HALSEL, Malutline – Keluhan terkait dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali mencuat di media sosial. Seorang warga melalui akun Facebook atas nama Rico Korowotjeng menyampaikan keresahannya terhadap aktivitas yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu di perairan Air Mangga dan sekitarnya, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam unggahannya, Rico meminta Pemerintah Desa Air Mangga dan pihak Polsek Obi Laiwui agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang melakukan penangkapan ikan di wilayah tersebut. Ia menilai praktik pengeboman ikan masih terjadi dan berpotensi merusak ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Coba sering-sering jaga dan pantau orang-orang yang melakukan pengeboman di wilayah Air Mangga dan sekitarnya,” tulisnya dalam unggahan yang mendapat perhatian sejumlah pengguna media sosial.

Keluhan tersebut mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan sumber daya laut yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga. Praktik penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dikenal sebagai salah satu metode yang sangat merusak lingkungan laut karena dapat menghancurkan terumbu karang, membunuh biota laut secara massal, serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Sejumlah nelayan yang ditemui media ini mengaku bahwa apabila praktik tersebut benar-benar masih terjadi, maka dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Selain merusak habitat ikan, pengeboman juga menyebabkan hasil tangkapan nelayan tradisional semakin berkurang dari waktu ke waktu.

“Kalau karang rusak akibat bom, ikan juga akan berkurang. Yang rugi bukan hanya hari ini, tetapi generasi yang akan datang juga,” ungkap salah seorang nelayan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat berharap aparat kepolisian bersama pemerintah desa dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah pesisir yang rawan terjadi aktivitas ilegal tersebut. Selain penindakan hukum, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut juga dinilai perlu terus dilakukan.

Berdasarkan aturan yang berlaku, penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan merupakan tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana. Pemerintah pusat maupun daerah selama ini terus mengampanyekan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan guna menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Air Mangga maupun pihak Polsek Obi Laiwui terkait unggahan warga tersebut. Namun, masyarakat berharap laporan dan keluhan yang disampaikan melalui media sosial dapat menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk segera melakukan pengecekan lapangan.

Warga menegaskan bahwa laut merupakan aset bersama yang harus dijaga. Oleh karena itu, segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan laut diharapkan dapat ditindak tegas demi menjaga kelestarian sumber daya perikanan dan masa depan masyarakat pesisir di Pulau Obi. (Darti)

TERNATE, Malutline – Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai NasDem, Nurlaila Syarif, memberikan apresiasi tinggi kepada Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Ternate atas komitmen dan integritasnya dalam menjaga tata kelola keuangan lembaga legislatif tersebut.

Pujian itu disampaikan Nurlaila melalui unggahan di media sosial pribadinya yang kemudian menjadi perhatian publik. Dalam unggahan tersebut, Nurlaila secara terbuka mengakui bahwa meskipun dirinya kerap berbeda pendapat dengan Sekwan dalam berbagai dinamika kelembagaan, namun hal itu tidak mengurangi rasa hormatnya terhadap profesionalisme yang ditunjukkan selama ini.

Menurut Nurlaila, keberhasilan DPRD Kota Ternate mempertahankan pengelolaan keuangan yang baik selama lima tahun berturut-turut merupakan bukti nyata adanya sistem administrasi dan pengawasan yang berjalan sesuai aturan.

“Biar sering beda pendapat, biar suka gontok-gontokan, bahkan meski Pak Sek pernah kase kolong pe tong dan suka olah saya, tapi kalau soal integritas, beliau juaranya,” tulis Nurlaila dalam unggahannya.

Ia menegaskan bahwa selama lima tahun terakhir tidak terdapat persoalan hukum yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran DPRD Kota Ternate, termasuk isu perjalanan dinas fiktif maupun praktik mark-up anggaran yang kerap menjadi sorotan publik di berbagai daerah.

“Terbukti lima tahun berturut-turut pengelolaan anggaran DPRD Kota Ternate bersih tanpa drama perjalanan fiktif, mark-up, atau masalah hukum lainnya. Alhamdulillah,” lanjutnya.

