Malut Line

Ternate, Malutline— Jagat media sosial, khususnya TikTok, tengah diramaikan kritik publik terkait video para pimpinan dan ASN Pemerintah Kota Ternate yang terlihat berjoget ria dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Korpri. Momen tersebut menuai sorotan tajam karena terjadi bersamaan dengan situasi bencana besar yang menimpa masyarakat di Sumatra dan Aceh.

Dalam sejumlah unggahan warganet, terlihat masyarakat mempertanyakan kepekaan para pejabat daerah. “Tong sayangkan saja, di tengah situasi bencana di Sumatra dan Aceh, di sana sudara-sudara kita lagi susah, seluruh kekuatan negara diturunkan bahkan Presiden juga turun langsung karena prihatin. Tapi di kantor Wali Kota Ternate para pemimpin dan ASN berjoget dalam HUT Korpri. Sangat disayangkan,” tulis salah satu akun di TikTok.

Komentar tersebut mendapat dukungan dari banyak warganet lain yang menilai bahwa kegiatan hiburan itu tidak mempertimbangkan suasana duka nasional. Mereka berharap pejabat daerah menunjukkan empati dan mengutamakan solidaritas terhadap korban bencana.

Hingga berita ini dirilis, pihak Pemerintah Kota Ternate belum memberikan klarifikasi resmi terkait acara tersebut. Namun publik mendesak agar pemerintah lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan di tengah situasi darurat kemanusiaan yang sedang ditangani negara.(Red)

HALSEL, Malutline— Program santunan kematian Pemerintah Daerah Halmahera Selatan yang dikelola melalui Badan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dinyatakan telah kehabisan anggaran. Informasi ini dibenarkan langsung oleh pejabat terkait, Yudi Eka Prasetiya, yang mengakui bahwa alokasi dana untuk tahun berjalan sudah tidak tersedia.

“Benar, anggaran santunan kematian yang melekat di Bagian Kesra sudah habis,” kata Yudi saat dikonfirmasi. Ia menyebutkan bahwa tingginya jumlah pengajuan santunan dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor cepatnya penyerap­an anggaran.

Program santunan kematian merupakan bantuan yang diberikan kepada keluarga ahli waris untuk meringankan biaya pemakaman dan kebutuhan darurat setelah kehilangan anggota keluarga. Namun dengan habisnya anggaran tersebut, sejumlah warga yang mengajukan bantuan dikabarkan terpaksa harus menunggu hingga kebijakan anggaran berikutnya.

Sejumlah tokoh masyarakat menyayangkan kondisi ini, mengingat santunan kematian termasuk program yang sangat dibutuhkan warga, terutama keluarga kurang mampu.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah, baik melalui penyesuaian anggaran perubahan maupun kebijakan tambahan, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti terlalu lama.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemda belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai solusi atau tindak lanjut atas kekosongan anggaran tersebut. (Red)

LABUHA, Malutline — Program transmigrasi di Desa Jojame, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mendapat sorotan. Tokoh masyarakat Halsel yang juga mantan anggota DPRD Halsel dari Partai Hanura, Samuel Ongky, menyatakan bahwa program tersebut seharusnya memprioritaskan warga lokal yang sudah berkeluarga namun belum memiliki lahan kebun.

Menurutnya, kondisi lahan di Halmahera Selatan yang semakin terbatas membuat prioritas transmigrasi dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa, dinilai kurang tepat.

“Saya berpendapat program transmigrasi di Desa Jojame seharusnya diperuntukkan bagi warga lokal Halsel yang sudah berkeluarga dan belum punya lahan kebun, agar mereka punya masa depan yang lebih baik,” ujar Samuel.

Ia menegaskan bahwa warga lokal yang belum memiliki lahan merupakan kelompok yang harus mendapat perhatian pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kalau transmigrasi dari Jawa, saya kurang setuju. Lahan di Halsel semakin sedikit. Sebaiknya fokus pada transmigrasi lokal saja,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mengundang perhatian publik, terutama di tengah wacana pengembangan wilayah dan pemanfaatan lahan bagi masyarakat. Samuel berharap pemerintah dapat meninjau kembali skema transmigrasi agar lebih berpihak pada masyarakat lokal yang membutuhkan lahan untuk bertani maupun berkebun.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan terkait pernyataan tersebut.(Red)

HALSEL, Malutline— Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti prosesi Aqiqah Muhammad Sa’ad Abdurahman Kasuba, putra Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba. Acara yang berlangsung di kediaman keluarga besar Kasuba di Desa Babang itu dihadiri kerabat dekat dan sejumlah tokoh penting, sekaligus menjadi momentum penuh doa untuk sang buah hati.

Ungkapan syukur keluarga terlihat dari lantunan doa-doa yang mengiringi jalannya prosesi. “MaasyaAllah Tabaarakallah… semoga semua bagian dalam hidupnya menjadi keberkahan dan kebaikan dunia akhirat,” demikian harapan yang disampaikan keluarga untuk Muhammad Sa’ad.

Doa Qur’ani رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا turut dibacakan sebagai pengharapan agar sang anak tumbuh menjadi generasi yang menyejukkan hati, berakhlak mulia, dan menjadi penerus kebaikan di masa depan.

Aqiqah ini menjadi simbol rasa syukur dan komitmen keluarga besar Kasuba dalam memberikan yang terbaik bagi putra mereka, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara keluarga dan tamu yang hadir.

Momentum sakral tersebut tidak hanya menjadi catatan indah bagi keluarga, tetapi juga menjadi doa bersama agar Muhammad Sa’ad Abdurahman Kasuba tumbuh dalam lindungan Allah SWT dan menjadi kebanggaan masyarakat Halmahera Selatan. (Red)

LABUHA, Malutline – Semangat kebersamaan dan optimisme menjelang akhir tahun begitu terasa dalam kegiatan Year-End Media Gathering yang digelar Harita Nickel bersama para jurnalis di Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel). Acara yang berlangsung di Starlight Cafe, Labuha, pada Selasa (02/12/2025), menghadirkan suasana penuh keakraban antara tim Media Relations Harita Nickel dan para insan pers dari berbagai media lokal hingga nasional.

Disajikan dalam format santai dan interaktif, pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi kedua pihak untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi pandangan, serta memperkuat kolaborasi dalam penyampaian informasi terkait perkembangan perusahaan. Sejak para jurnalis mulai berdatangan, suasana hangat langsung tercipta melalui percakapan ringan seputar dinamika pemberitaan dan isu aktual di Halmahera Selatan.

Vice President Media Relations Harita Nickel, Irsyad Prakasa, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremoni akhir tahun. Media, ujarnya, merupakan mitra strategis perusahaan dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat bersifat akurat, transparan, dan berimbang.

“Pertemuan seperti ini adalah ruang silaturahmi untuk memperkuat relasi dan memastikan komunikasi antara Harita Nickel dan rekan-rekan media berjalan dengan transparan. Kami percaya kerja kolaboratif bersama media merupakan kunci terciptanya ekosistem informasi yang sehat,” ungkap Irsyad di hadapan para jurnalis.

Sementara itu, Assistant Vice President Media Relations Harita Nickel, Bayu Gialucca Vialli, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi jembatan komunikasi dua arah yang terus diperkuat dari tahun ke tahun. Ia menekankan pentingnya ruang dialog terbuka dalam menjaga kualitas pemberitaan mengenai aktivitas perusahaan, baik terkait operasional, program sosial, maupun komitmen keberlanjutan.

“Silaturahmi ini bukan sekadar temu akhir tahun, tetapi bentuk ajakan bagi seluruh media untuk terus berkolaborasi dalam publikasi informasi yang bermanfaat. Harita Nickel selalu membuka pintu dialog, berbagi data, serta memberikan akses bagi media demi terciptanya pemberitaan yang objektif dan konstruktif,” tutur Bayu.

Acara berlangsung semakin dinamis dengan diskusi santai dan sesi tanya jawab. Para jurnalis antusias memberikan masukan terkait pola komunikasi perusahaan, kecepatan respons informasi, hingga mekanisme klarifikasi yang selama ini dinilai cukup baik. Harita Nickel menerima setiap masukan tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan hubungan dengan media.

Suasana keakraban memuncak saat kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama. Para peserta tampak berbaur tanpa sekat, membicarakan peluang kolaborasi dan agenda peliputan di tahun mendatang. Para jurnalis mengapresiasi konsistensi Harita Nickel dalam menjaga komunikasi terbuka dan responsif terhadap isu-isu yang membutuhkan klarifikasi perusahaan.

Year-End Media Gathering ini diharapkan menjadi momentum penguatan kemitraan yang lebih solid antara Harita Nickel dan insan pers di Halmahera Selatan. Dengan semangat keterbukaan dan komitmen transparansi, kedua pihak optimis dapat terus berjalan bersama menuju keberlanjutan perusahaan dan kemajuan daerah khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan.(Red)