HALSEL, Malutline – Kepanikan sempat menyelimuti saat sekelompok mahasiswa dilaporkan tersesat di kawasan hutan sekitar Air Terjun Ahakolano, Minggu malam (26/04/2026). Beruntung, respons cepat tim gabungan membuahkan hasil, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 22.16 WIT, tim Pramuka Peduli menerima laporan adanya mahasiswa Universitas Nurul Hasanah (UNSAN) jurusan Agrobisnis bernama Geofani bersama tiga rekannya yang tersesat di lokasi wisata alam tersebut.
Tak menunggu lama, pada pukul 23.00 WIT, tim Pramuka Peduli langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk meminta bantuan evakuasi. Hanya berselang 15 menit, persiapan tim pencarian dilakukan dengan melibatkan unsur SAR Basarnas, Pramuka Peduli, serta keluarga korban.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas dan relawan Pramuka Peduli—di antaranya Kalsum S. Wandi, Haeriah A. Gani, Syamsudin S. Malan, dan Arfan Rusli—segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 00.00 WIT, tim MAPALA UNSAN turut bergabung dalam operasi pencarian, memperkuat upaya penyisiran di medan hutan yang cukup menantang. Pencarian intensif kemudian dilanjutkan dari Pos 2 menuju titik yang diduga menjadi lokasi para korban.
Akhirnya, pada pukul 02.18 WIT, tim berhasil menemukan seluruh korban yang terdiri dari enam mahasiswa UNSAN dan satu warga Desa Bahu. Dalam kondisi yang melegakan, ketujuh orang tersebut ditemukan selamat.
Proses evakuasi pun segera dilakukan. Para korban dibawa menuju Pos 2 dan tiba sekitar pukul 03.44 WIT, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pos 1 pada pukul 04.00 WIT. Tepat pukul 05.28 WIT, seluruh korban tiba dengan selamat di Pos 1 dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti solidnya kerja sama antara Basarnas, Pramuka Peduli, MAPALA UNSAN, dan masyarakat setempat dalam situasi darurat.
“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bergerak cepat dan tanpa lelah hingga semua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar salah satu relawan di lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengunjung wisata alam agar selalu mempersiapkan diri dengan matang, termasuk memperhatikan kondisi cuaca, jalur, serta tidak berpisah dari rombongan saat berada di kawasan hutan. (Red)








