Halsel, Malutline — Polemik kembali muncul dalam gelaran Bupati Cup Halmahera Selatan 2025 setelah jadwal pertandingan antara Hidayat FC dan Mandaong FC berubah dari jadwal yang sebelumnya telah diumumkan panitia. Para suporter mempertanyakan konsistensi panitia karena keputusan yang dinilai berubah-ubah dan tidak sesuai kesepakatan pada pertemuan sebelumnya.
Sebelumnya, panitia telah mengirimkan surat edaran resmi melalui pesan WhatsApp kepada kedua tim. Dalam surat tersebut, pertandingan semifinal antara Hidayat FC dan Mandaong FC dijadwalkan berlangsung pada hari ini, sesuai informasi yang telah disampaikan ke masing-masing manajer tim.
Namun, pada pelaksanaannya, jadwal tersebut kembali berubah. Para pendukung Hidayat FC menyayangkan keputusan panitia yang dianggap tidak konsisten.
Ada Kesepakatan Pemeriksaan Domisili oleh Disdukcapil Dalam rapat Minggu lalu, panitia menegaskan bahwa sebelum pertandingan semifinal berlangsung, setiap tim wajib menyerahkan empat kartu identitas untuk diperiksa langsung oleh pihak Disdukcapil. Pemeriksaan itu bertujuan memastikan keaslian domisili pemain sesuai regulasi Bupati Cup 2025, yakni wajib ber-NIK Halmahera Selatan.
Menurut suporter, Hidayat FC telah mematuhi aturan tersebut, namun proses verifikasi justru terkesan lambat dan tidak sesuai prosedur yang disampaikan panitia sebelumnya.
Kesepakatan “Tidak Ada Protes di Semifinal dan Final” Dianggap Tidak Dijalankan Dalam pertemuan yang sama, panitia menyampaikan bahwa setelah memasuki babak semifinal dan final, tidak ada lagi ruang untuk protes karena tahapan verifikasi pemain dianggap sudah final di tingkat zona.
Namun kenyataannya, menurut pendukung Hidayat FC, keputusan panitia justru sebaliknya. Polemik pemain kembali mencuat di saat pertandingan hendak dilaksanakan, sehingga memicu penundaan dan ketidakpastian jadwal pertandingan.
Suporter Pertanyakan Profesionalisme Panitia, Jais, salah satu suporter Hidayat FC, menilai panitia kurang tegas dalam menjalankan regulasi yang mereka buat sendiri.
“Dari panitia sendiri so kase surat edaran resmi bahwa Hidayat FC dengan Mandaong FC main hari ini. Torang su siap. Tapi akhirnya ditunda. Padahal aturan panitia di rapat kemarin bilang suda tidak ada protes kalau su masuk semifinal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan keputusan di menit terakhir menimbulkan dugaan bahwa panitia tidak memegang komitmen awal, sehingga membuka ruang ketidakpuasan di antara tim dan pendukung.
Desakan agar Panitia Lebih Profesional ke Depan Sejumlah suporter dan pemerhati sepak bola lokal meminta agar panitia Bupati Cup Halsel memperbaiki manajemen kompetisi, terutama terkait:
Konsistensi keputusan, Transparansi verifikasi pemain, Komunikasi resmi kepada tim
Penegakan aturan yang sama untuk semua peserta Menurut mereka, turnamen sebesar Bupati Cup tidak boleh terkesan dikelola dengan keputusan mendadak, apalagi di babak krusial seperti semifinal.
Meski jadwal pertandingan sempat simpang siur, Hidayat FC menyatakan tetap siap bertanding kapan pun panitia menetapkan jadwal final. Para suporter berharap panitia segera menuntaskan persoalan verifikasi pemain agar pertandingan dapat berjalan adil, profesional, dan sportif. (Red)






Komentar