SOFIFI, Malutline– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara menggelar program pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan konsep pelatihan yang dipadukan dengan retret, guna memperkuat nilai bela negara, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 24–26 November 2025, dan dipusatkan di halaman Kantor BKKBN Maluku Utara.
Program ini dibuka oleh Ketua BKKBN Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, M.K.M., yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam mendukung percepatan pembangunan keluarga dan penurunan stunting di daerah.
Sekretaris BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, S.Sos, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 301 petugas lapangan dari 10 kabupaten/kota se-Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, Halmahera Selatan (Halsel) mengirim 29 peserta Perkader/PLKB untuk mengikuti program penguatan kapasitas tersebut.
Salah satu fokus utama materi adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang kini telah menjangkau lebih dari 400 penerima manfaat di Maluku Utara dari total target 2.165, menempatkan provinsi ini pada peringkat ketiga nasional dalam penanganan stunting.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait Gerakan Ayah Teladan, Lansia Berdaya, serta Taman Asuh Sayang Anak. Meski banyak program menunjukkan progres positif, peningkatan motivasi dan konsistensi kinerja tetap menjadi perhatian utama.
Ketua IPeKB Maluku Utara, Elia Amra, S.St, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya wadah penguatan kapasitas, namun juga ruang memperkuat solidaritas dan kerja sama antarpetugas lapangan.

Sementara itu, salah satu peserta asal Halsel, Zuwaida A. Rahim, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. “Pelatihan ini memperluas wawasan dan meningkatkan semangat untuk bekerja lebih terarah dan maksimal di lapangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan pelatihan dan retret ini, BKKBN Maluku Utara berharap seluruh tenaga lapangan mampu bekerja lebih inovatif, berorientasi target, serta memiliki kesadaran nasionalisme yang kuat dalam mendukung agenda besar pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting. (Red)





