HALSEL, Malutline— Seorang warga Desa Marabose, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, mengeluhkan tindakan pihak PLN Bacan yang melakukan pergantian meteran listrik tanpa koordinasi dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan.
Menurut penuturan warga, pergantian meteran tersebut justru menimbulkan persoalan baru, Setelah meteran diganti, kualitas aliran listrik menjadi tidak stabil dan kerap mengalami pemadaman Akibatnya, sejumlah peralatan listrik tidak dapat berfungsi dengan baik, termasuk alat pendingin ruangan (AC).
“Setelah meteran diganti, listrik sering padam AC tidak bisa menyala, padahal di rumah ada anak balita,” ujar warga tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/01/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat berdampak pada kesehatan anaknya, Saat listrik padam dan suhu udara panas, balita di dalam kamar mengalami kepanasan hingga merasakan sesak napas.
“Kami sangat khawatir. Anak kecil tidak tahan panas, apalagi di ruangan tertutup tanpa AC,” ungkapnya.
Warga tersebut menyesalkan sikap PLN yang dinilai sepihak dalam melakukan pergantian meteran listrik yang rusak tanpa adanya koordinasi atau pemberitahuan sebelumnya kepada pemilik rumah. Padahal, sesuai prosedur, pergantian meteran seharusnya dilakukan dengan pemberitahuan lebih dulu dan disaksikan oleh pelanggan atau perwakilannya.
Ia berharap pihak PLN dapat lebih profesional dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Selain itu, warga meminta agar PLN segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar aliran listrik kembali normal dan tidak merugikan pelanggan.
“PLN harus memperhatikan dampak dari tindakan mereka. Ini bukan hanya soal listrik, tapi juga soal keselamatan dan kesehatan keluarga kami,” pungkasnya. (Haji)








Komentar