TERNATE, Malutline— Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya untuk memimpin daerah dengan hati, empati, dan nurani seorang ibu. Hal itu disampaikannya dalam sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam kepemimpinan pemerintahan.
“Saya ini adalah ibu bagi 1,3 juta rakyat. Yang paling mengerti perempuan adalah perempuan, dan yang paling mengerti anak-anak adalah ibu. Saya adalah ibu,” tegas Sherly.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang humanis dan berorientasi pada perlindungan serta pemberdayaan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Sherly menilai bahwa seorang pemimpin harus mampu memahami kebutuhan rakyat tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara emosional dan sosial.
Menurutnya, pengalaman dan naluri keibuan menjadi kekuatan dalam mengambil kebijakan yang adil, berpihak, dan menyentuh langsung persoalan masyarakat di akar rumput.
Sebagai Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menyatakan komitmennya untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah berpihak pada kesejahteraan rakyat, perlindungan perempuan, pemenuhan hak anak, serta peningkatan kualitas hidup keluarga.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai kepemimpinan dengan pendekatan keibuan dapat membawa suasana pemerintahan yang lebih dekat, peduli, dan bertanggung jawab terhadap rakyat. (Red)






Komentar