Malut Line

HALSEL,Malutline – Ketua Srikandi Konemat Halmahera Selatan (Halsel), Sadia Iskandar Alam, menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel atas keberhasilan pasangan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halsel periode 2024-2029.

Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Halsel 2024. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh KPU Halsel setelah proses pemilihan dan penghitungan suara yang berlangsung dengan lancar.

Sadia Iskandar Alam, selaku Ketua Srikandi Konemat Halsel, menjadi salah satu pihak yang memberikan ucapan selamat kepada pasangan Bassam-Helmi. Ia juga memuji kinerja KPU Halsel atas pelaksanaan Pilkada yang dinilai transparan dan profesional.

Proses Pilkada Halsel berlangsung pada tahun 2024, dan keputusan resmi mengenai kemenangan Bassam-Helmi diumumkan oleh KPU Halsel tak lama setelah penghitungan suara selesai.

Proses Pilkada berlangsung di seluruh wilayah Halmahera Selatan, sementara pengumuman keputusan dilakukan di Hotel Buana Lipu  Setelah Pleno KPUD Halmahera Selatan selesai dengan total suara diperoleh sebagai berikut :

  1. 12.499 Jasri-Muhlis
  2. 22.366 BK-UHS
  3. 36.144 Rusihan-Muhtar
  4. 53.074 Bassam-Helmi
Rekapitulasi Perlehan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan 2025-2030

Kemenangan Bassam-Helmi dianggap sebagai hasil dari proses demokrasi yang sehat. Sadia juga menggarisbawahi pentingnya kedewasaan politik yang ditunjukkan oleh masyarakat Halsel, baik dari pendukung Bassam-Helmi maupun kubu lain, dalam menerima hasil Pilkada dengan bijak.

Masyarakat Halsel menyambut hasil Pilkada ini dengan antusias, termasuk para pendukung pasangan terpilih. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Sadia kepada semua pihak yang berpartisipasi, termasuk warga yang telah menggunakan hak pilih mereka.

Ketua Srikandi Konemat berharap pasangan Bassam-Helmi dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik dan membawa perubahan positif bagi Halmahera Selatan selama masa kepemimpinan mereka. (Red)

LABUHA, Malutline – Bakal calon Bupati yang jug politisi senior Rusihan jafar, yang sudah dua kali bertarung di pilkada Halsel, pertarungan pertama diriny di pilkada Halsel pada periode 2015-2020 yang bersangkutan berpasangan dengan Beny Paulus parengkuan (RUSIHAN-BENI) dan di kalahkan oleh pasangan Bahrain Kasuba -Iswan Hasjim, sehingga tahun 2020 Rusihan jafar tidak maju lagi dan dipemilihan DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil Halsel dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dan pertarungan hanya dua pasangan yakni pasangan Helmi Umar Muksin dan Laode Arfan dan Hi. usman sidik berpasangan dengan Hasan Ali Bassam kasuba (Usman -Bassam) namun pertarungan itu di menangkan oleh pasangan Usman Sidik dan Hasan Ali Basam Kasuba.

Dan pada periode tahun 2024-2029 Rusihan jafar tidak kapok dalam pertarungan politik sehingga Rusihan jafar kembali bertarung di pilkada Halsel, dan berpasangan dengan Muhtar samaila namun Rusihan jafar dan Mohtar sumaila (Rj-MS) kalah (keok) di tangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel Nomor urut 3 yang di kenal Ramah dan murah Senyum Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin (BASSAM -HELMI) sehingga Rusihan Jafar diketahui sudah dua kali kalah bertarung karena Pasangan Hassan Ali Basam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin resmi ditetapkan menjadi Bupati dan wakil Bupati terpilih Pilbup 2024.

Penetapan itu dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui sidang pleno terbuka yang digelar di Hotel Buana Lipu, pada Rabu (4/12/2024) Hasil ini dituangkan dalam Keputusan KPU Halmahera Selatan Nomor 1064 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan Tahun 2024.

Keputusan kemenangan Hasan Ali Bassam Kasuba ini ditandatangani oleh Ketua KPU Halmahera Selatan Tabrid S. Thalib tertanggal 4 Desember 2024 adapun isinya menetapkan perolehan suara pasangan calon nomor urut 1 Bahrain Kasuba-Umar Hi Soleman sebanyak 22.362 suara sah, Selanjutnya Pasangan calon nomor urut 2 Rusihan Djafar- Mochtar Somaila sebanyak 36,144 suara sah.

Sementara Pasangan calon nomor urut 3 Hasan Ali Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muchsin sebanyak 53.074 suara, Dan Pasangan calon nomor urut 4 Jasri Usman – Muhlis Jafar sebanyak 12,526 suara, Berdasarkan hasil rekapitulasi suara, ditetapkan bahwa Bassam-Helmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan terpilih 2024.

Paslon dengan tagline Senyum -Humanis ini diusung PKS, NasDem- dan Hanura. (Red)

LABUHA,Malutline – Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, sejak beberapa hari terakhir. Stok BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menipis hingga mengakibatkan antrean panjang kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, di sejumlah titik di wilayah tersebut.

Dalam pantauan Malutline, pada Selasa, 03 Desember 2024, sekitar pukul 08:30 WIT hingga 15:30 WIT, antrean kendaraan tampak memenuhi ruas jalan Labuha di sekitar SPBU. Bahkan, antrean kendaraan yang terus membesar hingga ke bahu jalan, menyebabkan kemacetan yang cukup parah.

Selain itu, beberapa depot minyak di Labuha juga terpaksa tidak melayani penjualan BBM karena kehabisan stok. Jenis BBM yang paling banyak dicari, yakni Pertalite dan Pertamax, saat ini hampir tidak tersedia di beberapa titik, menyusul kelangkaan pasokan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Hal ini semakin memperburuk situasi, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital bagi sebagian besar warga yang sehari-hari bergantung pada kendaraan bermotor.

Antrian di SPBU Halsel

Seorang warga Kampung Makian, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa hampir tiga hari terakhir ia dan warga lainnya kesulitan mendapatkan BBM. “Biasanya kami bisa membeli bensin di depot-depot sekitar sini, tapi sekarang sudah tidak ada stok lagi. Kami benar-benar kesulitan,” ujarnya. Warga tersebut berharap pemerintah atau pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan ini, karena hal tersebut sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kelangkaan pasokan BBM tersebut. Namun, masyarakat berharap agar pihak terkait segera melakukan langkah-langkah konkret, baik dalam memastikan kelancaran distribusi maupun penyediaan BBM agar kebutuhan warga dapat terpenuhi.

Kelangkaan pasokan BBM ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap kendaraan pribadi, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Halmahera Selatan. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi dan mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut dan berdampak lebih besar pada kehidupan masyarakat.(Red)

HALSEL,Malutline – Pleno rekapitulasi suara Pilkada 2024 tingkat Kabupaten Halmahera Selatan resmi dimulai pada Selasa, 3 Desember 2024, bertempat di Hotel Buana Lipu. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan perwakilan dari berbagai lembaga.

Sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan kelancaran jalannya pleno, Polres Halmahera Selatan menurunkan 204 personel gabungan. Anggota yang dilibatkan terdiri dari personel Polres Halmahera Selatan, Direktorat Samapta Polda Maluku Utara, serta Kompi Brimob Kompi 2 Batalyon C Polda Malut.

Dalam apel kesiapan, Kabag Ops Polres Halmahera Selatan, AKP Zikri Muamar, S.I.K., menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara berlapis, mulai dari pintu masuk hotel, area halaman, hingga depan ruang pleno. Selain itu, setiap personel diminta untuk memeriksa ID card tamu undangan dengan seksama, sesuai dengan instruksi KPU untuk memastikan bahwa acara berlangsung dengan aman dan tertib.

