LABUHA, Malutline.com – Gelaran Pekan Olahraga Bola Basket Antar Pelajar Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis malam (6/11/2025). Penutupan berlangsung meriah di Lapangan Basket Samargalila, Labuha, dengan semangat para atlet dan sorak penonton yang memenuhi arena pertandingan.

Penutupan kegiatan tersebut dilakukan oleh Bupati Halmahera Selatan, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Saiful Turui. Hadir pula sejumlah pejabat dan tamu undangan penting, di antaranya perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Labuha, perwakilan Kapolres Halsel, perwakilan Dandim 1509/Labuha, Ketua KONI Halsel, Ketua KNPI Halsel, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, jajaran Dispora Halsel, para pelatih, serta panitia pelaksana.

Acara penutupan juga dirangkaikan dengan penyerahan medali, uang pembinaan, dan trofi kepada para pemenang dari kategori pelajar putra dan putri tingkat SMA dan SMP se-Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam sambutannya, Saiful Turui menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta, pelatih, panitia, dan pihak-pihak yang telah berperan menyukseskan turnamen ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting dalam mencari dan membina bibit unggul di bidang olahraga bola basket.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya turnamen Pekan Bola Basket Pelajar 2025 ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi ajang lahirnya atlet muda potensial dari Halsel,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan olahraga pelajar seperti ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan, karena selain mempererat kebersamaan antar pelajar, juga menumbuhkan semangat sportivitas dan jiwa kompetitif yang sehat.

“Kami berharap panitia dan pengurus cabang olahraga bola basket terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui Dispora untuk mengembangkan pembinaan olahraga di daerah ini,” tambah Saiful.

Di akhir sambutannya, Saiful menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk terus mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga di “Bumi Saruma”.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat. Teruslah melakukan yang terbaik untuk kemajuan olahraga di Halmahera Selatan,” tutupnya.

Penutupan berlangsung penuh semangat dan kebanggaan, menandai berakhirnya kompetisi yang telah menghadirkan permainan terbaik dari para pelajar dan menjadi bukti bahwa generasi muda Halsel memiliki potensi besar untuk berprestasi di bidang olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional. (Red)

LABUHA, Malutline.com – Istri Bupati Halmahera Selatan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah, kembali menyampaikan pesan inspiratif penuh makna di momen Jumat Mubarak, 6 November 2025. Melalui unggahan yang menyejukkan hati, istri dari Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba ini mengajak masyarakat untuk selalu tersenyum tulus dan menjaga semangat dalam berbuat kebaikan.

Dalam unggahannya, Ny. Rifa’at menulis sepenggal bait indah yang sarat makna motivasi:

“Senyum terus senyum tulus,
bahagia menjadi rumus,
berdaya dan berusaha harus terus menerus,
karena melangkah untuk mencari berkah itu harus….”

Ungkapan yang disertai tagar #sebaitkatarifa, #jumatberkah, dan #masyaallahtabarakallah itu langsung mendapat banyak respons positif dari masyarakat Halmahera Selatan. Warganet menilai pesan sederhana tersebut mencerminkan pribadi yang lembut, berjiwa sosial tinggi, serta penuh semangat dalam menginspirasi kaum perempuan untuk tetap berdaya dan berusaha.

Pesan yang disampaikan Ny. Rifa’at Al Sa’adah juga menjadi ajakan moral agar masyarakat terus menebar senyum, bersyukur, dan berikhtiar dalam setiap langkah kehidupan, terutama di hari Jumat yang penuh berkah.

“Setiap senyum tulus adalah doa, dan setiap usaha yang disertai niat baik pasti akan membawa berkah,” tulisnya menutup pesan tersebut.

Selain dikenal aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, Ny. Rifa’at Al Sa’adah juga sering membagikan pesan spiritual dan motivasi di media sosialnya. Gaya komunikasinya yang santun dan penuh makna menjadikannya sosok inspiratif di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan perempuan dan generasi muda Halmahera Selatan.

Melalui pesan Jumat berkah itu, ia berharap seluruh masyarakat Halsel dapat memulai hari dengan hati gembira, pikiran positif, dan semangat menebar kebaikan di manapun berada. (Red)

HALSEL, Malutline.com Para siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Halmahera Selatan mengeluhkan aktivitas bengkel yang beroperasi di area lingkungan sekolah mereka. Keberadaan bengkel tersebut disebut sangat mengganggu proses belajar mengajar dan mengurangi kenyamanan para siswa yang seharusnya mendapat suasana tenang dan kondusif untuk belajar.

informasi yang dihimpun media ini lahan tempat berdirinya bengkel itu merupakan bagian dari aset sekolah yang diduga dikontrakkan oleh pihak sekolah kepada pemilik bengkel. Akibatnya, aktivitas perbaikan kendaraan bermotor berlangsung setiap hari di dalam lingkungan sekolah, menimbulkan kebisingan dan polusi udara dari suara mesin serta bau oli dan bahan bakar.

“Setiap kali jam pelajaran berlangsung, suara mesin dan palu dari bengkel sangat keras. Anak-anak jadi sulit fokus belajar, bahkan ada yang tampak terganggu dan menutup telinga,” ungkap salah satu guru pendamping yang enggan disebut namanya.

Selain mengganggu proses belajar, para orang tua siswa juga menyatakan keprihatinan mereka. Menurut mereka, lingkungan sekolah seharusnya steril dari aktivitas ekonomi yang berpotensi mengancam keselamatan dan kenyamanan anak-anak, terlebih siswa SLB yang membutuhkan perhatian dan ketenangan lebih dalam proses belajar.

