Jakarta, Malutline — Dinamika politik nasional menuju Pemilihan Presiden 2034 mulai menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Sejumlah nama tokoh nasional perlahan muncul dalam percakapan publik sebagai figur potensial yang dinilai layak memimpin Indonesia di masa mendatang.

 

Pasca Pilpres 2024, peta popularitas sejumlah tokoh disebut mengalami perubahan cukup signifikan. Nama-nama lama yang sebelumnya mendominasi ruang publik mulai mendapat tantangan dari figur baru yang dinilai lebih aktif turun langsung ke masyarakat dan menunjukkan kerja nyata.

 

Salah satu nama yang kini semakin banyak diperbincangkan adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

 

Di berbagai media sosial, Sherly disebut mulai menarik perhatian publik nasional karena gaya kepemimpinannya yang dianggap sederhana, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Aktivitas Sherly yang kerap turun langsung meninjau pelayanan publik, berdialog dengan warga, hingga menyelesaikan berbagai persoalan daerah dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya simpati masyarakat.

 

Tidak sedikit warganet yang menilai bahwa masyarakat Indonesia saat ini mulai menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara di ruang publik, tetapi juga mampu menunjukkan bukti kerja nyata di lapangan.

 

“Sekarang masyarakat lebih melihat tindakan dibanding janji. Pemimpin yang hadir langsung di tengah rakyat biasanya lebih cepat mendapat kepercayaan publik,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam diskusi politik nasional.

 

Selain Sherly Tjoanda Laos, sejumlah nama lain yang juga ramai diperbincangkan yakni Gibran Rakabuming Raka dan Dedi Mulyadi.

 

Ketiganya dinilai memiliki pendekatan yang hampir serupa, yakni aktif membangun komunikasi dengan masyarakat melalui kerja lapangan dan media digital.

 

Sementara itu, nama Anies Baswedan masih memiliki basis pendukung loyal, meski dalam sejumlah percakapan media sosial disebut mengalami penurunan intensitas dukungan dibanding momentum Pilpres sebelumnya.

 

Pengamat politik menilai, tren politik menuju 2034 masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung konsistensi kerja para tokoh di mata masyarakat.

 

Di Maluku Utara sendiri, nama Sherly Tjoanda Laos dinilai memiliki modal sosial dan kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat. Berbagai langkah pembangunan dan pendekatan humanis yang dilakukan selama menjabat gubernur membuat citranya terus mendapat perhatian publik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

 

Meski perjalanan menuju kontestasi politik nasional masih panjang, perbincangan mengenai figur pemimpin masa depan diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas kepemimpinan di Indonesia. (Red)

HALSEL, Malutline — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan ke-23, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) resmi menggelar kegiatan Lomba Kebersihan Desa tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong budaya hidup bersih, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi pembangunan desa di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

Mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya Tingkatkan Pelayanan,” lomba ini diharapkan mampu menjadi momentum membangun semangat gotong royong masyarakat desa dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan masing-masing.

Dalam baliho kegiatan yang beredar, tampak Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Abdillah Kamarullah, SE., MM., bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), M. Zaki Abd Wahab (ZK), mengajak seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung mulai 21 Mei 2026 hingga 2 Juni 2026, sementara proses penilaian akan dilakukan pada 2 Juni sampai 8 Juni 2026.

Pemkab Halsel menilai kebersihan desa bukan hanya soal penampilan lingkungan semata, tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan, budaya masyarakat, serta tingkat kepedulian warga terhadap kesehatan dan kenyamanan bersama.

Kepala DPMD Halsel, M. Zaki Abd Wahab, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif masyarakat desa agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Lomba ini menjadi sarana untuk membangkitkan semangat gotong royong masyarakat desa. Kami ingin desa-desa di Halmahera Selatan menjadi bersih, sehat, indah, dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, lomba kebersihan desa juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kegiatan bersama seperti kerja bakti, penataan lingkungan, penghijauan, hingga pengelolaan sampah secara baik dan berkelanjutan.

Menariknya, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi para pemenang. Hadiah tersebut di antaranya berupa satu unit laptop, handphone, bonus penghargaan, serta sertifikat bagi desa-desa terbaik yang berhasil menunjukkan inovasi dan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut mulai terlihat di sejumlah desa. Warga bersama aparat desa mulai melakukan pembenahan lingkungan, membersihkan drainase, menata pekarangan, hingga mempercantik fasilitas umum demi menyambut penilaian lomba.