Atas capaian tersebut, Nurlaila menilai Sekwan DPRD Kota Ternate layak menyandang predikat sebagai salah satu Sekwan terbaik di Indonesia Timur periode 2025–2026.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari tertibnya administrasi dan pengelolaan keuangan, tetapi juga dari kemampuan Sekwan menjaga stabilitas kerja di lingkungan DPRD Kota Ternate yang terdiri dari berbagai latar belakang politik dan kepentingan.

Dalam unggahan itu, Nurlaila juga mengajak seluruh unsur pimpinan, anggota DPRD, dan jajaran sekretariat untuk terus menjaga marwah lembaga legislatif agar tetap menjadi institusi yang dipercaya masyarakat.

“Sehat selalu Pak Sek. Sama-sama tong jaga lembaga DPRD Kota Ternate dari godaan setan yang terkutuk,” tulisnya.

Nurlaila turut menjelaskan bahwa dokumen yang dipegang Sekwan dalam foto yang diunggah merupakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, dokumen tersebut menjadi bukti bahwa DPRD Kota Ternate selama lima tahun berturut-turut mampu mempertahankan tata kelola keuangan yang taat aturan dan transparan dalam penggunaan anggaran negara.

Pernyataan Nurlaila tersebut menuai beragam respons dari masyarakat dan warganet. Sebagian menilai apresiasi itu merupakan bentuk pengakuan atas kinerja aparatur sipil negara yang selama ini bekerja di balik layar dalam mendukung tugas-tugas legislatif.

Di tengah tingginya tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah, capaian yang disampaikan Nurlaila dinilai menjadi catatan positif bagi DPRD Kota Ternate dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat. (Red)

LABUHA, Malutline – Nama Bahrain Kasuba atau yang akrab disapa Ko Ayn masih menjadi salah satu figur yang banyak dikenang masyarakat Halmahera Selatan. Bupati Halmahera Selatan periode 2016–2021 itu dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat serta dikenal mampu merangkul berbagai kelompok dan suku yang hidup berdampingan di Negeri Saruma.

Bagi sebagian masyarakat, Bahrain Kasuba bukan hanya seorang kepala daerah, tetapi juga sosok pemimpin yang mengedepankan nilai asah, asih, dan asuh dalam menjalankan roda pemerintahan. Karakter kepemimpinan yang sederhana dan komunikatif membuat dirinya diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat di desa-desa terpencil.

Mantan birokrat Halmahera Selatan, Suadri Inratubun, dalam komentarnya mengenang bahwa perjalanan politik Bahrain Kasuba menuju kursi Bupati Halmahera Selatan bukanlah perjalanan yang mudah. Menurutnya, perjuangan politik yang dilalui saat itu berlangsung dinamis dan penuh tantangan.

“Beliau memiliki kemampuan membangun komunikasi politik yang baik dan mampu menyatukan berbagai kekuatan masyarakat. Kemampuan merangkul keberagaman suku dan kelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama beliau saat memimpin Halmahera Selatan,” ujar Suadri.

Membangun Identitas Daerah Melalui Budaya

Salah satu program yang hingga kini masih sering diperbincangkan adalah pembangunan Taman Budaya Saruma. Kawasan ini dibangun sebagai simbol persatuan masyarakat Halmahera Selatan yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.

Di lokasi tersebut dibangun puluhan rumah adat yang merepresentasikan keberagaman budaya masyarakat Halsel. Keberadaan taman budaya ini sempat menjadi salah satu ikon wisata budaya yang menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian masyarakat menilai kawasan tersebut tidak lagi mendapatkan perhatian dan perawatan yang memadai sehingga banyak fasilitas yang mengalami kerusakan.

Mengangkat Potensi Wisata Daerah

Pada masa kepemimpinannya, Bahrain Kasuba juga dikenal aktif mendorong pengembangan sektor pariwisata.

Beberapa destinasi yang mulai dikenal luas pada masa itu antara lain:

Wisata Omamoy.

Wisata Bahari Pogo-Pogo.

Promosi Kepulauan Widi ke tingkat nasional dan internasional.

Khusus Kepulauan Widi, Bahrain Kasuba dinilai menjadi salah satu tokoh yang memperkenalkan potensi kawasan tersebut kepada investor dan wisatawan dunia melalui berbagai kegiatan promosi, termasuk event olahraga dan wisata memancing berskala internasional.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk menjadikan Halmahera Selatan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur.

Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Selain sektor budaya dan pariwisata, sejumlah proyek infrastruktur yang lahir pada masa kepemimpinannya juga masih menjadi pembahasan masyarakat hingga saat ini.

Beberapa di antaranya adalah:

Pembangunan Pasar Tuakona.

Pembangunan fasilitas pelayanan publik di kawasan pasar.

Pengembangan kawasan olahraga terpadu.

Miniatur Monumen Nasional (Monas).

Taman Sakura.

Miniatur Istana Negara.

Yang paling dikenal adalah pembangunan Gelanggang Olahraga Bahrain Kasuba (GBK) yang hingga kini masih digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan pertandingan sepak bola.

Bagi sebagian masyarakat, kawasan GBK menjadi salah satu ikon pembangunan yang menunjukkan semangat pemerintah daerah saat itu dalam membangun fasilitas olahraga yang representatif.

Pemimpin yang Menghargai Perjuangan

Menurut Suadri Inratubun, salah satu hal yang membuat Bahrain Kasuba masih dikenang oleh banyak pendukungnya adalah kemampuannya menjaga hubungan dengan para pejuang politik yang bersama-sama membangun kekuatan saat proses pemilihan kepala daerah.

Ia menilai Bahrain Kasuba berupaya menjaga kebersamaan dengan berbagai elemen yang telah berkontribusi dalam perjalanan politiknya.

“Beliau dikenal sebagai pemimpin yang berusaha merangkul semua pihak dan tidak melupakan orang-orang yang telah berjuang bersamanya,” katanya.

Akhir Perjalanan Politik sebagai Bupati

Meski memiliki berbagai program dan gagasan pembangunan yang mendapat perhatian masyarakat, perjalanan politik Bahrain Kasuba pada periode berikutnya menghadapi tantangan tersendiri.

Dinamika politik dan konfigurasi dukungan partai pada saat itu membuat dirinya tidak kembali maju dalam kontestasi pemilihan Bupati Halmahera Selatan periode selanjutnya.

Namun demikian, berbagai program dan warisan pembangunan yang pernah digagas masih menjadi bagian dari diskusi publik hingga saat ini. Sebagian masyarakat menilai sejumlah fasilitas yang dibangun pada masa kepemimpinannya perlu kembali diperhatikan dan dioptimalkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Terlepas dari berbagai pandangan yang ada, nama Bahrain Kasuba tetap tercatat sebagai salah satu tokoh yang pernah mewarnai perjalanan pembangunan Kabupaten Halmahera Selatan dengan berbagai ide, gagasan, serta program yang bertujuan memperkenalkan Negeri Saruma ke tingkat nasional maupun internasional. (Darti)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menggelar Saruma Job Fair 2026. Kegiatan yang akan berlangsung pada 9 hingga 15 Juni 2026 di kawasan UMKM Milenial Bacan ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan.

Mengusung slogan “Raih Masa Depanmu”, Saruma Job Fair 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat di pusat kota, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di desa-desa agar memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan keterampilan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan bahwa persoalan pengangguran merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program-program yang mampu menciptakan peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Menjadi Jembatan antara Dunia Kerja dan Pencari Kerja

Saruma Job Fair 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, dan masyarakat pencari kerja. Melalui kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan berbagai informasi terkait lowongan pekerjaan, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang pengembangan karier di berbagai sektor.

Selain rekrutmen tenaga kerja, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan pendukung yang bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.

Beberapa program yang akan tersedia dalam kegiatan tersebut antara lain:

Bursa kerja dan rekrutmen tenaga kerja.

Pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Konsultasi karier.

Kemitraan UMKM.

Pendampingan pencari kerja.

Informasi peluang usaha dan kewirausahaan.

Dengan adanya berbagai layanan tersebut, masyarakat tidak hanya diberikan akses terhadap lowongan pekerjaan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di pasar kerja.

Membuka Kesempatan bagi Generasi Muda Halmahera Selatan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djabid, SH., LLM, menyampaikan bahwa Saruma Job Fair merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, banyak generasi muda Halmahera Selatan yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi keterbatasan akses informasi mengenai dunia kerja. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan tenaga kerja lokal yang kompeten.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Saruma Job Fair menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses tersebut,” ujarnya.

