TERNATE, Malutline – Kebakaran hebat melanda gedung SMA Negeri 7 Kota Ternate yang berlokasi di Kelurahan Takofi, Kecamatan Moti, pada Kamis dini hari (5/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIT. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya delapan ruang kelas belajar, yang dilaporkan ludes dilalap si jago merah.

Menurut informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat oleh warga sekitar yang kemudian berupaya memberikan pertolongan seadanya. Namun, cepatnya kobaran api yang diduga berasal dari salah satu bagian bangunan membuat api dengan mudah merambat ke ruangan lainnya.

Kondisi bangunan sekolah yang sebagian besar berbahan mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api. Dalam waktu singkat, delapan ruang kelas tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan parah.

Warga setempat sempat panik dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan sederhana sebelum bantuan datang. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor lainnya.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat fasilitas belajar mengajar yang ikut terbakar, seperti meja, kursi, serta perlengkapan pendidikan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara maupun aparat keamanan terkait penyebab kebakaran maupun langkah penanganan lanjutan.

Peristiwa ini tentu menjadi pukulan bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para siswa dan tenaga pengajar di SMA Negeri 7 Kota Ternate yang kini harus menghadapi kondisi darurat dalam proses belajar mengajar.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan, termasuk penyediaan ruang belajar sementara agar aktivitas pendidikan tidak terganggu dalam waktu lama.

Sementara itu, aparat terkait diharapkan segera melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, sekaligus mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. (Asa)

LABUHA, Malutline– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kecamatan Kayoa Selatan. Siska Bahrun, qoriah yang mewakili daerah tersebut, berhasil meraih Juara 1 cabang Tilawah tingkat Remaja Putri pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2026.

Kegiatan MTQ yang digelar di Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara itu menjadi panggung bagi para peserta terbaik dari seluruh kecamatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.

Keberhasilan Siska Bahrun tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Kecamatan Kayoa Selatan di tingkat kabupaten. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa generasi muda di wilayah tersebut memiliki potensi besar di bidang keagamaan, khususnya seni baca Al-Qur’an.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Masykur Abdillah, salah satu putra daerah Desa Sagawele, Kecamatan Kayoa Selatan, menyatakan akan memberikan bonus secara pribadi kepada Siska Bahrun.

“Ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi adik Siska Bahrun agar terus mengembangkan bakatnya. Kami sangat bangga atas prestasi yang telah diraih,” ungkap Masykur.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Siska atas dedikasi dan perjuangannya hingga mampu membawa nama baik daerah di ajang MTQ tahun ini.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah mengharumkan nama Kecamatan Kayoa Selatan. Semoga prestasi ini menjadi awal kesuksesan yang lebih besar di masa depan,” tambahnya.

Masykur berharap, capaian yang diraih Siska Bahrun dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai Al-Qur’an serta berprestasi di bidang keagamaan.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pembinaan generasi Qur’ani harus terus diperkuat, baik oleh pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, agar lahir lebih banyak qori dan qoriah berprestasi dari Halmahera Selatan.

Dengan semangat #GenerasiQuran dan #GenerasiHarapan, diharapkan prestasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi kebanggaan bersama di masa yang akan datang. (Red)

TERNATE, Malutline -Praktisi hukum Dr Hendra Karianga SH.,MH., menilai pengengkatan dan penunjukan Abdul Hamid Payopo (Mito), sebagai Plt Kepala BPJN Maluku Utara, cacat secara moral maupun hukum.

Sebab, Abdul Hamid Payopo, turut serta dalam tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Kepala Balai IX lMaluku-Maluku Utara, Ir. Amran Mustari 2014 lalu. Bukti keterlibatan Abdul Hamid, kata Hendra, sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hendra kemudian menyesalkan sikap KPK yang hanya menyeret terpidana Amran Mustari Cs, sedangkan sejumlah nama termasuk Mito dibiarkan bebas hingga kini.

Padahal, dalam dakwaannya, JPU secara jelas menyebutkan dan membeberkan peran Mito dalam kasus tersebut. “Surat dakwaan itu kan fakta tapi mungkin dia (Mito) ini soal keberuntungannya saja,”kata Hendra kepada Media Grup, Senin.

Hendra yang mengaku sebagai kuasa hukum Amran Mustrai ini kemudian berharap KPK kembali menyeret sejumlah nama yang tertuang dalam surat dakwaan, karena hal itu merupakan fakta yang tidak bisa diabaikan. Di lain sisi, ia mengacungi jempol kepada Amran Mustari, yang saat itu secara gentelman mengakui perbuatannya.

Seperti diketahui Abdul Hamid Payopo, pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus tindak pidana penyuapan dan korupsi yang menyeret mantan Kepala Balai XII Maluku-Malut, Amran Mustari 2018 silam. Abdul Hamid, diduga memungut uang hasil pekerjaan sejumlah proyek untuk kepentingan tertentu.

Adapun uang yang dipungut yakni AS$303.124 dan Rp 873,285 juta. Hasil garapan uang haran ini diduga bersumber dari Direktur PT Intimkara Budi Liem senilai Rp1 miliar, Direktur PT Aibinabi Hasanuddin Rp1,1 miliar, Direktur CV Gema Gamahera Anfiqurahman Rp 400 juta), Direktur PT Hirjah Nusatama H. Hadiruddin Rp1,2 miliar dan serta beberapa rekanan lain. Totalnya fantastis yakni mencapai Rp 5,05 miliar.

Kabaranya, saat itu uang hasil garapan Mito diantar ke basement dekat kantin Kementerian PUPR Pusat Jakarta pada 22 Desember 2015 senilai AS$230.870, di basement kantin Kementerian PUPR Jakarta dan AS$72.254 parkir Mall Pasaraya Blok M.”Sedangkan uang sejumlah Rp 873,285 juta diberikan kembali oleh terdakwa kepada Abdul Hamid Payapo alias Mito dengan perintah agar diberikan kepada para Kasubdit Dirjen Bina Marga sebagai THR Natal berjumlah Rp750 juta yang dibungkus amplop serta tertulis Balai IX.

Meski rekam jejaknya sejak lama menjadi sorotan, pemerintah tetap menunjuknya sebagai Plt Kepala BPJN Maluku Utara. Keputusan ini dinilai mencerminkan lemahnya komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Banyak pihak menilai penunjukan ini mencederai kepercayaan publik. Seorang sumber bahkan menyebut bahwa sosok dengan latar belakang seperti itu seharusnya tidak diberikan jabatan strategis. Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari Mito terkait isu keterlibatannya dalam kasus tersebut. (Red)

​Jakarta, Malutline Penobatan Sherly Tjoanda sebagai gubernur berkinerja terbaik tahun 2026 versi sebuah survei nasional memicu gelombang skeptisisme. Di tengah minimnya terobosan infrastruktur yang dirasakan rakyat Maluku Utara, muncul dugaan bahwa “prestasi” tersebut hanyalah keberhasilan pengolahan citra digital yang ditopang oleh anggaran daerah yang fantastis.

​Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti fenomena ini dengan nada satir. Menurutnya, publik sedang disuguhi era baru kepemimpinan yang lebih mementingkan etalase digital daripada realitas di lapangan.

​”Ini adalah era Gubernur Medsos. Jika dulu indikator kinerja adalah jumlah sekolah atau jalan yang dibangun, sekarang cukup diukur dari berapa likes, views, dan puja-puji netizen di kolom komentar,” ujar Uchok di tengah notifikasi media sosial yang terus berdenting.

​Berdasarkan investigasi CBA, anggaran untuk menunjang penampilan Gubernur Sherly Tjoanda di muka publik mencapai angka yang mencengangkan. Pada tahun 2026 saja, Biro Umum Setda Maluku Utara mengalokasikan Rp48 juta hanya untuk urusan tata rias. Jika dirinci, rakyat membiayai estetika wajah sang Gubernur sebesar Rp4 juta per bulan.

​”Bukan cuma wajah yang bersinar, mungkin sampai bayangannya pun terlihat cantik di layar ponsel berkat polesan APBD,” sindir Uchok.

​Kejanggalan anggaran tidak berhenti di sana. Alokasi untuk pemeriksaan kesehatan (medical check-up) dan perawatan kesehatan Gubernur tercatat mencapai Rp500 juta per tahun—setara dengan Rp41,6 juta per bulan. Sebuah angka yang sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi fasilitas kesehatan di pelosok Maluku Utara yang masih tertatih.

​Uchok menegaskan bahwa sorotan ini menjadi sangat relevan mengingat latar belakang pribadi Sherly Tjoanda. Sebagai pemilik PT Bela Group dan PT Karya Wijaya yang mengelola tambang nikel di Pulau Gebe, Sherly dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di wilayah tersebut.

​”Beliau punya harta yang cukup untuk membiayai gaya hidup hingga tujuh turunan. Namun anehnya, untuk urusan bedak dan kesehatan pribadi, masih harus ‘berbagi beban’ dengan rakyat melalui kas daerah,” keluh Uchok.

​Menurutnya, dana APBD yang seharusnya mengalir untuk menambal jalan berlubang atau memperbaiki gedung sekolah yang rusak, justru terserap untuk memastikan penampilan Gubernur tetap paripurna di konten media sosialnya.

​Membangun Citra, Bukan Wilayah
​Kinerja yang hanya mengilap di layar ponsel namun redup di lapangan disebut sebagai “Pembangunan Citra”. CBA mendorong adanya evaluasi terhadap standar penilaian kinerja kepala daerah agar tidak terjebak pada popularitas semu.

​”Survei boleh saja menaruh beliau di posisi puncak. Tapi jika rakyat masih berjuang dengan keterbatasan infrastruktur dasar, mungkin kita perlu kategori survei baru: ‘Gubernur dengan Anggaran Pencitraan Terbesar’. Di sana, Sherly Tjoanda mungkin tak tertandingi,” pungkas Uchok.(Red)

LABUHA, Malutline– Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) bagi siswa kelas VI di SD Negeri 138 Halmahera Selatan, Kecamatan Kayoa Selatan, berlangsung dengan penuh semangat dan harapan. Hal ini terlihat dari kesiapan pihak sekolah yang ditandai dengan pemasangan baliho ucapan selamat serta pesan motivasi bagi para peserta ujian.

Baliho yang terpasang di lingkungan sekolah tersebut tidak hanya menjadi simbol seremoni, tetapi juga bentuk dukungan moral kepada para siswa agar dapat mengikuti ujian dengan percaya diri dan penuh tanggung jawab. Dalam pesan yang terpampang, siswa diingatkan bahwa kunci meraih hasil terbaik adalah dengan menjunjung tinggi kejujuran serta memberikan usaha maksimal.

Kepala SD Negeri 138 Halmahera Selatan, Safri Iskandar, S.Pd, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tertib. Mulai dari kesiapan ruang ujian, pengawasan, hingga pembekalan mental bagi siswa telah dilakukan secara optimal.

“Ujian ini bukan hanya tentang nilai akhir, tetapi juga tentang bagaimana siswa belajar jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Itu yang paling penting bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari orang tua memiliki peran penting dalam membantu siswa menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan peserta didik.

“Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan. Ini adalah langkah awal mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” tambahnya.

Pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan tahun ini dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kejujuran dan kedisiplinan. Pihak sekolah juga mengimbau siswa untuk menjaga kesehatan serta mempersiapkan diri secara matang, baik secara akademik maupun mental.

Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah melalui dukungan Dinas Pendidikan turut memberikan motivasi tambahan bagi sekolah dan siswa. Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Para orang tua siswa pun menyambut baik pelaksanaan ujian ini. Mereka berharap anak-anak mereka dapat meraih hasil terbaik dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi menggapai cita-cita di masa depan.

Dengan semangat kebersamaan antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah, SD Negeri 138 Halmahera Selatan optimis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.

Momentum ujian ini diharapkan menjadi titik awal bagi para siswa untuk melangkah lebih jauh dalam dunia pendidikan, sekaligus menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah dan negara. (Red)