LABUHA, Malutline- Halmahera Selatan — Setelah dua hari pencarian yang penuh harap dan doa, nasib tragis menimpa Muhammad Alfin Daud (8), bocah yang sebelumnya dilaporkan diterkam buaya di Sungai Inggoi, Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (18/12/2025) pagi, di perairan sekitar Pulau Nusa Raa dan Pulau Nusa Deket.
Korban ditemukan sekitar pukul 08.20 WIT oleh seorang nelayan bernama Delmi Radjaloa (43), warga Desa Awanggoa, saat hendak melaut mencari ikan menggunakan perahu ketinting. Saksi mengaku awalnya mencium bau busuk yang menyengat sebelum akhirnya melihat sesosok tubuh kecil terapung di permukaan laut.
“Awalnya saya kira boneka, tapi setelah didekati ternyata mayat anak,” ujar saksi kepada warga setempat.
Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang, tidak mengenakan baju dan hanya menggunakan celana pendek berwarna biru dongker. Pada tubuh korban terlihat bekas luka gigitan di bagian lutut kanan, yang menguatkan dugaan bahwa korban merupakan anak yang sebelumnya diterkam buaya.
Saksi kemudian memanggil dua nelayan lain, Yasir dan Uci, untuk membantu proses evakuasi. Jenazah korban dievakuasi menggunakan karung dan dibawa menuju muara Sungai Inggoi, tepatnya ke posko pencarian korban. Sekitar pukul 09.00 WIT, kabar ditemukannya korban menyebar dan mengundang duka mendalam warga setempat.
Tangis keluarga pun pecah saat jenazah tiba di rumah duka di Desa Amasing Kota Barat. Setelah dipastikan identitasnya, korban dinyatakan sebagai Muhammad Alfin Daud alias Afon, pelajar kelas III SD Misbahul Aulad Labuha.
Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, AKP Sunadi Sugiyono, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan setelah proses pencarian selama dua hari sejak insiden tragis terjadi pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIT.

“Korban ditemukan dalam kondisi tubuh masih utuh, namun sudah mulai membusuk. Pihak keluarga telah melakukan proses pemandian jenazah dan korban akan dimakamkan di TPU Desa Amasing Kali,” ujar AKP Sunadi.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Amasing Kota. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait terhadap ancaman buaya di wilayah sungai dan perairan sekitar pemukiman, agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Red)










Komentar