oleh

Tenaga Kesehatan di Puskesmas Gandasuli Keluhkan Pemotongan Dana Kegiatan

LABUHA, Malutline — Sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Gandasuli, kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menyampaikan keluhan terkait dugaan pemotongan dana kegiatan atau dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) oleh pimpinan puskesmas.

Keluhan tersebut disampaikan oleh beberapa pegawai PTT dan bidan yang merasa bahwa dana kegiatan yang seharusnya mereka terima tidak dibayarkan secara utuh.

Salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan tindakan Kepala Puskesmas Gandasuli, Faidja, ST, yang diduga melakukan pemotongan tanpa penjelasan jelas.

“Kami ini kerja di lapangan, panas-panas, tapi uang kegiatan yang seharusnya kami terima dipotong. Kami cuma dikasih Rp300 ribu, padahal dana itu untuk operasional kegiatan,” ungkap salah satu bidan, Senin (13/10/2025)

Menurutnya, kepala puskesmas hanya bekerja di kantor, sementara para bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang melaksanakan kegiatan lapangan justru mendapatkan dana minim.

“Kami yang turun langsung ke masyarakat, tapi yang menikmati malah orang kantor. Kami sangat kecewa, apalagi ini dana kegiatan yang jelas-jelas ada peruntukannya,” tambahnya.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2025. Para tenaga kesehatan berharap Dinas Kesehatan Halmahera Selatan maupun Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dana tersebut.

“Kami harap Dinas Kesehatan dan Bupati bisa turun tangan. Jangan sampai ada yang semena-mena dengan dana program yang seharusnya digunakan untuk pelayanan masyarakat,” tegas salah satu tenaga medis lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Gandasuli, Faidja, ST, belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tersebut. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed