HALTENG, Malutline – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, semangat berbagi dan nilai pengorbanan mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Utara. Momentum hari besar umat Islam tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi penyembelihan hewan qurban semata, namun juga menjadi pengingat tentang arti keikhlasan, kepedulian, serta pengorbanan dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah, Masqun Abdul Kish, SH, usai memastikan hewan qurban berupa sapi milik Ketua Pe Sapi Qurban tiba dengan selamat di Kecamatan Malifut.

Menurutnya, ibadah qurban memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar penyembelihan hewan. Qurban mengajarkan manusia untuk mampu mengendalikan hawa nafsu, menekan ego, serta mengurangi kecintaan berlebihan terhadap dunia dan harta benda.

“Qurban bukan saja tentang menyembelih hewan, tetapi qurban memiliki arti menyembelih ego, cinta dunia, dan rasa sayang berlebihan terhadap harta,” ungkap Masqun Abdul Kish.

Ia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari manusia sering kali terikat pada ambisi duniawi, jabatan, kedudukan, hingga materi. Karena itu, melalui momentum Iduladha, umat Islam diajak kembali merenungi bahwa seluruh yang dimiliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

“Dari qurban kita belajar untuk ikhlas, belajar melepaskan sesuatu yang dirasa sudah menjadi bagian dari hidup kita, seperti harta, tahta, jabatan dan ego. Karena pada hakikatnya semua hanya titipan,” ujarnya.

Masqun menambahkan, nilai-nilai qurban juga menjadi simbol kepedulian sosial dan kebersamaan antar sesama manusia. Melalui pembagian daging qurban, masyarakat diajak untuk saling berbagi kebahagiaan, terutama kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat berbagi tersebut sangat penting untuk terus dijaga di tengah kehidupan sosial masyarakat saat ini. Ia berharap momentum Iduladha tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi benar-benar mampu memperkuat solidaritas sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Masqun juga menyampaikan rasa syukur karena hewan qurban berupa sapi yang akan disalurkan di wilayah Malifut telah tiba dalam keadaan sehat dan selamat.

“Alhamdulillah, sapi qurban sudah tiba dengan sehat dan selamat di Malifut. Semoga membawa keberkahan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,” katanya.

Kedatangan hewan qurban tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga menilai bantuan hewan qurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Momentum Iduladha tahun ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga di berbagai wilayah Maluku Utara.

Masqun Abdul Kish turut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum introspeksi diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama.

“Semoga semangat qurban tahun ini membawa keberkahan, memperkuat persaudaraan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.

Hari Raya Iduladha sendiri dikenal sebagai salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga mengandung pesan moral tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. (Jul)

JAKARTA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan sukses meraih penghargaan bergengsi dalam ajang nasional bertema “Celebrating Greatness Inspiring Innovation Creating Legacy”.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur PDAM Halmahera Selatan, Soleman Bobote, dalam seremoni penghargaan yang berlangsung megah dan penuh khidmat di Jakarta. Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, pimpinan perusahaan daerah, pejabat pemerintahan, serta perwakilan instansi dari berbagai daerah di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Halmahera Selatan, sebab penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan PDAM Halsel dalam melakukan pembenahan, peningkatan pelayanan, serta penguatan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional dan inovatif.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan yang diraih bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga hasil dari kerja kolektif dan dukungan penuh pemerintah daerah dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik.

Menurut Soleman, penghargaan itu secara khusus dipersembahkan kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin yang selama ini konsisten memberikan dukungan, arahan, pembinaan, serta motivasi kepada jajaran PDAM Halsel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan yang selalu mendukung dan membina kami sebagai pimpinan daerah sehingga PDAM Halsel dapat meraih prestasi ini,” ungkap Soleman Bobote.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Berbagai upaya pembenahan terus dilakukan, mulai dari peningkatan sistem pelayanan, penguatan manajemen internal, hingga komitmen menjaga kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat.

Soleman juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh karyawan dan karyawati PDAM Halmahera Selatan yang selama ini tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan loyalitas para pegawai menjadi salah satu kekuatan utama hingga PDAM Halsel mampu menunjukkan perkembangan signifikan dan memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

“Prestasi ini bukan hanya milik pimpinan, tetapi milik seluruh keluarga besar PDAM Halsel. Ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh karyawan dan karyawati yang selama ini terus berjuang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Soleman turut menyampaikan terima kasih kepada DPRD Halmahera Selatan yang selama ini memberikan dukungan terhadap program pengembangan PDAM, termasuk masyarakat Halmahera Selatan yang terus memberikan kepercayaan dan dukungan terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.