Momentum HUT Halsel ke-23 ini juga diharapkan menjadi titik penguatan semangat pembangunan dari desa. Sebab desa dinilai sebagai ujung tombak kemajuan daerah yang harus terus didorong agar berkembang secara sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, memperkuat budaya bersih, dan menjadikan desa sebagai wajah kemajuan daerah yang membanggakan. (Red)

LABUHA, Malutline – Di tengah dinamika pembangunan daerah dan tingginya harapan masyarakat terhadap perubahan, nama Sherly Tjoanda terus menjadi perhatian publik di Maluku Utara. Sosok pemimpin perempuan ini dinilai hadir membawa semangat baru dalam membangun daerah dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat serta mengedepankan kerja nyata dibanding sekadar retorika politik.

Banyak kalangan menilai, kepemimpinan Sherly Laos tidak dibangun dari pencitraan semata, melainkan dari keberanian mengambil tanggung jawab dan kesediaan turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Dalam berbagai kesempatan, ia terlihat aktif menyerap aspirasi warga, mendengar langsung keluhan masyarakat, hingga memastikan program-program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Bagi Sherly, kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan dan kekuasaan. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata, keberpihakan kepada rakyat kecil, serta komitmen untuk terus menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi daerah.

“Pemimpin bukan yang paling banyak berbicara, tetapi yang mampu bekerja dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” menjadi prinsip yang kerap disampaikan oleh pendukung maupun masyarakat yang mengikuti perjalanan kepemimpinannya.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur daerah, Sherly Laos dinilai mampu menunjukkan keseriusannya dalam bekerja. Kehadirannya di berbagai agenda masyarakat juga dianggap menjadi bukti bahwa dirinya ingin memastikan pemerintah tetap dekat dengan rakyat.

Sebagai tokoh perempuan, Sherly juga dianggap membawa inspirasi tersendiri bagi kaum perempuan di Maluku Utara. Ia dinilai mampu menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar dalam memimpin, mengambil keputusan, dan membawa perubahan bagi masyarakat luas.

Tidak sedikit warga yang berharap kepemimpinan seperti ini dapat terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membangun pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Di era ketika masyarakat semakin kritis terhadap pemimpin, figur yang hadir dengan kerja nyata dan ketulusan dinilai menjadi kebutuhan penting bagi daerah. Karena bagi masyarakat, pemimpin sejati bukan sekadar hadir saat kampanye atau menyampaikan janji, tetapi mereka yang tetap bersama rakyat dalam berbagai keadaan.

Dengan semangat perubahan dan pendekatan yang humanis, Sherly Laos kini dipandang sebagai salah satu figur pemimpin perempuan yang membawa harapan baru bagi masa depan Maluku Utara menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Red)

LABUHA, Malutline– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Halmahera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meski bertepatan dengan hari libur nasional pada Jumat, 15 Mei 2026, pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan aktif dan melayani warga di berbagai kebutuhan dokumen penting.

Berdasarkan laporan hasil pelayanan yang dirilis Disdukcapil Halsel, berbagai layanan administrasi kependudukan tetap dibuka dan mendapat antusias masyarakat. Mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, pengurusan kartu keluarga, akta kelahiran, hingga layanan perpindahan penduduk tetap diproses seperti hari kerja biasa.

Dalam laporan tersebut tercatat sebanyak 3 warga melakukan perekaman KTP-el di dinas maupun kecamatan, sementara pencetakan KTP-el mencapai 25 dokumen. Selain itu, terdapat 21 pengajuan kartu keluarga, 12 pengajuan akta kelahiran, 4 pengajuan pindah keluar, serta 3 proses kedatangan penduduk.

Disdukcapil Halsel juga terus mendorong implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Pada hari pelayanan itu, terdapat tambahan 1 registrasi IKD dengan total kumulatif registrasi mencapai 8.035 pengguna hingga saat ini.

Sementara itu, untuk layanan pencatatan sipil lainnya, tercatat 2 pengajuan akta kematian. Sedangkan pengajuan akta perkawinan dan akta perceraian bagi penduduk non muslim masih nihil.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Halmahera Selatan mengatakan bahwa pelayanan di hari libur nasional merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan administrasi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Menurutnya, dokumen kependudukan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan akses pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, perbankan, hingga pelayanan publik lainnya.

“Pelayanan administrasi kependudukan adalah pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, meskipun hari libur nasional, kami tetap berupaya hadir memberikan pelayanan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen penting,” ujar Kadis Dukcapil Halsel.

Ia menambahkan, langkah membuka layanan di hari libur juga merupakan bagian dari komitmen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pemerintah benar-benar hadir. Tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi memastikan pelayanan tetap berjalan cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya.

Selain pelayanan langsung, Disdukcapil Halsel juga terus memperkuat transformasi digital melalui program IKD atau Identitas Kependudukan Digital. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah penting menuju pelayanan administrasi yang modern dan efisien.

“Kami terus mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke layanan digital melalui IKD. Ini penting untuk mempermudah akses dokumen kependudukan ke depan,” tambahnya.

Data agregat kependudukan Kabupaten Halmahera Selatan yang turut dirilis menunjukkan jumlah penduduk mencapai 264.214 jiwa, terdiri dari 136.921 laki-laki dan 127.293 perempuan. Jumlah kepala keluarga tercatat sebanyak 74.902 KK, sementara jumlah wajib KTP mencapai 185.785 jiwa.

Dari sisi capaian pelayanan administrasi kependudukan, persentase perekaman KTP-el di Halmahera Selatan telah mencapai 92,13 persen. Untuk cakupan Kartu Identitas Anak (KIA) berada di angka 36,12 persen, registrasi IKD 4,43 persen, dan akta kelahiran usia 0–17 tahun mencapai 97,70 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Disdukcapil Halsel terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara merata hingga ke seluruh wilayah kecamatan.

Masyarakat pun memberikan apresiasi terhadap langkah Disdukcapil yang tetap membuka pelayanan di tengah hari libur nasional. Banyak warga menilai kebijakan tersebut sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja biasa.

Dengan tetap dibukanya layanan di hari libur, Disdukcapil Halsel dinilai berhasil menunjukkan semangat pelayanan prima dan dedikasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. (Red)

LABUHA, Malutline— Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, turun langsung melakukan pengecekan lapangan terkait keluhan sejumlah pelanggan yang menilai tagihan air mereka membengkak dan dianggap tidak wajar.

Pengecekan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dan keluhan masyarakat mengenai besarnya biaya pembayaran air dalam beberapa bulan terakhir. Menanggapi hal itu, pihak PDAM Halsel memilih untuk tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung pada instalasi pelanggan guna memastikan penyebab utama persoalan tersebut.

Dalam keterangannya kepada media ini melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026), Soleman Bobote mengatakan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menemukan adanya kebocoran pada instalasi milik pelanggan yang menyebabkan penggunaan air meningkat secara tidak normal.

Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu faktor utama membengkaknya tagihan air, bukan semata-mata karena kesalahan petugas PDAM sebagaimana tudingan yang berkembang di masyarakat.

“Setelah kami turun langsung dan melakukan pengecekan, ternyata memang ditemukan instalasi pelanggan yang bocor. Air terus mengalir tanpa disadari sehingga pemakaian meningkat. Jadi jangan langsung menyalahkan petugas PDAM secara sepihak sebelum mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Soleman.

Ia menegaskan, PDAM Halsel tetap membuka ruang pengaduan bagi seluruh pelanggan yang merasa keberatan atau menemukan kejanggalan pada tagihan mereka. Namun demikian, ia berharap masyarakat juga dapat memahami bahwa besarnya tagihan tidak selalu disebabkan oleh kesalahan pencatatan meteran ataupun sistem penagihan dari PDAM.

Menurut Soleman, banyak kasus serupa terjadi akibat kerusakan pipa, sambungan rumah yang bocor, keran yang tidak tertutup sempurna, maupun instalasi lama yang sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut sering kali tidak disadari pelanggan hingga tagihan air mengalami kenaikan drastis.

“Kadang pelanggan merasa pemakaian biasa saja, tetapi ternyata ada kebocoran kecil yang berlangsung terus-menerus selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu tentu berpengaruh terhadap angka pemakaian air,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa PDAM Halsel selama ini berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dengan melakukan evaluasi rutin terhadap sistem distribusi dan pelayanan pelanggan. Karena itu, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan pemeriksaan lapangan sebelum mengambil kesimpulan terhadap setiap keluhan yang masuk.

Lebih lanjut, Soleman mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa kondisi instalasi air di rumah masing-masing untuk menghindari pemborosan air maupun lonjakan tagihan yang tidak diinginkan.

“Kami mengajak pelanggan bersama-sama menjaga instalasi air. Kalau ada kebocoran segera diperbaiki. Jangan tunggu tagihan membengkak baru dilakukan pengecekan,” katanya.

Selain itu, ia memastikan bahwa petugas PDAM Halsel bekerja sesuai prosedur dan tetap mengedepankan profesionalisme dalam melakukan pencatatan meteran maupun pelayanan kepada pelanggan.

Dirinya berharap, dengan adanya pengecekan langsung di lapangan, masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa setiap kenaikan tagihan merupakan kesalahan pihak PDAM.

“Kami tetap menerima kritik dan masukan dari masyarakat demi perbaikan pelayanan. Tetapi semua persoalan harus dilihat secara menyeluruh dan berdasarkan fakta di lapangan,” tutup Soleman Bobote. (Red)