“Pastikan setiap tamu undangan mematuhi ketentuan ID card yang telah ditetapkan KPU. Jangan sampai ada kelalaian yang bisa mengganggu jalannya acara,” ujar AKP Zikri.

Kegiatan pleno ini diharapkan berjalan lancar dan aman, dengan pengamanan ketat yang diterapkan oleh pihak kepolisian guna mendukung transparansi dan integritas proses demokrasi di Kabupaten Halmahera Selatan.(Red)

HALSEL,Malutline – Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pasimbaos, Kecamatan Kepulauan Batang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), diduga telah disalahgunakan oleh perangkat desa dan Kepala Desa (Kades) setempat, Thaib Ahmad. Padahal, BUMDes yang dibentuk dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa tersebut, kini menjadi sorotan setelah dana senilai Rp 100 juta dikabarkan habis dibagikan secara tidak transparan.

Berdalih untuk meningkatkan kesejahteraan warga, Desa Pasimbaos mendirikan BUMDes yang seharusnya dikelola untuk kepentingan masyarakat. Namun, dana BUMDes yang seharusnya digunakan untuk program pembangunan atau pemberdayaan ekonomi desa, malah diduga disalurkan oleh Kades Thaib Ahmad kepada para aparat desa dan pengurus BUMDes. Dana sebesar Rp 100 juta itu diduga habis tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, yang menimbulkan kekecewaan di kalangan warga setempat.

Penggunaan dana BUMDes yang tidak sesuai peruntukannya ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir, meski sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat setempat. Para warga Desa Pasimbaos yang mengetahui adanya penyalahgunaan dana ini mengungkapkan kekecewaannya, tetapi hingga saat ini, belum ada tindakan konkret dari pihak berwenang untuk memeriksa dan menindaklanjuti masalah tersebut.

Kejadian ini terjadi di Desa Pasimbaos, Kecamatan Kepulauan Batang Lomang, yang terletak di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara. Desa ini terbilang cukup terpencil, dengan akses yang terbatas ke sumber daya dan infrastruktur yang lebih baik.

Meskipun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seharusnya menjadi sarana untuk mendukung perekonomian desa, kenyataannya banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Pasimbaos, masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan dana desa. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana, serta lemahnya sistem kontrol terhadap kepala desa dan perangkat desa yang memiliki kewenangan.

Kepala Desa Pasimbaos, Thaib Ahmad, bersama sejumlah perangkat desa dan pengurus BUMDes, disebut-sebut terlibat langsung dalam penyalahgunaan dana tersebut. Masyarakat merasa bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik malah dibagikan secara tidak sah untuk keuntungan pribadi dan kelompok tertentu.

Warga desa, yang enggan disebutkan namanya, sangat kecewa dengan tindakan Kades dan perangkat desa tersebut. Mereka mengharapkan agar pemerintah dan aparat berwenang segera turun tangan untuk memeriksa dan menindak tegas pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dana BUMDes. “Kami sangat berharap agar ada tindakan dari pihak yang berwenang. Kades seharusnya diberi sanksi agar tidak ada penyalahgunaan dana desa seperti ini lagi,” ujar salah satu warga dengan penuh harapan.

Hingga saat ini, belum ada tindakan tegas yang diambil oleh pihak berwenang terkait penyalahgunaan dana BUMDes di Desa Pasimbaos. Kepala Desa Thaib Ahmad tampak tidak terpengaruh dengan tuduhan tersebut dan tidak menunjukkan adanya upaya untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana desa. Masyarakat pun berharap agar kasus ini segera mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang.

Dengan kasus ini, kembali muncul pertanyaan besar tentang efektivitas pengelolaan dana desa dan BUMDes yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun pada kenyataannya malah disalahgunakan oleh oknum yang seharusnya bertanggung jawab untuk memajukan desa. (Red)