Ia berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi baru bagi seluruh jajaran PDAM Halsel untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di seluruh wilayah Halmahera Selatan.

“Terima kasih juga kepada DPRD Halsel dan seluruh masyarakat Halmahera Selatan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik lagi,” tambahnya.

Penghargaan nasional yang diterima PDAM Halsel tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan daerah, legislatif, dan masyarakat mampu melahirkan kemajuan yang positif dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan terus mendorong peningkatan pelayanan publik di berbagai sektor strategis, termasuk penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan publik dinilai mulai menunjukkan hasil nyata. Berbagai program pembenahan yang dilakukan secara bertahap berhasil meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah.

Keberhasilan PDAM Halsel meraih penghargaan tingkat nasional ini juga menjadi pesan positif bahwa daerah di Maluku Utara mampu bersaing di tingkat nasional apabila dikelola dengan komitmen, kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang baik.

Masyarakat Halmahera Selatan pun berharap penghargaan tersebut tidak menjadi akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari lahirnya inovasi dan terobosan baru demi mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik, modern, profesional, dan merata hingga ke seluruh pelosok daerah.

Dengan diraihnya penghargaan bergengsi tersebut, nama Kabupaten Halmahera Selatan kembali harum di tingkat nasional. Prestasi itu sekaligus menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta kemajuan daerah secara berkelanjutan. (Red)

HALSEL, Malutline, 23 Mei 2026 – Lebih dari 30 masyarakat Desa Kawasi mengikuti kegiatan Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan Harita Nickel di Kawasan Industri Obi pada Sabtu pagi ini (23/5). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat situs-situs sejarah, budaya, dan lingkungan yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan di Pulau Obi.

Kegiatan dipandu oleh dua tokoh pemuda Desa Kawasi, Jofi Cako dan Teo Jurumudi, berkolaborasi dengan tim dari perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah titik penting seperti Danau Karo dan Benteng De Brill, yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Obi, khususnya Desa Kawasi.

Jofi mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan untuk sama-sama menjaga sejarah serta warisan budaya yang ada di Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa warisan budaya di Kawasi dan Pulau Obi adalah milik bersama. Karena itu, masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan perlu berjalan bersama untuk menjaga sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jofi.

Lokasi pertama yang dikunjungi peserta adalah Danau Karo, danau alami yang sejak lama dikenal masyarakat sebagai sumber kehidupan dan air bersih bagi desa-desa di lingkar Pulau Obi. Danau tersebut juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Desa Kawasi.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan Danau Karo sebagai salah satu sumber air untuk operasional industri, termasuk upaya pemantauan kualitas air secara berkala serta program penghijauan dan revegetasi yang dilakukan perusahaan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan danau.

Beberapa peserta juga tampak berbagi cerita mengenai hubungan masyarakat dengan kawasan Danau Karo, termasuk kebun-kebun sagu milik warga yang berada di sekitar area danau. Dialog berlangsung terbuka antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan perusahaan mengenai sejarah kawasan serta perubahan yang terjadi di Pulau Obi dari masa ke masa.

Setelah dari Danau Karo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Benteng De Brill, peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1674 di Pulau Obi.

Benteng yang dahulu digunakan untuk menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah ini sempat lama tertutup vegetasi sebelum kembali ditemukan dan dibersihkan pada awal operasional Harita Nickel di Obi. Saat ini, situs tersebut telah tercatat sebagai cagar budaya di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara bersama Harita Nickel.

Tetua adat masyarakat Desa Kawasi, Otniel Datang, mengatakan bahwa masyarakat setempat juga mengenal Danau Karo dengan beberapa sebutan lokal, seperti Talaga Diki-Diki maupun Talaga Ma Hilo dalam bahasa Tobelo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Danau Damar. Menurutnya, nama tersebut muncul karena pada masa lalu warga sering mengambil getah damar di sekitar kawasan danau untuk kebutuhan penerangan.

“Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke sini. Suasananya masih terasa seperti dulu, dengan pulau kecil di tengah danau yang tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat Kawasi. Kondisinya masih terawat dan perlu terus dijaga bersama, karena selain bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat, danau ini juga punya nilai sejarah,” ujar Otniel.

Ia berharap generasi muda Kawasi bersama seluruh pihak dapat terus menjaga Danau Karo agar tetap lestari, karena danau tersebut juga menyimpan sejarah dan identitas budaya masyarakat.
Tokoh pemuda Desa Kawasi sekaligus Pembina Himpunan Solidaritas Pelajar Mahasiswa Kawasi (HSPMK), Teo Jurumudi, mengatakan kegiatan semacam ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung situs-situs bersejarah yang berada di Pulau Obi.

“Danau Karo yang biasa disebut masyarakat sebagai danau besar, maupun Benteng De Brill atau Benteng Loji, merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kawasi. Setelah melihat langsung, kondisi danau masih terjaga dengan air yang jernih dan dikelilingi pepohonan hijau. Ini menunjukkan kawasan tersebut masih dijaga dengan baik,” ujar Teo.

Teo menambahkan, keluarganya dahulu merupakan satu dari sekitar sepuluh kepala keluarga yang pernah tinggal di pulau kecil di tengah Danau Karo. Karena itu, kawasan tersebut memiliki kedekatan emosional bagi sebagian masyarakat Kawasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sejarah dan lingkungan di Pulau Obi.

Tanggapan dari Pemerintah Desa Kawasi
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menyampaikan apresiasi kepada Harita Nickel yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional perusahaan, termasuk lokasi-lokasi budaya bersejarah yang berada di sekitar area industri.

“Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, tidak rusak seperti yang sering diisukan di luar. Kondisi danaunya masih terjaga, airnya jernih, dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau. Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan,” ujarnya.

Upaya Berkelanjutan Perusahaan
Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan operasional pertambangan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Menurut Dian, perusahaan memahami bahwa area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill bukan hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, serta kedekatan emosional bagi masyarakat Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami menyadari bahwa menjaga area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perusahaan menetapkan batas dan perimeter khusus untuk melindungi area-area tersebut dari aktivitas operasional pertambangan maupun smelter agar kelestariannya tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Dian.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap area bernilai budaya dan lingkungan menjadi bagian dari komitmen dan prioritas perusahaan dalam menjalankan operasional di Kawasan Industri Obi, termasuk melalui penerapan Chance Find Procedure. Melalui prosedur tersebut, aktivitas kerja akan dihentikan sementara, apabila ditemukan indikasi benda atau situs bernilai sejarah maupun budaya, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan area dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai prosedur perusahaan.

Usai mendengarkan penjelasan dari Dian, Jofi menambahkan bahwa bagi masyarakat Desa Kawasi, menjaga situs sejarah bukan hanya tentang melindungi lokasi fisik, tetapi juga menjaga ingatan dan cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya. “Semoga hubungan baik dan kepedulian terhadap warisan budaya di Pulau Obi bisa terus dijaga bersama,” tutup Jofi. (Red)

HALSEL, Malutline – Gerak cepat jajaran Satreskrim Polres Halmahera Selatan patut diapresiasi. Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU WAHYU HERMAWAN, S.H., M.M., tim berhasil mengungkap kasus pencurian kabel lampu penerangan jalan di kawasan Jalan Pantai Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan setelah adanya laporan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan terkait sering padamnya lampu penerangan jalan di sepanjang kawasan pantai yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU WAHYU HERMAWAN, S.H., M.M., kepada wartawan, Sabtu (23/05/2026), menjelaskan bahwa pelaku telah melakukan aksinya sejak awal Mei 2026. Aksi pencurian kabel itu menyebabkan lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Pantai Panambuang mengalami pemadaman total sehingga menimbulkan keresahan warga yang melintas pada malam hari.

“Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku sudah melakukan aksi pencurian sebanyak enam kali,” ungkap IPTU Wahyu Hermawan.

Ia menjelaskan, kabel hasil curian tersebut kemudian dijual kepada salah satu pengusaha jual beli besi tua di wilayah Labuha, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam operasi pengungkapan kasus itu, Tim Resmob berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial D. Sementara dua pelaku lainnya masih melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian aparat kepolisian.

“Terduga pelaku yang berhasil diamankan sudah mengakui seluruh perbuatannya di hadapan penyidik Polres Halsel,” tegasnya.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif dan akan melaksanakan gelar perkara sebelum resmi menetapkan status tersangka terhadap pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, konsekuensi hukumnya sudah mengarah pada penetapan tersangka. Namun kami masih menunggu proses gelar perkara,” jelas IPTU Wahyu Hermawan.

Kasus pencurian kabel lampu jalan tersebut dinilai sangat merugikan pemerintah daerah dan masyarakat. Selain menyebabkan kerusakan fasilitas umum, aksi para pelaku juga membahayakan keselamatan pengguna jalan karena kawasan tersebut menjadi gelap saat malam hari.

Warga Desa Panambuang dan para pengguna jalan mengaku selama ini sering mengeluhkan kondisi lampu penerangan yang padam. Mereka berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Halmahera Selatan disebut terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memperbaiki kerusakan jaringan lampu jalan yang telah dicuri pelaku.

Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU WAHYU HERMAWAN, S.H., M.M. juga memberikan peringatan tegas kepada dua pelaku lainnya yang masih buron agar segera menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan pengejaran lebih lanjut oleh Tim Resmob Polres Halmahera Selatan.

“Kami meminta pelaku lain yang belum diamankan agar segera menyerahkan diri sebelum diburu Tim Resmob Polres Halmahera Selatan,” tegasnya.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai sebagai bentuk keseriusan Polres Halmahera Selatan dalam menjaga keamanan dan melindungi fasilitas umum milik negara dari aksi kriminalitas. (Red)

TERNATE, Malutline – Sosok pengusaha muda Maluku Utara, Rusdi Yusuf, resmi menyatakan kesiapan maju sebagai Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara. Kehadirannya dalam bursa pencalonan Ketua KADIN Malut mulai mendapat perhatian luas dari kalangan pelaku usaha, pengusaha lokal, hingga tokoh masyarakat di Maluku Utara.

Dengan mengusung visi besar membangun daerah melalui kolaborasi dan integritas, Rusdi Yusuf tampil membawa semangat baru bagi dunia usaha di bumi Moloku Kie Raha.

Dalam materi publikasi pencalonannya, CEO Tambang Bumi Kie Raha tersebut menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KADIN sebagai rumah besar para pengusaha yang inklusif, kuat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Membangun daerah dengan integritas, menggerakkan ekonomi dengan kolaborasi menuju Malut yang maju dan berkelanjutan,” menjadi slogan utama yang diusung Rusdi Yusuf dalam pencalonannya.

Figur Rusdi Yusuf dikenal sebagai pengusaha yang cukup aktif dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi dan investasi di Maluku Utara, khususnya di bidang pertambangan dan pemberdayaan usaha daerah. Kehadirannya dinilai membawa harapan baru bagi kalangan pengusaha muda yang menginginkan perubahan dan penguatan peran KADIN di tengah pesatnya perkembangan investasi di Maluku Utara.

Maluku Utara sendiri saat ini menjadi salah satu daerah strategis nasional dengan pertumbuhan sektor industri dan pertambangan yang berkembang sangat pesat. Namun di balik pertumbuhan tersebut, masih banyak pelaku UMKM dan pengusaha lokal yang berharap dapat terlibat lebih besar dalam rantai ekonomi daerah.

Melihat kondisi tersebut, Rusdi Yusuf menilai KADIN harus mampu menjadi jembatan antara investor, pemerintah, dan pelaku usaha lokal agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“KADIN tidak boleh hanya menjadi organisasi simbolik, tetapi harus hadir menjadi kekuatan ekonomi yang mampu melindungi dan memperjuangkan kepentingan pengusaha daerah,” ungkap salah satu tim pendukung Rusdi Yusuf.

Dalam berbagai kesempatan, Rusdi Yusuf juga disebut membawa konsep kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan ekonomi berkelanjutan. Ia ingin membangun ekosistem usaha yang sehat dan membuka ruang kolaborasi antara pengusaha muda, UMKM, investor, serta pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, pencalonannya juga dinilai mewakili semangat regenerasi kepemimpinan di tubuh KADIN Maluku Utara. Sejumlah pelaku usaha berharap momentum pemilihan Ketua KADIN kali ini dapat melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal di tengah masuknya investasi besar ke Maluku Utara.

Dukungan terhadap Rusdi Yusuf mulai mengalir dari berbagai kalangan, terutama para pengusaha muda yang menginginkan organisasi KADIN lebih aktif, progresif, dan berpihak pada pembangunan ekonomi daerah.

Dengan pengalaman di dunia usaha serta jaringan yang dimiliki, Rusdi Yusuf optimistis mampu membawa KADIN Maluku Utara menjadi organisasi yang lebih solid dan berpengaruh dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Bersama KADIN kita kuat, bersama Malut kita hebat,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam langkah pencalonannya menuju kursi Ketua KADIN Maluku Utara.

Pemilihan Ketua KADIN Maluku Utara sendiri diperkirakan akan berlangsung kompetitif, mengingat organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Maluku Utara yang kini terus berkembang pesat. (Red)