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pelaksanaan Saruma Job Fair juga dinilai memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak masyarakat yang terserap ke dalam dunia kerja, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan daya beli masyarakat akan semakin kuat.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha dan kemitraan. Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Wujud Komitmen Pemerintah Daerah

Saruma Job Fair 2026 menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan angka pengangguran dapat terus ditekan serta semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini diimbau untuk mempersiapkan dokumen lamaran kerja, curriculum vitae (CV), serta berkas pendukung lainnya agar dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia selama pelaksanaan Saruma Job Fair 2026.

Dengan hadirnya program ini, Halmahera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi muda dan seluruh masyarakat Negeri Saruma.

“Saruma Job Fair 2026 bukan sekadar bursa kerja, tetapi gerakan bersama untuk membangun masa depan, menciptakan peluang, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Halmahera Selatan.” (Darti)

LABUHA, Malutline – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan yang akan berlangsung pada 8–16 Juni 2026. Mengusung tema “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, peringatan tahun ini dirancang lebih meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pelaku UMKM, generasi muda, pelaku seni budaya, hingga dunia usaha.

Perayaan HUT ke-23 Halsel bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus wadah memperkuat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dan Sekretaris Daerah Abdillah Kamarullah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT Halsel sebagai ruang kebersamaan serta ajang menampilkan potensi daerah yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Saruma.

Meriah dengan 18 Agenda Strategis

Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan panitia, sedikitnya terdapat 18 kegiatan utama yang akan digelar selama sepekan lebih pelaksanaan HUT Kabupaten Halmahera Selatan.

Kegiatan tersebut meliputi:

1. Kirab Budaya

2. Pagelaran Budaya

3. Lomba Puisi

4. Lomba Videografer

5. Lomba Bakiak

6. Doa Bersama di 249 Desa

7. Lomba Tarik Tambang

8. Lomba Hadang

9. Pameran UMKM Lokal

10. Saruma Job Fair

11. Mall Pelayanan Publik

12. Lomba Kebersihan Desa

13. Galeri Pencapaian

14. Cek Kesehatan Gratis

15. Talk Show dan Simposium Nasional ISEI

16. Panggung Kreatif

17. Konser Musik

18. Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah

 

Seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan UMKM Milenial Tembal, yang akan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung.

Dorong UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi pusat perhatian adalah Pameran UMKM Lokal. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mempromosikan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hasil perikanan, hingga produk kreatif masyarakat Halmahera Selatan.

Selain itu, pelaksanaan Saruma Job Fair juga diharapkan membuka peluang kerja bagi generasi muda dan pencari kerja di Kabupaten Halmahera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempertemukan perusahaan dengan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Budaya Menjadi Identitas Daerah

Dalam perayaan tahun ini, aspek budaya mendapat porsi yang cukup besar. Kirab budaya dan pagelaran budaya akan menampilkan keberagaman adat, tradisi, tarian, serta seni daerah yang menjadi identitas masyarakat Halmahera Selatan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya leluhur sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

Budaya tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga aset penting yang dapat mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pelayanan Publik Lebih Dekat dengan Masyarakat

Tidak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyiapkan berbagai layanan publik bagi masyarakat melalui program Mall Pelayanan Publik dan Cek Kesehatan Gratis.

Melalui kegiatan ini, warga dapat mengakses berbagai layanan administrasi pemerintahan sekaligus memperoleh pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Langkah tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Momentum Evaluasi dan Refleksi Pembangunan

Peringatan HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan selama dua dekade lebih perjalanan daerah otonom tersebut.

Melalui agenda Galeri Pencapaian, masyarakat dapat melihat berbagai hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah daerah di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan publik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana transparansi pemerintah kepada masyarakat terkait berbagai program pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan.

Masyarakat Diajak Berpartisipasi

Panitia pelaksana berharap seluruh masyarakat Halmahera Selatan dapat berpartisipasi aktif dan menjaga suasana perayaan tetap aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Dengan semangat “Sinergi Membangun Negeri, Lestarikan Budaya, Tingkatkan Pelayanan”, HUT ke-23 Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat serta mendorong lahirnya berbagai inovasi demi kemajuan Negeri Saruma di masa mendatang.

“HUT Kabupaten Halmahera Selatan bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat. Karena itu, keberhasilan perayaan ini ditentukan oleh partisipasi dan kebersamaan seluruh warga dalam membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.” (Darti)