HALTIM, Malutline– Kepala Desa Dodaga, Kecamatan Wasilei Timur, Kabupaten Halmahera Timur, memberikan klarifikasi tegas terkait berbagai tudingan yang menyebut dirinya melakukan penggelapan Dana Desa serta menjalankan sejumlah kegiatan fiktif dalam pengelolaan anggaran desa.
Kepala Desa Dodaga menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Ia menyebut seluruh program pembangunan dan kegiatan desa telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Menurutnya, setiap kegiatan pembangunan di Desa Dodaga dilakukan melalui proses perencanaan yang jelas, mulai dari musyawarah desa hingga penetapan dalam dokumen resmi APBDes sebelum direalisasikan.
“Saya sebagai Kepala Desa bekerja berdasarkan aturan dan perencanaan yang ada. Semua kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada APBDes yang telah disepakati. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan anggaran desa direalisasikan secara asal-asalan,” tegasnya saat memberikan klarifikasi.
Ia juga menjelaskan bahwa luas wilayah Desa Dodaga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pembangunan yang telah dilakukan tidak selalu terlihat oleh seluruh masyarakat. Pasalnya, pembangunan desa tersebar di berbagai lingkungan dan dusun yang ada di wilayah tersebut.
“Wilayah Desa Dodaga ini cukup luas. Banyak lingkungan yang menjadi bagian dari desa ini. Jadi pembangunan yang dilakukan tidak hanya terpusat di satu tempat saja. Ada yang dibangun di lingkungan tertentu, sehingga mungkin tidak terlihat oleh masyarakat di lingkungan lainnya,” jelasnya.
Kepala Desa Dodaga menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan terus dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, kegiatan pemberdayaan masyarakat, hingga program-program sosial yang bersumber dari Dana Desa.
Ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran desa dilakukan secara transparan dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, termasuk melalui proses pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.
“Saya selalu berupaya menjalankan amanah masyarakat dengan sebaik-baiknya. Semua anggaran yang digunakan tentu ada pertanggungjawabannya. Kami juga mengikuti aturan yang berlaku dalam pengelolaan Dana Desa,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala Desa Dodaga berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Ia juga membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mengetahui langsung perkembangan pembangunan di desa tersebut.
“Kami tidak menutup diri. Jika ada pihak yang ingin melihat langsung kegiatan pembangunan di Desa Dodaga, silakan datang dan melihat sendiri. Kami siap menjelaskan secara terbuka,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas desa serta mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan demi kemajuan Desa Dodaga ke depan.
“Kita semua tentu ingin desa ini maju dan berkembang. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan mendukung pembangunan yang sedang berjalan,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Kepala Desa Dodaga berharap berbagai tudingan yang beredar dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pemerintah desa, lanjutnya, tetap berkomitmen untuk terus bekerja dan membangun Desa Dodaga secara transparan dan bertanggung jawab demi kesejahteraan seluruh warga. (Red)







