LABUHA, Malutline.com — Senja di Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, seolah berhenti sejenak. Di halaman UMK Milenial, ratusan orang berdiri menyimak dengan khidmat. Mereka bukan sekadar hadirin, melainkan saksi kembalinya semangat lama yang sempat pudar — semangat Poma Polu, semangat berkumpul dalam satu rasa, satu tujuan, dan satu budaya.
Di tengah lingkar kebersamaan itu, hadir sosok yang begitu dikenal di tanah Halmahera Selatan: Dr. Hi. Muhammad Kasuba, M.A, Bukan hanya sebagai mantan Bupati dua periode, tetapi juga sebagai tokoh yang lekat dengan nilai persaudaraan, kesederhanaan, dan semangat membangun.
Lebih dari Seremoni, Ini Adalah Kebangkitan pada Sabtu (8/11/2025), Dr. Muhammad Kasuba secara resmi mengukuhkan pengurus sementara Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) Kabupaten Halmahera Selatan.
Namun, bagi yang hadir, momen itu terasa lebih dari sekadar pelantikan — ia adalah kebangkitan.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Tobelo-Galela yang hadir dengan semangat Poma Polu. Ini bukan sekadar pertemuan, tapi perwujudan cinta, satu rasa, satu tujuan, dan satu budaya,” ucap Dr. Kasuba dengan nada bergetar.
Kalimat sederhana itu menembus hati para hadirin. Di antara tepuk tangan dan senyum haru, banyak yang menyadari: inilah titik balik, IKA-TOGALE bukan hanya organisasi, melainkan wadah untuk menyatukan kembali keluarga besar Tobelo-Galela di seluruh penjuru Halmahera Selatan.
Dua Puluh Tahun Perjalanan, Satu Semangat yang Tak Luntur, karena Sudah dua dekade sejak IKA-TOGALE berdiri. Waktu berjalan, generasi berganti, namun nilai yang diusung tetap sama – kebersamaan dan gotong royong.
Dan sore itu, nilai itu terasa hidup kembali lewat kehadiran sosok yang menjadi panutan banyak orang.
“IKA berarti di ikat dan tetap berkumpul dam satu kebersamaan, tidak berpisah, Dua puluh tahun kita berjalan bersama, dan semangat itu masih sama seperti dulu,” tutur Dr. Muhamad Kasuba dengan senyum penuh arti.
Enam Bulan untuk Menata, Seumur Hidup untuk Bersatu, Pengurus sementara yang baru dikukuhkan akan bertugas selama enam bulan, Mereka diamanahkan untuk melakukan konsolidasi organisasi serta mempersiapkan Musyawarah Besar (Mubes) 2026, demi melahirkan pengurus definitif periode 2026–2031.
Namun, di balik tugas formal itu, tersimpan misi yang lebih dalam- menumbuhkan kembali rasa “kita” di antara masyarakat Tobelo-Galela.
Apresiasi untuk Wartawan dan Warga yang Mengabdi Tak lupa, DR. Muhamad Kasuba menyampaikan penghargaan kepada wartawan-wartawan IKA-TOGALE yang selama ini aktif menyebarkan berita positif dan membangun citra baik Halmahera Selatan, Bagi Muhamad kasuba sapaan akrab MK, jurnalis bukan hanya penyampai informasi, melainkan penjaga semangat solidaritas dan moral sosial.
“Orang Tobelo-Galela dikenal punya semangat sosial tinggi, mudah bersosialisasi, dan senang bekerja sama dengan siapa pun. Dua puluh tahun ini membuktikan: kita tidak berubah, kita tetap satu,” tegasnya.
Dari Poma Polu untuk Halmahera Selatan, Acara pengukuhan itu berakhir dalam kehangatan, Tidak ada kemewahan, hanya ketulusan.
Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan makna besar — tentang persatuan, budaya, dan warisan moral yang akan terus hidup di generasi berikutnya.
Menutup sambutannya, DR. Muhamad Kasuba menyampaikan pesan yang menancap di hati, yakni “Dengan semangat Poma Polu, mari kita terus bergandengan tangan, membangun kebersamaan, dan menghasilkan sesuatu yang besar untuk Halmahera Selatan.”
Malam itu, IKA-TOGALE bukan sekadar dikukuhkan, melainkan dihidupkan kembali, Dan di antara wajah-wajah yang tersenyum bangga, nama Dr. Muhammad Kasuba kembali dikenang bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi sebagai penggerak semangat dan pelindung budaya.(Adv/Bur)








Komentar