TERNATE, Malutline — Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menghadirkan terobosan baru di sektor pendidikan melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun 2026. Program inovatif yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sherly jhoanda dan Sarbin sehe rsebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, khususnya mereka yang mengalami putus sekolah di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, pemerintah berkomitmen memastikan seluruh anak usia 16 hingga 18 tahun tetap memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala faktor geografis maupun keterbatasan ekonomi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, M.Si, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang terus dilakukan pemerintah daerah demi menciptakan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Maluku Utara.
“Dunia pendidikan di Maluku Utara harus terus bergerak maju. Program Pendidikan Jarak Jauh ini menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal karena kondisi wilayah, ekonomi keluarga, maupun faktor sosial lainnya,” ujarnya.
Program PJJ 2026 hadir setelah keberhasilan sejumlah program pendidikan gratis yang sebelumnya dijalankan pemerintah daerah. Kali ini, fokus utama diarahkan kepada anak-anak putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan secara lebih fleksibel namun tetap terarah dan berkualitas.
Dalam pelaksanaannya, sistem pembelajaran dilakukan melalui dua metode, yakni sinkronus dan asinkronus. Sistem sinkronus memungkinkan peserta didik mengikuti pembelajaran daring secara langsung bersama tenaga pengajar, sementara sistem asinkronus memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar secara mandiri sesuai kondisi dan waktu yang tersedia.
Pemerintah menilai pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan di Maluku Utara yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan tantangan jaringan internet, transportasi, serta keterbatasan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah.
Sebagai pusat pelaksanaan program, SMA Negeri 1 Kota Ternate ditunjuk sebagai sekolah induk. Sementara beberapa sekolah mitra turut dilibatkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan, di antaranya SMA Negeri 1 Halmahera Utara, SMA Negeri 1 Pulau Morotai, dan SMA Negeri 2 Halmahera Timur.
Kehadiran sekolah mitra tersebut diharapkan mampu membantu proses pendampingan peserta didik di berbagai kabupaten/kota sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga membuka akses pendaftaran melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah induk, sekolah mitra, cabang dinas pendidikan, hingga Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dan layanan pendaftaran tanpa harus mengalami kesulitan administratif.
Program Pendidikan Jarak Jauh 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dianggap menjadi harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya terpaksa berhenti sekolah. Banyak pihak menilai program ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan modern, sistem pembelajaran jarak jauh dinilai menjadi solusi yang adaptif dan inklusif, terutama bagi daerah kepulauan seperti Maluku Utara. Pemerintah berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan jarak dan kondisi ekonomi.
Kadikbud Maluku Utara juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
“Jangan lewatkan kesempatan ini. Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung program ini agar semakin banyak anak-anak Maluku Utara yang kembali mendapatkan hak pendidikannya,” tambahnya.
Melalui Program Pendidikan Jarak Jauh 2026, Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan dapat dijangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Langkah ini sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Maluku Utara yang cerdas, mandiri, dan mampu bersaing di masa depan. (Red)










