BANDUNG, Malutline— Kepala Desa Kampung Makian, Gurdam Abu Sama, menjadi salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan Retreat Kepala Desa se-Kabupaten Halmahera Selatan yang diselenggarakan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan program strategis Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur desa, yang diikuti oleh 125 kepala desa dan 15 camat dari seluruh kecamatan di Halsel.

Rombongan peserta dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir memberikan motivasi sekaligus membuka kegiatan secara resmi di lapangan utama Kampus IPDN.

Dalam sambutannya, Bupati Bassam Kasuba menyampaikan bahwa retreat ini bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan proses pembentukan karakter dan mental kepemimpinan aparatur desa agar lebih tangguh dan siap menghadapi dinamika pemerintahan modern.

“Kepala desa adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali dengan semangat kepemimpinan, disiplin, dan integritas agar mampu membawa perubahan nyata di desanya masing-masing,” ujar Bassam.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Makian, Gurdam Abu Sama, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas dirinya sebagai pemimpin desa.

“Kami dilatih tidak hanya soal administrasi dan tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga fisik, mental, dan etika kepemimpinan. Ini sangat berharga agar kami bisa memimpin dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menambahkan hal tersebut, Kepala Dinas DPMD Halmahera Selatan, M. Zaky Abdul Wahab, menjelaskan bahwa kegiatan retreat ini merupakan bagian dari visi besar Bupati Bassam Kasuba dalam menciptakan pemerintahan desa yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.

“Kami ingin kepala desa di Halsel punya semangat dan kapasitas yang seimbang antara pengetahuan teknis dan karakter kepemimpinan. Karena membangun desa bukan hanya soal anggaran, tapi soal bagaimana seorang pemimpin bisa menjadi teladan bagi masyarakatnya,” terang Zaky.

Zaky menambahkan, kegiatan di IPDN Jatinangor ini dirancang secara komprehensif dengan kombinasi antara latihan kedisiplinan, simulasi pelayanan publik, serta pembekalan kebijakan pembangunan desa berbasis potensi lokal.

Kegiatan retreat yang berlangsung hingga 18 Oktober 2025 ini diharapkan melahirkan generasi kepala desa yang visioner, disiplin, dan berjiwa pengabdian tinggi, sehingga mampu membawa kemajuan nyata bagi masyarakat Halmahera Selatan.

“Kami percaya, sepulang dari IPDN nanti, para kepala desa termasuk Kades Gurdam Abu Sama akan kembali dengan semangat baru untuk membangun desa mereka lebih baik lagi,” tutup Zaky. (Bul)

WEDA, Malutline — Wakil Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Provinsi Maluku Utara, Kasim Nurdin, mengecam keras tindakan premanisme yang diduga dilakukan oleh salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Sagea, Kabupaten Halmahera Tengah.

Perusahaan tersebut dituding telah merusak mobil pikap milik warga Desa Sagea menggunakan alat berat jenis excavator, setelah warga setempat mempertanyakan status tanah miliknya yang dipakai sebagai lokasi jetty bongkar muat material nikel.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kasim menyebut tindakan itu sebagai bentuk intimidasi dan arogansi berlebihan dari pihak perusahaan terhadap warga yang hanya menuntut haknya.

“Ini tindakan premanisme yang tidak bisa ditolerir. Perusahaan seharusnya menghormati hak warga, bukan malah menghancurkan kendaraan milik mereka dengan alat berat. Itu perbuatan yang sangat memalukan,” tegas Kasim, Minggu (12/10/2025).

Sebagai putra asli Desa Sagea, Kasim mengaku geram dengan perlakuan tidak manusiawi tersebut. Ia mendesak Kapolres Halmahera Tengah untuk segera turun tangan dan memerintahkan pihak perusahaan agar mengganti rugi kendaraan warga yang dirusak.

“Kami minta Kapolres Halmahera Tengah bertindak tegas. Mobil warga itu rusak karena ulah perusahaan. Jangan biarkan hukum tunduk pada uang dan kekuasaan,” tegasnya lagi.

Kasim juga memperingatkan, jika dalam waktu dekat tidak ada penyelesaian yang adil, maka pihaknya bersama pemuda lingkar tambang akan melakukan aksi konsolidasi besar-besaran untuk menduduki lokasi tambang dan menghentikan seluruh aktivitas penambangan di wilayah tersebut.

“Kalau tidak ada tanggapan, kami akan turun langsung. Kami siap duduki tambang dan hentikan aktivitasnya. Ini bentuk perlawanan terhadap kesewenang-wenangan perusahaan,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Kasim menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang di daerah seharusnya membawa manfaat ekonomi, rasa aman, dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar, bukan justru menimbulkan ketakutan.

“Perusahaan harus hadir dengan menghormati kearifan lokal, bersikap santun terhadap masyarakat, dan memberikan kontribusi positif. Bukan datang dengan cara-cara kasar seperti preman,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan tambang yang disebut-sebut bertanggung jawab atas perusakan kendaraan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. (Bur)

LABUHA — Terkait insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum sekuriti DPRD Halmahera Selatan (Halsel) bernama Takdir Abdullah terhadap Abdul Azis Lasaibu alias Randu, di dalam ruang SPKT Polres Halsel pada Sabtu lalu, akhirnya mendapatkan klarifikasi dari berbagai pihak.

Peristiwa tersebut disebut terjadi secara spontan dan tanpa perencanaan. Berdasarkan keterangan di lapangan, tindakan pemukulan dilakukan secara refleks oleh pelaku akibat dorongan emosional. Saat kejadian, petugas piket yang tengah duduk di balik meja mediasi tidak sempat mencegah karena posisi antara pelaku dan korban saling berhadapan di ruang mediasi.

“Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Petugas yang ada di lokasi tidak sempat menahan karena posisi mereka berhadapan langsung dengan kedua pihak,” ungkap salah satu sumber di Polres Halsel.

Sementara itu, menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyinggung dugaan intimidasi oleh oknum polisi berinisial Adi, pihak terkait menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kesalahpahaman dalam penulisan berita oleh media Malut Line edisi 13 Oktober 2025.

Dalam klarifikasi terbaru, disebutkan bahwa tidak ada tindakan intimidasi yang dilakukan oleh anggota Polres Halsel tersebut. Adi hanya berupaya membantu proses mediasi agar persoalan antara kedua pihak dapat diselesaikan secara damai dan tidak berlarut.

“Istilah intimidasi yang muncul dalam berita sebelumnya hanyalah kesalahan persepsi waktu konfirmasi. Yang benar, anggota Polres hanya berupaya menengahi agar persoalan diselesaikan secara baik-baik,” ujar salah satu sumber kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Diketahui, persoalan ini bermula dari perjanjian jual beli kayu antara pelaku dengan mertua korban. Namun karena perjanjian tersebut tidak terpenuhi sesuai waktu yang disepakati, timbul kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran.

Beruntung, setelah kejadian pemukulan tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan di ruang mediasi Polres Halsel.

“Masalah sudah diselesaikan di meja mediasi saat itu juga. Kedua belah pihak telah sepakat berdamai,” tambah sumber tersebut.

Dengan demikian, pemberitaan sebelumnya tentang adanya dugaan intimidasi oleh oknum polisi dinyatakan tidak benar dan telah diklarifikasi secara resmi oleh pihak terkait. Polres Halsel juga memastikan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu proses pelayanan masyarakat di ruang SPKT. (Red)

LABUHA — Seorang anggota Polres Halmahera Selatan (Halsel) bernama Adi membantah tuduhan yang menyebut dirinya telah melakukan intimidasi terhadap warga sebagaimana diberitakan salah satu media lokal, Malutline, edisi 12 Oktober 2025.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa Adi, yang dikaitkan dengan kasus dugaan intimidasi terhadap salah satu warga Desa Amassing, dit
Dengan cara melakukan intimidasi terhadap korban di ruang SPKT Polres Halsel Namun, tuduhan itu langsung dibantah oleh yang bersangkutan.

Saat ditemui wartawan di ruang Panitmal Polres Halsel, Adi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah mencoreng nama baiknya sebagai anggota kepolisian.

“Berita itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan intimidasi terhadap siapa pun. Saya justru berusaha membantu mediasi antara kedua belah pihak yang berselisih dalam urusan pribadi, bukan untuk menekan warga,” tegas Adi.

Adi menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam peristiwa itu semata-mata untuk membantu menyelesaikan persoalan keluarga yang berkaitan dengan perjanjian pemesanan kayu antara korban dan pihak lain. Namun, karena kesepakatan waktu pengiriman tidak terpenuhi, terjadi kesalahpahaman yang kemudian dibawa ke ranah hukum.

“Saya hanya membantu memediasi persoalan keluarga terkait pesanan kayu yang tidak dipenuhi sesuai waktu perjanjian. Jadi bukan intimidasi. Saya juga menegaskan, saya ini anggota polisi yang bertugas melindungi warga, bukan menekan mereka,” ungkapnya.

Adi juga berharap agar pemberitaan semacam itu dapat diluruskan sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi Polri maupun dirinya secara pribadi.

“Saya menghormati tugas wartawan, tapi sebaiknya berita dikonfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Saya siap memberikan klarifikasi jika memang diperlukan,” tambahnya. (Red)

HALSEL, Malutline — Warga Desa Foya, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Wakil Gubernur Maluku Utara, Hi. Sarbin Sehe, yang telah memberikan bantuan pembangunan fondasi Bola kaki desa foya berupa 350 sak semen untuk pembangunan fondasi lapangan sepak bola desa.

Bantuan tersebut turut didukung oleh Pemerintah Desa Foya dengan tambahan 50 sak semen, sehingga total mencapai 400 sak semen, Lapangan sepak bola yang kini tengah dibangun memiliki ukuran panjang 95 meter dan lebar 62 meter, dan diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga sekaligus wadah pembinaan generasi muda di Desa Foya.

Kepala Desa Foya, Nu’man Haji Jumat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian Wakil Gubernur terhadap pembangunan fasilitas olahraga di desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Hi. Sarbin Sehe yang telah memberikan perhatian besar bagi masyarakat desa kami. Bantuan ini sangat berarti dan menjadi motivasi bagi warga untuk terus bergotong royong membangun desa,” ujar Nu’man Haji Jumat.

Sementara itu, ketua pemuda Desa Foya, kecamatan Ganetimur M.suhan Nurdin, juga memberikan tanggapan positif terhadap bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi ini menjadi dorongan moral yang besar bagi para pemuda di desanya.

“Kami para pemuda sangat bangga dan berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur. Bantuan semen ini bukan sekadar untuk membangun lapangan, tapi membangun semangat kami untuk terus berkarya dan menjaga persatuan di desa,” tutur Muslim.

Ia menambahkan, lapangan sepak bola ini nantinya akan menjadi tempat bagi pemuda Foya untuk menyalurkan bakat, menjauhi hal-hal negatif, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Lapangan ini akan menjadi simbol semangat gotong royong dan wadah bagi kami untuk berkembang, baik di bidang olahraga maupun sosial. Kami berharap perhatian pemerintah seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Masyarakat Desa Foya berharap pembangunan fondasi lapangan tersebut segera rampung sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga. Mereka juga berharap perhatian pemerintah provinsi terus mengalir bagi desa-desa lain di wilayah Gane Timur. (Red)