HALSEL, Malutline — Warga masyarakat Kecamatan Obi Barat menyayangkan sikap Kapolres Halmahera Selatan (Halsel) AKBP Hendra Gunawan yang dinilai tidak serius, bahkan terkesan menutup-nutupi kasus kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang warga asal Sulawesi Utara di lokasi tambang emas ilegal Desa Manatahan.
Korban diketahui mengalami kecelakaan fatal saat bekerja di lubang galian tambang emas ilegal. Ia tertimpa benda keras berupa balok kayu yang digunakan sebagai penahan longsor di dalam lubang tambang. Korban sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Ternate, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
Peristiwa tragis ini memicu kemarahan warga. Mereka menilai aktivitas tambang emas ilegal di Desa Manatahan telah berlangsung lama dan seolah “dilegalkan”, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
“Kapolres Halsel dan Kepala Desa Manatahan harus bertanggung jawab. Tambang ilegal ini sudah lama beroperasi, tapi dibiarkan. Bahkan kami menduga ada pembiaran yang disengaja,” ujar salah satu warga Obi Barat yang enggan di publish namanya kepada wartawan, Selasa (30/12/2025)
Lebih jauh, warga dan para pekerja tambang mengungkap dugaan adanya aliran setoran dari para pengusaha tambang emas ilegal kepada oknum anggota Polres Halsel. Setoran tersebut disebut-sebut sebagai “uang keamanan” agar aktivitas tambang tetap berjalan tanpa gangguan hukum.
“Kami siap dipanggil dan dimintai keterangan. Kami tidak takut, asalkan penyidiknya objektif, netral, dan profesional. Jangan dari Polres Halsel saja, harus ada penyidik dari Polda Maluku Utara atau Mabes Polri,” tegas seorang pekerja tambang.
Masyarakat menilai, jika penanganan kasus ini tetap dilakukan oleh Polres Halsel, dikhawatirkan tidak akan berjalan transparan dan berujung pada penghentian perkara. Oleh karena itu, mereka mendesak Kapolda Maluku Utara dan Mabes Polri untuk turun tangan langsung mengusut tuntas kasus kecelakaan maut tersebut, termasuk membongkar dugaan keterlibatan oknum aparat dan pejabat desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Halsel maupun Kepala Desa Manatahan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran tambang emas ilegal dan tuntutan pertanggungjawaban atas tewasnya korban.
Bahkan para pekerja tambang dan masyarakat Obi Barat bersih kerasemdesak Kapolda Maluku Utara Irjen pol Drs. Waris Agono M.SI, melakukan pemeriksaan dan mencopot Kapolres Halmahera Selatan AKBP. Hendra Gunawan. (Red)






Komentar