDAM

LABUHA, Malutline – Banjir yang melanda wilayah hulu sumber air baku di Kabupaten Halmahera Selatan kembali berdampak pada pelayanan air bersih kepada masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma terpaksa melakukan pemadaman sementara produksi dan distribusi air akibat kondisi air baku yang tidak dapat diolah.

Informasi tersebut disampaikan melalui postingan resmi yang dibagikan oleh staf PDAM Halsel, Hasril Umar, yang menjelaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dodola/Sungaira saat ini tidak dapat beroperasi karena tingginya tingkat kekeruhan air akibat banjir.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, pemadaman distribusi air dimulai sejak pukul 11.00 WIT pada jumat, 17 Januari 2026, dan akan berlangsung hingga kondisi air baku kembali normal dan bisa diolah.

“Terjadi gangguan produksi dan distribusi air bersih akibat banjir. Air baku belum bisa diolah karena tingkat kekeruhan yang sangat tinggi,” demikian keterangan dalam pemberitahuan tersebut.

Akibat gangguan ini, sejumlah wilayah terdampak langsung, antara lain:
Babang, Pasir Putih, Pelabuhan, Sayoang, Wayamiga, Marabose, serta wilayah sekitarnya

PDAM Tirta Dharma mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk menghemat penggunaan air serta menampung air yang masih tersedia sebagai langkah antisipasi selama proses pemulihan berlangsung.

Gangguan ini kembali menegaskan kerentanan sistem penyediaan air bersih terhadap faktor cuaca ekstrem, khususnya banjir yang kerap terjadi di daerah tangkapan air. Ketika air sungai mengalami kekeruhan tinggi, instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi demi menjaga kualitas dan keamanan air yang disalurkan kepada pelanggan.

Pihak PDAM memastikan bahwa pemadaman dilakukan sebagai langkah teknis dan keselamatan, agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kualitas. Petugas juga terus melakukan pemantauan kondisi air baku dan siap menormalkan kembali pelayanan begitu situasi memungkinkan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti imbauan yang telah disampaikan, sembari menunggu perkembangan terbaru dari PDAM Tirta Dharma. Informasi lanjutan terkait normalisasi distribusi air akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM dan media sosial.

Gangguan layanan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama menghadapi dampak cuaca ekstrem, sekaligus perlunya penguatan sistem pengelolaan air bersih yang lebih tahan terhadap bencana alam. (Haji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed