oleh

Direktur PDAM Halsel Turun Langsung Cek Keluhan Tagihan Air, Ditemukan Instalasi Pelanggan Bocor

LABUHA, Malutline— Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan, Soleman Bobote, turun langsung melakukan pengecekan lapangan terkait keluhan sejumlah pelanggan yang menilai tagihan air mereka membengkak dan dianggap tidak wajar.

Pengecekan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dan keluhan masyarakat mengenai besarnya biaya pembayaran air dalam beberapa bulan terakhir. Menanggapi hal itu, pihak PDAM Halsel memilih untuk tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung pada instalasi pelanggan guna memastikan penyebab utama persoalan tersebut.

Dalam keterangannya kepada media ini melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026), Soleman Bobote mengatakan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menemukan adanya kebocoran pada instalasi milik pelanggan yang menyebabkan penggunaan air meningkat secara tidak normal.

Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu faktor utama membengkaknya tagihan air, bukan semata-mata karena kesalahan petugas PDAM sebagaimana tudingan yang berkembang di masyarakat.

“Setelah kami turun langsung dan melakukan pengecekan, ternyata memang ditemukan instalasi pelanggan yang bocor. Air terus mengalir tanpa disadari sehingga pemakaian meningkat. Jadi jangan langsung menyalahkan petugas PDAM secara sepihak sebelum mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Soleman.

Ia menegaskan, PDAM Halsel tetap membuka ruang pengaduan bagi seluruh pelanggan yang merasa keberatan atau menemukan kejanggalan pada tagihan mereka. Namun demikian, ia berharap masyarakat juga dapat memahami bahwa besarnya tagihan tidak selalu disebabkan oleh kesalahan pencatatan meteran ataupun sistem penagihan dari PDAM.

Menurut Soleman, banyak kasus serupa terjadi akibat kerusakan pipa, sambungan rumah yang bocor, keran yang tidak tertutup sempurna, maupun instalasi lama yang sudah tidak layak digunakan. Kondisi tersebut sering kali tidak disadari pelanggan hingga tagihan air mengalami kenaikan drastis.

“Kadang pelanggan merasa pemakaian biasa saja, tetapi ternyata ada kebocoran kecil yang berlangsung terus-menerus selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Itu tentu berpengaruh terhadap angka pemakaian air,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa PDAM Halsel selama ini berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dengan melakukan evaluasi rutin terhadap sistem distribusi dan pelayanan pelanggan. Karena itu, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan pemeriksaan lapangan sebelum mengambil kesimpulan terhadap setiap keluhan yang masuk.

Lebih lanjut, Soleman mengimbau masyarakat agar secara berkala memeriksa kondisi instalasi air di rumah masing-masing untuk menghindari pemborosan air maupun lonjakan tagihan yang tidak diinginkan.

“Kami mengajak pelanggan bersama-sama menjaga instalasi air. Kalau ada kebocoran segera diperbaiki. Jangan tunggu tagihan membengkak baru dilakukan pengecekan,” katanya.

Selain itu, ia memastikan bahwa petugas PDAM Halsel bekerja sesuai prosedur dan tetap mengedepankan profesionalisme dalam melakukan pencatatan meteran maupun pelayanan kepada pelanggan.

Dirinya berharap, dengan adanya pengecekan langsung di lapangan, masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang objektif dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa setiap kenaikan tagihan merupakan kesalahan pihak PDAM.

“Kami tetap menerima kritik dan masukan dari masyarakat demi perbaikan pelayanan. Tetapi semua persoalan harus dilihat secara menyeluruh dan berdasarkan fakta di lapangan,” tutup Soleman Bobote. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed