TERNATE, Malutline — Warga Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada (waktu kejadian), di salah satu kawasan permukiman.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang menaruh kecurigaan karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Suasana duka dan kepanikan pun sempat menyelimuti lokasi kejadian. Warga berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah kabar tersebut cepat menyebar.

Salah seorang warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat terkejut atas kejadian tersebut. Ia menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tidak menunjukkan tanda-tanda mencolok.

“Kami semua kaget, karena sehari-hari dia kelihatan biasa saja. Tidak ada tanda-tanda kalau dia punya masalah berat. Tiba-tiba sudah ditemukan seperti itu,” ujar warga tersebut.

Warga lainnya juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa tersebut. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di lingkungan mereka.

Tak lama berselang, aparat kepolisian dari wilayah hukum Ternate Selatan tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait motif yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan kondisi psikologis sesama warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna memastikan penyebab pasti dari insiden yang menghebohkan warga Gambesi ini. (Red)

LABUHA, Malutline — Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, didampingi Wakil Bupati Helmi Umar Muksin, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, yang dipusatkan di Desa Larombati, Kecamatan Kayoa Utara.

Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qari internasional Muhammad Mashud Saad yang dikenal telah meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Suasana religius terasa kuat saat para tamu undangan dan masyarakat yang hadir menyimak bacaan Al-Qur’an yang menggema di lokasi kegiatan.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Bustamin Soleman menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 80. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus sebagai ajang seleksi kafilah terbaik yang akan mewakili Kabupaten Halmahera Selatan ke tingkat Provinsi Maluku Utara.

“MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam, khususnya dalam cabang tilawah, serta upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan, Saiful Jafar Arfa, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk terus membudayakan membaca dan memahami Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, seperti sikap kasih sayang, rasa syukur, serta akhlak mulia.

“Kami sangat mengapresiasi para peserta yang telah berpartisipasi dalam MTQ ini. Terima kasih juga kepada para guru ngaji di desa-desa yang, meskipun dengan keterbatasan fasilitas, tetap semangat mendidik generasi muda agar mencintai Al-Qur’an,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XXXI ini. Ia menilai, pelaksanaan MTQ tahun ini memiliki nuansa berbeda karena dikemas secara lebih megah dan terpusat di kawasan yang menjadi bagian dari program pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan zonasi wilayah Makian-Kayoa.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para pemuda Desa Larombati yang telah mengorbankan sebagian lapangan sepak bola untuk dijadikan lokasi panggung utama kegiatan. Menurutnya, hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai kekeluargaan yang dikenal dalam budaya lokal sebagai “rasai”.

“MTQ ini adalah sarana untuk menanamkan dan memelihara nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Kita ingin Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup dan fondasi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Pelaksanaan MTQ ke-XXXI tingkat Kabupaten Halmahera Selatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 28 April hingga 3 Mei 2026, dengan berbagai cabang lomba yang diikuti oleh kafilah dari seluruh kecamatan di wilayah Halmahera Selatan. Diharapkan, melalui kegiatan ini akan lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat. (Red

HALSEL, Malutline– Masyarakat Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, akan menggelar kegiatan Doa Selamat Desa pada tahun 2026 sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat kebersamaan antarwarga.

Kegiatan ini merupakan tradisi yang telah lama dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Selain menjadi momentum spiritual, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat keimanan serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta panitia pelaksana menyampaikan bahwa Doa Selamat Desa bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga, baik yang berada di desa maupun yang berada di luar daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh masyarakat Desa Tabalema dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan, serta memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu perwakilan panitia.

Acara puncak Doa Selamat Desa Tabalema dijadwalkan akan dilaksanakan pada 7 September 2026. Berbagai rangkaian kegiatan akan digelar untuk menyemarakkan acara tersebut, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Panitia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Tabalema yang saat ini berdomisili di luar desa agar dapat meluangkan waktu untuk hadir dan turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengundang dengan penuh harapan kepada seluruh warga Tabalema di mana pun berada, agar bisa pulang dan bersama-sama menghadiri Doa Selamat Desa ini. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan perubahan yang lebih baik bagi desa kita ke depan,” tambah panitia.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat berharap Desa Tabalema ke depan dapat mengalami perubahan yang lebih baik, baik dari segi pembangunan, sosial, maupun kehidupan keagamaan.