“Kami minta pihak pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, agar menindaklanjuti persoalan ini. Kalau bisa, Gubernur Sherly jhoanda Laos langsung memberi teguran kepada kepala sekolah supaya bengkel itu tidak lagi beroperasi di dalam area sekolah,” ujar salah satu orang tua murid.

Para orang tua berharap, sekolah bisa kembali difungsikan sebagaimana mestinya — sebagai tempat belajar, bermain, dan pengembangan diri siswa tanpa gangguan dari kegiatan lain yang tidak relevan dengan dunia pendidikan.

Masyarakat juga meminta agar pengawasan terhadap pengelolaan aset sekolah diperketat, sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan lingkungan pendidikan untuk kepentingan pribadi atau komersial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan terkait izin dan dasar kontrak penggunaan lahan sekolah untuk aktivitas bengkel tersebut. (Jul/red)

LABUHA, Malutline — Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Hasan Ali Bassam Kasuba, meresmikan Madrasah Diniyyah (Madin) Alkhairaat Labuha, Kecamatan Bacan, Kamis (06/11/2025).

Peresmian sekolah yang mengusung tema “Alkhairaat Maju, Madin Tumbuh, Halmahera Selatan Senyum dan Berkah” itu dihadiri oleh Kabag Kesra Yudhi Eka Prasetia, pengurus Yayasan Alkhairaat, Komda Alkhairaat, Kepala Sekolah, dewan guru, serta orang tua murid.

Dalam sambutannya, Bupati Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua dan seluruh pengurus Yayasan Alkhairaat Labuha atas dedikasi serta komitmen mereka dalam memajukan dunia pendidikan di Negeri Saruma.

“Perkembangan zaman berjalan sangat cepat dan tantangan hari ini jauh berbeda dengan masa lalu. Karena itu, anak-anak kita harus diberikan fondasi dan bekal agama yang kuat,” tutur Bupati Bassam di hadapan hadirin.

Ia menekankan pentingnya pendidikan moral dan agama di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks.
Menurutnya, Madrasah Diniyyah merupakan investasi jangka panjang bagi orang tua dan masyarakat.

“Ilmu yang diajarkan di Madin ini menjadi ladang pahala yang tidak akan pernah habis. Saya yakin, kehadiran Madrasah Diniyyah Alkhairaat akan mencetak generasi Qur’ani — beriman, berilmu, dan berkarakter di Halmahera Selatan,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Ketua Komda Alkhairaat Halmahera Selatan, Drs. H. Jusmin Dahlan, M.Si, menyebut kehadiran Madin Labuha menjadi langkah awal dalam memperluas pendidikan agama di seluruh kecamatan.

“Ini menjadi pilot project kami. Sebagai langkah awal, dimulai di Kecamatan Bacan, dan akan kami kembangkan ke seluruh kecamatan di Halmahera Selatan,” jelas Jusmin.

Mantan Kadis Sosial Halmahera Selatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bassam Kasuba yang telah menugaskan dua orang guru untuk membantu proses belajar mengajar di Madrasah Diniyyah tersebut.

“Terima kasih banyak kepada Bupati Bassam atas dukungannya. Ini bentuk perhatian nyata terhadap pendidikan agama di daerah kita,” ucap Jusmin penuh hormat.

Peresmian Madrasah Diniyyah Alkhairaat ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat karakter generasi muda Halmahera Selatan yang religius dan berakhlak mulia.(Red)

HALSEL, Malutline.com Kepala Desa Gaimu, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jemi Masambe, diduga kuat melakukan penyalahgunaan anggaran desa dengan menahan dan tidak membayarkan gaji perangkat desa selama hampir dua tahun anggaran.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa sejak tahun 2024 hingga 2025, para perangkat desa belum menerima gaji mereka secara penuh.

“Tahun 2024 saja masih ada enam bulan gaji yang belum dibayar. Sedangkan untuk tahun 2025, dari Januari sampai November baru satu bulan gaji yang dibayarkan,” ungkap sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Kondisi ini membuat sejumlah perangkat desa merasa kecewa dan resah. Mereka menilai kebijakan Kepala Desa Gaimu tidak transparan dan berpotensi merugikan hak-hak aparat desa yang telah bekerja menjalankan roda pemerintahan di tingkat kampung.

Menurut sumber lain, anggaran untuk pembayaran gaji perangkat desa seharusnya sudah dicairkan melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditransfer secara berkala dari pemerintah kabupaten ke rekening desa. Namun, hingga kini, para perangkat belum mengetahui secara pasti ke mana dana tersebut dialirkan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang dananya sudah cair, kenapa gaji kami tidak dibayar penuh? Ini sudah terlalu lama,” kata salah satu perangkat desa Gaimu dengan nada kesal.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Gane Timur Selatan mendesak agar Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera turun tangan melakukan audit keuangan di Desa Gaimu.

“Jangan sampai hak-hak perangkat desa terus dirampas. Kalau terbukti ada penyelewengan, aparat penegak hukum harus memproses sesuai ketentuan,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kasus dugaan penyalahgunaan gaji perangkat desa ini menjadi sorotan publik karena menambah daftar panjang persoalan transparansi keuangan desa di wilayah Halmahera Selatan.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak menimbulkan gejolak sosial di tingkat desa

Sementara itu kapala desa Gaimu di komfirmasi media ini,ia menjelaskan baha di tahun 2024-2025 suda di audit oleh inspektorat Halsel singkatnya.(Jul)