LABUHA, Malutline Sebuah unggahan sederhana namun sarat makna dibagikan Rifa’at Alsa’adah istri Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam kasuba melalui media sosial Facebook. Dalam unggahan tersebut, Rifa’Al Sa’adah Saat Menuliskan kalimat

“maasyaAllahTabaarakallah…
18th and countdown till jannah…”

Ungkapan itu langsung menyita perhatian warganet dan mendapat beragam tanggapan positif, Banyak yang menilai pesan tersebut bukan sekadar ekspresi personal, melainkan refleksi mendalam tentang cinta, kesetiaan, dan kesadaran spiritual dalam menjalani kehidupan.

Di tengah kesibukan dan peran sebagai pendamping kepala daerah, Rifa’at dikenal konsisten membagikan pesan-pesan yang menyejukkan.

Unggahan ini dinilai sebagai pengingat bahwa setiap pertambahan usia bukan hanya tentang angka, melainkan tentang perjalanan menuju tujuan hidup yang lebih hakiki.

Kalimat “countdown till jannah” dimaknai sebagai kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara orientasi akhirat menjadi penuntun dalam membangun cinta dan kesetiaan.

Ungkapan “maasyaAllah tabaarakallah” pun mencerminkan rasa syukur dan ketundukan atas setiap fase kehidupan yang dijalani.

Bagi banyak warganet, pesan tersebut menjadi inspirasi bahwa cinta yang sejati tidak hanya berakar pada kebersamaan duniawi, tetapi juga pada kesamaan tujuan spiritual, Cinta yang dibingkai oleh iman diyakini mampu melahirkan kesetiaan, keteguhan, dan ketenangan dalam menghadapi dinamika kehidupan.

Unggahan Rifa’at Al sa’adah menjadi contoh bahwa pesan inspiratif tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata panjang. Terkadang, satu kalimat yang tulus justru mampu menyentuh banyak hati dan mengingatkan tentang makna hidup, cinta, dan harapan menuju kehidupan yang lebih abadi. (Haji)

LABUHA, Malutline – Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan di ruang publik di Kabupaten Halmahera Selatan masih menjadi tantangan serius, Kondisi ini terlihat dari banyaknya keluhan warga terkait taman dan fasilitas umum yang kerap dipenuhi sampah akibat kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Pemerintah daerah sebenarnya telah menyediakan tempat sampah di sejumlah lokasi strategis, Namun fasilitas tersebut dinilai belum optimal karena tidak dilengkapi penanda visual, gambar, maupun warna pembeda jenis sampah, sehingga masyarakat kesulitan melakukan pemilahan. Akibatnya, sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya (B3) masih tercampur.

Sebagai solusi, sejumlah pemerhati lingkungan mendorong penerapan inovasi tempat sampah edukatif yang mengedepankan pendekatan visual dan informasi sederhana. Tempat sampah ini dirancang dengan ikon, warna, dan gambar yang mudah dipahami, serta dilengkapi informasi singkat mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.

Selain itu, pengelolaan sampah B3 diusulkan agar dipusatkan di rumah sakit dan masing-masing puskesmas di wilayah Halmahera Selatan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah pencampuran sampah medis dengan sampah rumah tangga yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah belum adanya sosialisasi sebelum pengadaan fasilitas kebersihan. Padahal, edukasi kepada masyarakat dinilai sangat penting agar sarana yang disediakan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Fasilitas saja tidak cukup. Perubahan perilaku masyarakat harus dibangun melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Halmahera Selatan.

Melalui inovasi berbasis edukasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat, diharapkan kesadaran menjaga kebersihan dapat meningkat.

Upaya ini menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang publik yang bersih, sehat, dan nyaman di Kabupaten Halmahera Selatan. (Red

TERNATE, Malutline – Wali Kota Ternate Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Khatam Qur’an dan Wisuda Santri TPQ Al-Badru Angkatan XVII Kota Ternate serta TPQ Nurul Hijrah Angkatan Pertama Tahun 2026, yang digelar di Aula Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BLVP), Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Minggu (11/1/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an di Tengah Krisis Moral dan Akhlak Generasi Muda”, sebagai refleksi pentingnya nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter generasi penerus di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para santri yang telah berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya capaian akademik keagamaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab bagi generasi muda.

“Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan moral saat ini, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup. Anak-anak yang hari ini diwisuda adalah harapan masa depan Kota Ternate, yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada para ustaz dan ustazah, pengelola TPQ, serta orang tua santri yang telah berperan besar dalam membina dan mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an sejak usia dini. Menurutnya, pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dalam mendukung visi Ternate sebagai Kota Bahagia yang berlandaskan nilai religius dan budaya.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh para santri, prosesi khatam, serta penyerahan penghargaan kepada santri berprestasi. Kehadiran keluarga santri dan tokoh masyarakat semakin menambah semarak suasana.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Ternate berharap lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan menjadi benteng moral bagi generasi muda, sekaligus memperkuat identitas Ternate sebagai Kota Rempah yang religius, berbudaya, dan berdaya saing. (Haji/red)

HALSEL, Malutline– Program Agromaritim Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan kembali membuahkan hasil membanggakan, Kelompok nelayan Desa Posi-Posi kecamatan kayoa selatan kabupaten Halmahera Selatan berhasil melaksanakan panen perdana pengembangan rumput laut, menjadi tonggak awal kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, pendampingan, dan dukungan pemerintah, sektor kelautan mampu menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan, Bantuan bibit rumput laut yang diberikan Pemda Halsel kini telah berkembang dan memberikan harapan baru bagi nelayan untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Para nelayan Desa Posi-Posi menyambut panen perdana ini dengan penuh rasa syukur, Mereka menilai program Agromaritim bukan sekadar bantuan, tetapi jalan menuju kemandirian ekonomi desa, sekaligus memotivasi generasi muda untuk kembali melirik sektor kelautan sebagai peluang masa depan.

Masyarakat Desa Posi-Posi kecamatan kayoa selatan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin atas komitmen dan perhatian nyata dalam membangun ekonomi pesisir, Program ini dinilai mampu membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Ke depan, panen perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi desa-desa pesisir lainnya di Halmahera Selatan untuk mengembangkan potensi kelautan secara maksimal, Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, sektor Agromaritim diyakini akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah.

“Dari laut kita bangkit, dari rumput laut kita sejahtera,” menjadi semangat baru masyarakat Desa Posi-Posi menuju Halmahera Selatan yang mandiri dan berdaya saing. (Haji/red)

Morotai, Malutline.com Lembaga Swadaya Masyarakat LIRA Provinsi Maluku Utara mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pulau Morotai pada tahun anggaran 2023 dan 2024.

Sekretaris LSM LIRA Maluku Utara, Ismun Kofia, menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan anggaran belanja makan dan minum yang diduga fiktif. Berdasarkan data yang dihimpun LIRA, nilai anggaran yang dipersoalkan mencapai Rp2.873.700.000 pada tahun 2023 dan Rp3.616.100.000 pada tahun 2024.

Menurut Ismun, dugaan tersebut juga tercantum dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2024 tertanggal 26 Mei 2025. Dalam laporan itu, disebutkan adanya tiga perusahaan penyedia — yakni penyedia BBM, jasa percetakan, serta warung makan dan minum — yang tidak mengakui nota belanja yang diklaim oleh BPKAD Morotai.

“Dari hasil investigasi dan monitoring LIRA, kami menemukan dugaan malpraktik administrasi hingga pemalsuan dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang dilakukan secara terang-terangan. Ini berpotensi merugikan keuangan negara,” ujar Ismun kepada wartawan.

Ia juga meminta Kejaksaan Negeri Pulau Morotai, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk mantan Kepala BPKAD Pulau Morotai yang kini menjabat sebagai Sekretaris BPKAD Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, Ismun berharap tidak ada intervensi politik dalam penanganan kasus tersebut. Ia meminta Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, untuk tidak melindungi pejabat yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

“Penegakan hukum harus berjalan transparan dan adil. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus diproses sesuai aturan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPKAD Kabupaten Pulau Morotai maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan berita.(Red)