Doa Selamat Desa diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kebersamaan dan membangun masa depan Desa Tabalema yang lebih maju, harmonis, dan penuh keberkahan. (Lan)

HALSEL, Malutline – Kepanikan sempat menyelimuti saat sekelompok mahasiswa dilaporkan tersesat di kawasan hutan sekitar Air Terjun Ahakolano, Minggu malam (26/04/2026). Beruntung, respons cepat tim gabungan membuahkan hasil, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 22.16 WIT, tim Pramuka Peduli menerima laporan adanya mahasiswa Universitas Nurul Hasanah (UNSAN) jurusan Agrobisnis bernama Geofani bersama tiga rekannya yang tersesat di lokasi wisata alam tersebut.

Tak menunggu lama, pada pukul 23.00 WIT, tim Pramuka Peduli langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk meminta bantuan evakuasi. Hanya berselang 15 menit, persiapan tim pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur SAR Basarnas, Pramuka Peduli, serta keluarga korban.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan relawan Pramuka Peduli—di antaranya Kalsum S. Wandi, Haeriah A. Gani, Syamsudin S. Malan, dan Arfan Rusli—segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 00.00 WIT, tim MAPALA UNSAN turut bergabung dalam operasi pencarian, memperkuat upaya penyisiran di medan hutan yang cukup menantang. Pencarian intensif kemudian dilanjutkan dari Pos 2 menuju titik yang diduga menjadi lokasi para korban.

Akhirnya, pada pukul 02.18 WIT, tim berhasil menemukan seluruh korban yang terdiri dari enam mahasiswa UNSAN dan satu warga Desa Bahu. Dalam kondisi yang melegakan, ketujuh orang tersebut ditemukan selamat.

Proses evakuasi pun segera dilakukan. Para korban dibawa menuju Pos 2 dan tiba sekitar pukul 03.44 WIT, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pos 1 pada pukul 04.00 WIT. Tepat pukul 05.28 WIT, seluruh korban tiba dengan selamat di Pos 1 dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti solidnya kerja sama antara Basarnas, Pramuka Peduli, MAPALA UNSAN, dan masyarakat setempat dalam situasi darurat.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bergerak cepat dan tanpa lelah hingga semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar salah satu relawan di lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengunjung wisata alam agar selalu mempersiapkan diri dengan matang, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, jalur, serta tidak berpisah dari rombongan saat berada di kawasan hutan. (Red)

TERNATE, Malutline— Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 terasa begitu hidup hari ini, 26 April 2026, di Kota Ternate. Ribuan pelajar memadati kawasan depan Kantor Wali Kota Ternate dalam kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan dengan senam massal “Anak Indonesia Hebat”.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti oleh peserta dari tingkat SMA, SMK, hingga SLB se-Kota Ternate. Sejak pagi, para pelajar tampak antusias mengikuti rangkaian acara dengan penuh semangat, mencerminkan energi positif generasi muda dalam menyambut momentum pendidikan nasional.

Program senam “Anak Indonesia Hebat” ini merupakan gagasan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.

“Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan atribut dan spanduk yang menampilkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, termasuk Gubernur Sherly Jhoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, serta Sekretaris Daerah Provinsi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bidang SMA Dikbud Maluku Utara Ramli Kamaludin, Asisten Gubernur Kadri Laece, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Ternate.

Dalam kesempatan itu, Abubakar Abdullah juga memberikan apresiasi khusus kepada instruktur senam dari SMA Negeri 1 Ternate yang dinilai tampil sangat maksimal dan inspiratif dalam memandu jalannya senam massal.

“Penampilan instruktur dari SMA 1 sangat luar biasa. Kami akan membuat video dan menyebarkannya ke seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara agar bisa menjadi contoh,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional yang akan digelar pada 2 Mei 2026. Pemerintah berharap momentum ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun kualitas pendidikan di Maluku Utara.

Dengan semangat “Anak Indonesia Hebat”, kegiatan yang dilaksanakan hari ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berintegritas.(Bur)