LABUHA, Malutline – Semangat kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Labuha melalui kegiatan bakti sosial donor darah yang akan digelar pada Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIT hingga selesai, bertempat di Puskodal Fuel Terminal Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga” ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pemenuhan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pertamina mengajak seluruh masyarakat, karyawan, instansi pemerintah, TNI-Polri, komunitas, hingga para relawan kemanusiaan untuk ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya. Setetes darah yang disumbangkan diyakini mampu memberikan harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, baik korban kecelakaan, pasien operasi, ibu melahirkan maupun penderita penyakit tertentu.

Selain membantu sesama, donor darah juga memiliki manfaat bagi kesehatan pendonor. Dengan mendonorkan darah secara rutin, tubuh akan merangsang pembentukan sel darah merah baru serta membantu menjaga kesehatan sirkulasi darah.

Panitia juga telah menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon pendonor, di antaranya dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, berusia 17 hingga 60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, kadar hemoglobin minimal 12,5 gram per desiliter, serta tekanan darah berada pada kisaran normal, yakni sistol (Bur)

LABUHA, Malutline – Warga Desa Pigaraja, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan surat terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hi. Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin. Warga berharap pemerintah segera turun langsung meninjau kondisi pesisir desa yang kini diterjang abrasi dan gelombang pasang.

Dalam surat terbuka yang disampaikan kepada Malutline, warga mengaku khawatir dengan kondisi permukiman di sepanjang pesisir pantai. Gelombang laut yang semakin tinggi disebut telah menggenangi sejumlah rumah warga dan mengancam keselamatan masyarakat.

«”Assalamualaikum. Mohon kiranya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat sering berkunjung ke Desa Pigaraja untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang saat ini dihantam ombak begitu keras hingga beberapa rumah di pesisir pantai tergenang air. Kondisi ini terjadi karena belum adanya talud penahan ombak, sementara talud lama yang sudah rusak hingga kini belum pernah diperbaiki. Terima kasih.”»

Warga berharap kepemimpinan Bassam Kasuba dan Helmi Umar Muksin dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka menilai penanganan abrasi tidak bisa lagi ditunda karena dampaknya semakin dirasakan masyarakat setiap kali gelombang pasang dan cuaca buruk melanda.

Selain mengancam rumah warga, abrasi juga dikhawatirkan akan terus mengikis garis pantai apabila tidak segera dilakukan pembangunan maupun rehabilitasi talud penahan ombak.

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui instansi teknis segera melakukan peninjauan lapangan, mendata tingkat kerusakan, serta mengalokasikan anggaran untuk pembangunan atau perbaikan talud guna melindungi permukiman warga dari ancaman abrasi.

Warga berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius agar tidak menunggu hingga terjadi kerusakan yang lebih besar atau bahkan menimbulkan korban jiwa. Mereka meyakini kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga Halmahera Selatan. (Darti)

LABUHA, Malutline – Musibah kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kompleks Habibi, Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (15/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.15 WIT. Satu unit rumah milik Wahyudi dilaporkan hangus dilalap si jago merah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan seluruh bangunan beserta sebagian besar harta benda milik korban. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api membesar.

“Untuk penyebab kebakaran kami belum tahu pasti, kemungkinan karena korsleting listrik,” ujar Wahyudi.

Akibat musibah itu, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Kini Wahyudi bersama keluarganya terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat karena kehilangan tempat tinggal.

Korban berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dapat memberikan perhatian serta bantuan guna meringankan beban yang mereka alami. Bantuan tersebut dinilai sangat dibutuhkan agar keluarga korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak terkait masih dalam proses dimintai keterangan mengenai penyebab pasti kebakaran, sementara pendataan terhadap kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih berlangsung. (Red)

TERNATE, Malutline – Indonesia Esports Association (IESPA) Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem esports di daerah. Melalui kolaborasi bersama Nasab Foundation, IESPA Malut akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pro player esports ke Kota Ternate dalam agenda pembinaan dan pengembangan talenta muda.

