HALSEL, Malutline — Kisah inspiratif datang dari Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang putra daerah bernama AAN Umar Djama resmi dilantik menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan pangkat Sersan Dua (Serda).
Pelantikan tersebut berlangsung khidmat di Ambon, Maluku, Rabu (1/10/2026) dan menjadi momen penuh haru bagi keluarga serta masyarakat setempat.
Serda AAN Umar Djama merupakan putra ketiga dari pasangan Umar Djama dan Rusmini Abu. Di balik keberhasilan sang anak menggapai cita-cita sebagai prajurit TNI AD, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sagu lempeng demi menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.
Dengan penghasilan yang terbatas, Rusmini Abu tak pernah berhenti menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan doa kepada anak-anaknya. Setiap hari ia berjualan sagu lempeng demi memastikan anak-anaknya tetap sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“saya ini cuma penjual sagu lempeng, tapi yakin selama torang jujur, berdoa, dan kerja keras, Allah pasti buka jalan,” ujar Rusmini Abu dengan mata berkaca-kaca usai pelantikan putranya.
Yang membanggakan, proses seleksi yang dilalui Serda AAN Umar Djama menuju TNI AD benar-benar murni atas kemampuan dan prestasi pribadi. Seluruh tahapan tes, mulai dari administrasi, kesehatan, jasmani, hingga mental ideologi, dilalui tanpa bantuan pihak mana pun dan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Masuk TNI AD ini murni dari hasil usaha dan prestasi anak saya sendiri, Tidak ada bayar-bayar, tidak ada jalur belakang. Semua karena kemampuan dan izin Allah SWT,” tegas sang ibu.
Rusmini Abu juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan mendukung perjuangan putranya, terutama keluarga besar dan masyarakat Desa Orimakurunga.
“Terima kasih atas doa semua pihak, terutama keluarga. Doa itulah yang menguatkan anak saya sampai bisa berdiri hari ini sebagai prajurit TNI,” ucapnya dengan penuh haru.
Keberhasilan Serda AAN Umar Djama menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita, selama dibarengi dengan kerja keras, kejujuran, disiplin, dan doa orang tua. Kisah ini sekaligus mematahkan stigma bahwa untuk menjadi anggota TNI harus dengan biaya besar.
Masyarakat Desa Orimakurunga pun turut bangga atas pencapaian putra daerahnya. Mereka berharap keberhasilan Serda AAN Umar Djama dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Halmahera Selatan, agar berani bermimpi besar dan menempuh jalan yang benar untuk mencapainya.
Kini, sebagai prajurit TNI AD, Serda AAN Umar Djama diharapkan dapat mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi Sapta Marga, serta menjadi teladan bagi pemuda-pemudi di tanah kelahirannya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam kebanggaan, selalu ada doa ibu dan perjuangan panjang yang tak terlihat, namun menentukan masa depan seorang anak. (Red)












Komentar