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Babullah, Ternate, pada pukul 07.00 WIT. Kehadiran mereka disambut sebagai momentum penting bagi perkembangan industri esports di Maluku Utara.

Sejumlah nama yang akan hadir antara lain Ketua Umum IESPA Pusat Ibnu Riza, serta beberapa pro player dan kreator konten esports seperti Skyskuuy, Gwen, Ryzen, Bennymoza, Maxzie, dan Alyssa Ananta.

Ketua Umum IESPA Maluku Utara, Ananta Rizky Sidik, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman dan wawasan baru bagi komunitas esports di Maluku Utara agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, kehadiran para tokoh nasional dan atlet profesional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menekuni dunia esports secara positif, profesional, dan berprestasi.

“Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun jaringan yang lebih luas bagi komunitas esports di Maluku Utara,” ujar Ananta.

Selain Ketua Umum IESPA Pusat, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dewan Pembina IESPA Maluku Utara, Nasri Abubakar, yang juga wakil walikota Ternate selama ini turut mendorong pengembangan organisasi esports di daerah.

Melalui kegiatan tersebut, IESPA Maluku Utara berharap dapat memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri kreatif dalam menciptakan ekosistem esports yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Kehadiran para figur nasional ini juga diyakini akan memberikan inspirasi bagi para atlet muda Maluku Utara untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta membuka peluang menembus kompetisi esports di tingkat nasional bahkan internasional.

Dengan semakin banyaknya kegiatan pembinaan dan kolaborasi yang dilakukan, Maluku Utara diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet esports berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (Red)

Galela, Malutline-Halmahera Utara, Malutline– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun melaksanakan kegiatan edukasi mengenai efektivitas kerja dan pengelolaan pendapatan bagi karyawan Coco Manise Indonesia di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada sektor industri pengolahan kelapa melalui penguatan aspek manajerial dan literasi keuangan.

Coco Manise Indonesia sebagai mitra dalam kegiatan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan mitra, Tim PKM FEB Universitas Khairun menyusun program pendampingan yang berfokus pada peningkatan efektivitas kerja, penguatan literasi manajemen pendapatan, pembentukan motivasi kerja, serta penguatan kesejahteraan pekerja melalui penerapan manajemen operasional yang lebih efektif.

Ketua Tim PKM FEB Universitas Khairun, Dr. Laela, S.E., M.M., menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pengelolaan sumber daya manusia.

“Pelaku industri tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga harus mampu mengelola proses produksi, sumber daya, dan pendapatan secara efektif. Melalui kegiatan ini kami berupaya memberikan pemahaman praktis yang dapat diterapkan langsung dalam aktivitas kerja sehari-hari,” ujar Dr. Laela, S.E., M.M.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelatihan mengenai manajemen kinerja berbasis target produksi, meliputi pemahaman standar output harian, pengukuran produktivitas individu, serta hubungan antara pencapaian target kerja dengan peningkatan kinerja perusahaan. Materi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih terarah, disiplin, dan produktif.

Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai manajemen pendapatan melalui pendekatan biaya operasional (operational expenditure/OPEX). Pelatihan mencakup penyusunan anggaran, pengelolaan pengeluaran rumah tangga, hingga perencanaan tabungan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan pekerja sehingga pendapatan dapat dikelola secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM, Tim PKM turut memberikan materi motivasi mengenai pentingnya membangun kebanggaan terhadap profesi di sektor industri pengolahan kelapa.

Edukasi ini bertujuan menumbuhkan semangat kerja sekaligus memperkuat identitas pekerja sebagai bagian dari sektor strategis yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Program ini juga mengintegrasikan pelatihan efektivitas kerja dan pengelolaan pendapatan dalam satu model pendampingan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus kesejahteraan pekerja dalam jangka panjang.

Perwakilan Coco Manise Indonesia, Jeri Cahyadi Saputra, S.AK., M.Si., yang dimana juga sebagai founder, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap materi yang diberikan dapat diimplementasikan oleh seluruh peserta dalam mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia akademik dan dunia industri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan adaptif terhadap kebutuhan industri pengolahan kelapa di Kabupaten Halmahera Utara. (Red)